Sumber Ajaran Islam: Al-Quran, Hadits, Ijtihad Serta Macam Ijtihad “Lengkap”

Posted on
5 (100%) 1 vote

Sumber Ajaran Islam Serta Penjelasannya

ini adalah artikel terbaru yang bisa Anda pelajari. Sumber ajaran Islam pertama dan kedua (Al-Quran dan Hadits/As-As-Sunnah) langsung dari Allah SWT dan Nabi Muhammad Saw. Sedangkan yang ketiga (ijtihad) adalah hasil dari agama Islam, yaitu ulama mujtahid (mereka yang berlatih jihad), dengan memperhatikan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sumber Ajaran Islam
Sumber Ajaran Islam

1. Sumber Ajaran Islam: Al-Quran

Secara harfiyah, Al-Quran artinya “bacaan” (qoroa, yaqrou, quranan), sebagaimana firman Allah dalam Q.S. 75:17-18:

” Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengum-pulkannya dan ‘membacanya’. Jika Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah ‘bacaan’ itu.

Al-Quran adalah kumpulan wahyu atau firman Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, berisi cerita tentang iman (akidah / tauhid / iman), ibadah (shari’a), dan sopan santun (moral).

Al-Quran adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad, bahkan lebih besar dari mukjizat para nabi sebelumnya. Al-Quran membenarkan Kitab Suci sebelumnya dan menjelaskan hukum yang telah ditetapkan sebelumnya.

” Tidak mungkin Al-Quran ini dibuat oleh selain Allah. Akan tetapi ia membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang ditetapkannya. Tidak ada keraguan di dalamnya dari Tuhan semesta alam” (Q.S. 10:37).

” Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al-Quran itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab sebelumnya…” (Q.S. 35:31).

Al-Quran dalam bentuknya yang sekarang adalah kodifikasi atau pembukuan oleh teman-teman. Pertama dilakukan oleh shabat Zaid bin Thabit pada masa Khalifah Abu Bakar, kemudian pada masa Khalifah Utsman bin Affan membentuk komite ad hoc untuk persiapan naskah Al-Quran yang diketuai oleh Zaid. Oleh karena itu, naskah-naskah Qur’an yang sekarang disebut Utsmani Utsmaniyah.

Baca Juga :   Budi Utomo : Tokoh Pendiri, Sejarah Lengkap, Perkembangan dan Hasil Kongres Budi Utomo

2. Sumber ajaran Islam: Hadits/as-As-Sunnah

Hadits yang disebut juga As-Sunnah. As-Sunnah secara berkala adalah “adat” atau “adat” (tradisi). As-Sunnah adalah segalanya persahabatan, perbuatan, dan tekad / kebutuhan dan kebebasan Nabi Muhammad. Penentuan (taqrir) adalah persetujuan atau keheningan Nabi dari kata-kata dan perilaku teman-teman.

Posisi As-Sunnah sebagai hukum Islam. Al-Quran dan kata-kata Nabi Muhammad. Demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, lalu mereka tidak merasa berat hati terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuh hati” (Q.S. 4:65).

” Apa yang diberikan Rasul (Muhammad) kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah” (Q.S. 59:7).

” Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah-ku.” (HR. Hakim dan Daruquthni).

” Berpegangteguhlah kalian kepada Sunnahku dan kepada Sunnah Khulafaur Rasyidin setelahku” (H.R. Abu Daud).

As-Sunnah adalah “juru bahasa” dan juga “panduan operasional” (petunjuk pelaksanaan) Al-Quran. Sebagai contoh, Al-Qur’an menekankan kewajiban untuk berdoa dan berbicara tentang ruku ‘dan sujud. Ini adalah As-Sunnah atau Hadits Rasulullah yang memberikan contoh langsung tentang bagaimana doa dilakukan, dari takbiratul ihram (bacaan “Allahu Akbar” sebagai pembuka sholat), doa iftitah, membaca Al-Fatihah, gerakan membungkuk, sujud , untuk membaca tahiyat dan salam.

Ketika Nabi Muhammad masih hidup, dia melarang teman-temannya untuk mengirim apa yang dia katakan. Kebijakan itu dilakukan agar kata-katanya tidak bercampur dengan wahyu (Al-Quran). Karadan, semua Hadits pada waktu itu hanya ada di ingatan atau hafalan para Sahabat.

Kodifikasi Hadits dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (100 AH / 718 M), kemudian sistematika ditingkatkan selama Khalifah Al-Mansur (136 H / 174 AD). Para ulama pada masa itu yang mulai menyusun kitab Hadits, di cermin Imam Malik di Madinah dengan bukunya Al-Mutwaththa, Imam Abu Hanifah menulis Al-Fqhi, dan Imam Syafi’i menulis Ikhtilaful Hadits, Al-Um, dan As-Sunnah.

Baca Juga :   Pengertian Workshop Menurut Para Ahli

Imam Ahmad muncul dengan Musnad-nya yang berisi 40.000 Hadits. Ahli Hadits terkenal yang diakui oleh kebenaran sekarang adalah Imam Bukhari (194 AH / 256 AD) dengan bukunya Sahih Bukhari dan Imam Muslim (206 H / 261 M) dengan bukunya Sahih Muslim. Kedua buku hadits menjadi referensi dari Islam pertama hingga saat ini. Imam Bukhari berhasil mengumpulkan sebanyak 600.000 hadits yang kemudian ia pilih. Imam Muslim mengumpulkan 300.000 hadits yang kemudian ia pilih.

Ahli Hadits terkenal lainnya adalah Imam Nasa’i yang menuangkan koleksi Haditsnya dalam Kitab Nasa’i, Imam Tirmidzi di Sahih Tirmidzi, Imam Abu Daud di Sunan Abu Daud, Imam Ibn Majah dalam Kitab Ibnu Majah, Imam Baihaqi dalam Sunan Baihaqi dan Syu ‘bul Imam, dan Imam Daruquthni di Sunan Daruquthni.

3. Sumber Pengajaran Islam: Ijtihad

Ijtihad: Mengerahkan segala kemampuan untuk berpikir secara optimal untuk mengeluarkan hukum syar’i dari dalil-dalil syara’ seperti Al-Qur’an dan hadits. Ijtihad dapat dilakukan jika ada masalah bahwa hukum tidak ada dalam Al-Qur’an atau Hadits, itu bisa dilakukan dengan menggunakan Al-Qur’an dan hadits.

Macam-macam jenis Ijtihad

• Ijma ‘

Yaitu hubungan ulama (mujathid) dalam pembahasan hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits dalam kasus yang terjadi. Keputusan bersama yang dibuat oleh ulama melalui ijtihad kemudian dinegosiasikan dan disepakati. Adapun hasil ijma ‘adalah fatwa, yang merupakan keputusan bersama mujtahid yang dibuang ke barat.

• Qiyas

Yaitu melakukan atau menyamakan. Tindakan yang dibuat untuk undang-undang atau yang baru yang belum ada di masa lalu tetapi memiliki jawaban atas penyebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan kasus yang berbeda. Dalam Islam, Ijma dan Qiyas itu adalah keadaan darurat, jika memang ada hal-hal yang belum ditetapkan di masa lalu.

Baca Juga :   Shalat Jum’at : Pengertian, Hukum Khutbah, Syarat dan Rukunnya Lengkap

• Istihsan

Itu adalah tindakan melepaskan satu hukum untuk hukum lainnya, karena memberikan argumen syara’ yang mengharuskannya meninggalkannya. Berbeda dengan Al-Qur’an, Hadits, Ijma ‘dan Qiyas yang posisinya telah disepakati oleh ulama ulama sebagai hukum Islam. Istihsan ini adalah satu-satunya cara oleh beberapa sarjana.

• Maslahah Mursalah

Itulah manfaat yang tidak diberikan oleh syar’i dalam bentuk hukum, untuk menciptakan manfaat, di samping itu tidak ada argumen yang membenarkan atau menyalahkan.

• Sududz Dzariah

Itu adalah tindakan dalam memutuskan sesuatu yang berubah menjadi makruh atau haram untuk tujuan dan manfaatnya.

• Istishab

Yaitu pengaturan situasi yang berlaku dari awal sampai argumen yang disajikan oleh mereka. Atau menetapkan berdasarkan hukum yang diatur di masa lalu, sampai argumen yang tersedia dihidupkan kembali.

• Urf

Itu adalah segala sesuatu yang telah diketahui oleh manusia sebagai kebiasaan, kebiasaan atau tradisi baik sebagai pengembangan, perbuatan atau dalam pencarian mereka dengan meninggalkan tindakan tertentu.

Jadi jelas bahwa Ilmu Sumber Ajaran Islam telah dirumuskan oleh Rasuluallah SAW, yang terdiri dari tiga sumber yang digunakan sebagai referensi, yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah (Hadits), dan Ijtihad. Semoga dengan adanya ulasan di atas bisa menambah wawasan Anda. Terima kasih sudah membaca ulasan ini,lebih bermanfaat lagi apabila Anda bisa membagikan ulasan ini.