Stress Kerja : Pengertian, Definisi, Kategori dan Faktor Penyebabnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian Stress Kerja, Definisi, Kategori, Dan Faktor Penyebabnya

Definisi Dari Stress Kerja

Stress Kerja– Menurut salah satu ahli di bidangnya yaitu Anwar dalam bukunya ( 1993 : 93 ), stress kerja adalah adanya perasaan yang menekan atau rasa tertekan yang dialami oleh seorang karyawan, di dalam menghadapi suatu pekerjaannya.

Sedangkan menurut Yoder dan Staudohar stress kerja merupakan ( 1982 : 308 ), Job stress refers to a physical or psychological deviation from the normal human state that is caused by stimuli in the work environment. Yang dimana pengertiannya adalah suatu tekanan yang diakibatkan oleh pekerjaan, yang juga memengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi fisik pada seseorang. Tekanan tersebut berasal dari lingkungan pekerjaan tempat orang itu bekerja.

Dikutip dari pendapat Beer dan Franz, mendefinisikan stress kerja sebagai suatu proses yang membuat seseorang merasa sakit, tidak nyaman, tegang yang dikarenakan oleh pekerjaan, tempat dimana bekerja, atau kondisi pekerjaan tertentu.

Stress adalah suatu keadaan ketegangan yang memengaruhi emosi, proses beripikir dan juga keadaan dari seorang individu. Jika seorang karyawan mengalami stress yang sangat besar maka hal itu akan mengganggu kemampuannya, dalam menghadapi lingkungan kerjanya dan pekerjaan yang ia lakukan. ( Handoko 1997 : 200 ).

Stress kerja menurut Pandji Anoraga adalah, suatu bentuk tanggapan dari seseorang baik melalui fisik maupun mental dalam segala perubahan di lingkungannya. Yang dirasa sangat mengganggu sehingga mengakibatkan ia merasa terancam.

Stress kerja menurut Gibson dkk adalah tanggapan dari penyesuaian yang diperantarai oleh setiap perbedaan pada individu, atau proses psikologis dari konsekuensi setiap tindakan yang berasal dari luar lingkungan, kondisi, atau kejadian yang menimbulkan permintaan psikologis atau fisik yang berlebihan pada seseorang.

Baca Juga :  Sumber Ajaran Islam: Al-Quran, Hadits, Ijtihad Serta Macam Ijtihad "Lengkap"

Kategori Stress Kerja

Menurut Phillip L ( Jacinta 2002 ), Seorang karyawan disebut mengalami stress kerja jika :

  1. Urusan pekerjaan yang dialaminya melibatkan pihak organisasi ataupun perusahaan dimana ia bekerja. Penyebabnya tidak hanya di dalam suatu perusahaan saja, bisa berasal dari kehidupan rumah tangga yang terbawa ke dalam kehidupan pekerjaannya. Atau masalah pekerjaan yang terbawa sampai ke rumah, hal itu juga bisa menjadi penyebab dari munculnya stress kerja.
  2. Dapat menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan atau bagi individu.
  3. Maka diperlukan kerjasama dari kedua belah pihak dalam menyelesaikan persoalan atau masalah tersebut.

Pada umumnya seseorang akan mengalami stress kerja pada pekerjaannya, dengan memperlihatkan gejala yang terlihat dari 3 aspek. Yaitu Physiological, Psychological dan Behavior. (Robbins, 2003, pp. 800-802).

  1. Physiological biasanya memiliki suatu indikator yang dimana, adanya perubahan metabolisme pada tubuh, meningkatnya kecepatan pada detak jantung dan juga napas, meningkatkan tekanan darah dalam tubuh, munculnya gejala sakit kepala, sampai terkena serangan jantung.
  2. Psychological memiliki indikator yaitu adanya ketidakpuasan pada hubungan pekerjaannya, tegang, gelisah, cemas, cepat marah, bosan dan seringnya menunda-nunda pekerjaan.
  3. Indikator yang terdapat pada behavior misalnya adanya perubahan pada produktivitas, ketidakhadiran pada jadwal kerja, perubahan pada selera makannya, meningkatnya konsumsi rokok atau alkohol, bicara dengan intonasi yang sangat cepat, cepat gelisah dan sulit tidur.

Faktor Penyebab Stress Kerja

Penyebab munculnya stress kerja menurut  Robbin, 2003, pp. 794-798, diantaranya yaitu :

1. Faktor Lingkungan

  1. Adanya perubahan pada situasi bisnis yang menimbulkan ketidakpastian dalam ekonomi. Jika perekonomian tersebut menurun, maka orang tersebut akan semakin mencemaskan kesejahteraan hidupnya.
  2. Adanya ketipastian dalam situasi politik yang terjadi di negara kita, dengan banyaknya demonstrasi dari beragam kalangan yang tidak puas pada mereka. Peristiwa ini membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Misalnya karena ada penutupan jalan dari pendemo, atau mogoknya angkutan umum yang membuat para pekerja terlambat sampai di tempat kerja.
  3. Kondisi dalam kemajuan teknologi yang semakin pesat, munculah peralatan atau sistem yang baru di tempat kerja misalnya di hotel. Sehingga setiap karyawan harus beradaptasi lagi dari awal dengan keadaan tersebut.
  4. Munculnya terorisme dapat menyebabkan stress di suatu lingkungan yang semakin meningkat di abad ke 21 ini. Misalnya kejadian penabrakan di gedung WTC New York, yang menyebabkan banyak orang Amerika merasa terancam dengan keamanan di hidupnya kemudian merasa stress.
Baca Juga :  Desentralisasi : Pengertian, Tujuan, Ciri dan Dampaknya Lengkap

2. Faktor Organisasi

Ada banyak faktor organisasi yang menimbulkan kondisi stress pada seseorang. Tekanan dalam menghindari kekeliruan, atau menyelesaikan tugas pada kurun waktu yang sangat terbatas, beban kerja yang sangat berlebihan, bos yang banyak menuntut dan tidak peka, dan juga rekan kerja yang sikapnya tidak menyenangkan. Berikut ini beberapa faktor organisasi dari penyebab stress :

  1. Adanya tuntutan dalam suatu pekerjaan, yang berhubungan dengan tuntutan atau tekanan dalam menunaikan tugasnya dengan baik dan benar.
  2. Tuntutan peran itu berkaitan dengan tekanan yang diberikan pada seseorang sebagai fungsi dari suatu tugas yang dilakukan oleh suatu organisasi. Konflik pada peran ini menimbulkan harapan yang mungkin sulit dipuaskan. Kelebihan pada peran ini terjadi jika karyawan diharapkan dalam melaksanakan perannya lebih dari batas waktu yang ditentukan. Ambiguitas peran ini muncul jika harapan peran ini, tidak dimengerti oleh karyawan sehingga tidak pasti apa yang ia kerjakan.
  3. Tuntutan pribadi yang merupakan suatu tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya. Kurangnya dukungan dari rekan dan juga hubungan antar pribadi yang buruk, juga bisa menyebabkan stress kerja yang sangat besar. Terutama diantara para karyawan yang kebutuhan sosialnya tinggi.
  4. Struktur dalam suatu organisasi dapat menentukan tingkat diferensiasi di dalam suatu organisasi tertentu, tingkat aturannya, dan pengaturan dimana keputusan tersebut diambil. Aturan yang sifatnya berlebihan serta kurangnya partisipasi dalam mengambil keputusan, akan berdampak langsung pada karyawan dan menjadi potensi sumber stress kerja.

3. Faktor Individu

Faktor yang satu ini mencakup kehidupan pribadi seorang karyawan, khusunya faktor-faktor seperti masalah keluarga, masalah ekonomi secara pribadi, dan karakteristik kepribadian bawannya. Misalnya :

  1. Faktor masalah keluarga yang menunjukan bahwa seseorang menganggap bahwa hubungan pribadi dengan keluarga, adalah sesuatu yang berharga. Misalnya kesulitan dalam hubungan pernikahan, hancurnya suatu hubungan, atau kesulitan dalam mendisiplinkan anak-anak, adalah contoh-contoh pada masalah hubungan yang kemudian menimbulkan stress seorang karyawan, yang terbawa ke kehidupan pekerjaannya.
  2. Adanya masalah ekonomi yang dimana seorang individu tidak mampu mengelola sumber daya keuangan, yang menjadi salah satu contoh kesulitan pribadi yang berdampak pada stress di pekerjaannya. Serta mampu mengalihkan perhatian mereka dari pekerjaannya.
  3. Karakteristik dari kepribadian bawaan yang merupakan faktor individu yang memengaruhi stress kerja merupakan kodrat atau kecenderungan pada seseorang. Artinya gejala stres yang diungkapkan pada pekerjaan, sebenarnya berasal dari pribadi orang itu sendiri.
Baca Juga :  Globalisasi : Pengertian dan Dampaknya Beserta Contohnya Lengkap

Demikian penjelasan lengkap mengenai stress kerja serta faktor-faktornya dan lain sebagainya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan.

Baca Juga :