Sistem Pemerintahan Ekonomi Indonesia : Pengertian, Ciri – Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Ciri, Kelebiahan dan kekurangan Sistem Pemerintahan Ekonomi Indonesia

Sistem Ekonomi Di Indonesia – Sistem perekonomian merupakan sistem yang dipakai oleh sebuah negara untuk mengalokasikan sumber daya, yang dikuasainya dengan baik. Baik untuk perorangan maupun untuk instansi di suatu negara. Perbedaan utama antara suatu sistem ekonomi yang satu dengan yang lainnya, adalah bagaimana suatu sistem dapat mengelola faktor produksinya. Pada beberapa sistem, seorang individu akan diizinkan mempunyai semua faktor produksi. Sementara itu pada sistem lainnya, seluruh faktor biasanya dikuasai oleh pemerintah.

Sistem perekonomian yang diterapkan di negara Indonesia, adalah sistem perekonomian pancasila. Artinya sistem perekonomian yang dijalankan di Indonesia, harus berpedoman pada Pancasila. Dengan demikian pancasila dan UUD 1945, merupakan landasan idiil pada sistem perekonomian di Indonesia secara normatif.

Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan aturan dan tata cara, untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ekonomi di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain oleh ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, serta struktur ekonomi.

Sistem Perekonomian Pasar

Sistem ekonomi pasar atau liberal atau kapitalis, merupakan suatu sistem ekonomi yang diatur oleh kekuatan pasar pada permintaan dan penawaran. Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara utuh, di segala bidang ekonomi. Pada setiap orang untuk memperoleh keuntungan, seperti yang diinginkan. Sistem ekonomi liberal ini banyak dianut oleh beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

Ciri-Ciri  Perekonomian Pasar :

  1. Menerapkan sistem persaingan bebas
  2. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
  3. Peranan pemerintah dibatasi
  4. Peranan modal sangat penting
Baca Juga :  √ 18 Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli "Terlengkap dan Terbaru"

Kelebihan Perekonomian Pasar :

  1. Setiap individu memiliki kebebasan dalam memiliki alat produksinya sendiri.
  2. Kegiatan ekonomi akan lebih cepat maju, karena terdapat sebuah persaingan.
  3. Produksi didasarkan pada kebutuhan setiap masyarakat.
  4. Kualitas barang akan lebih terjamin.

Kekurangan Perekonomian Pasar :

  1. Sulit memeratakan pendapatan.
  2. Rentan pada setiap krisis ekonomi.
  3. Menimbulkan adanya monopoli.
  4. Terdapat eksploitasi.

Sistem Perekonomian Perencanaan

Adalah sebuah sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Di dalam sistem ini jalannya perekonomian menjadi tanggung jawab negara ataupun pemerintah pusat seutuhnya. Perekonomian ini menjadi dasar Karl Marx, ia pun berpendapat bahwa jika kepemilikan pribadi dihapus maka hal itu tidak akan menimbulkan masyarakat yang berkelas-kelas. Sehingga akan menguntungkan seluruh pihak. Negara yang menganut sistem ekonomi ini, misalnya negara Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.

Ciri-ciri Perekonomian Perencanaan :

  1. Hak milik seluruh individu tidak mendapat pengakuan.
  2. Semua sumber daya yang ada, dikuasai seluruhnya oleh negara.
  3. Seluruh masyarakat adalah karyawan bagi setiap negara.
  4. Kebijakan perekonomian biasanya disusun dan dilaksanakan oleh pemerintah.

Kelebihan Perekonomian Perencanaan :

  1. Pemerintah akan lebih mudah ikut campur pada setiap pembentukan harga.
  2. Kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan lebih merata.
  3. Pelaksanaan pembangunan terjadi lebih cepat.
  4. Pemerintah bebas dalam menentukan produksi sesuai dengan kebutuhan seluruh masyarakat.

Kekurangan Perekonomian Perencanaan :

  1. Setiap individu tidak memiliki kebebasan dalam berusaha.
  2. Tidak adanya kebebasan dalam memiliki sumber daya tertentu.
  3. Potensi dan juga kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.

Sistem Ekonomi Campuran

Adalah campuran atau perpaduan diantara sistem ekonomi liberal, dan sistem ekonomi sosialis. Di sistem ekonomi campuran pemerintah, akan dilakukan pengawasan dan pengendalian dalam suatu perekonomian. Tetapi pihak swasta atau masyarakat, masih diberi kebebasan dalam menentukan beberapa kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran :

  1. Jenis dan juga jumlah barang produksi akan ditentukan oleh mekanisme pasar.
  2. Hak milik swasta pada setiap alat produksi akan diakui, asal setiap penggunanya tidak akan merugikan kepentingan umum.
  3. Pemerintah bertanggung jawab pada setiap jaminan sosial, dan pemerataan akan pendapatan.
  4. Terdapat persaingan tetapi masih ada kontrol dari pemerintah.

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran :

  1. Kestabilan ekonominya lebih terjamin.
  2. Pemerintah bisa lebih fokus dalam memerhatikan kemajuan sektor usaha menengah dan juga kecil.
  3. Terdapat suatu kebebasan yang berusaha bisa mendorong kreativitas setiap individu.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran :

  1. Sulitnya menentukan batasan diantara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah dan juga swasta.
  2. Sulirnya menentukan batasan antara sumber produksi yang bisa diakui oleh pemerintah dan juga swasta.
Baca Juga :  Pengertian Proses Produksi : Karakteristik, Faktor Yang Mempengaruhi Dan Jenisnya Lengkap

Sistem Perekonomian Di Indonesia

Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda, khususnya di Indonesia dan Amerika Serikat. Dua negara tersebut menganut sistem ekonomi yang berbeda. Pada awalnya sistem ekonomi di Indonesia menganut sistem liberal. Yang dimana semua kegiatan ekonomi diserahkan pada masyarakat. Namun karena terdapat pengaruh komunisme yang disebar oleh PKI, maka sistem ekonomi di Indonesia pun berubah. Dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.

Di masa orde baru sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Tetapi sistem ekonomi ini ternyata hanya bertahan sampai masa reformasi saja. Karena setelah masa reformasi pemerintah melaksanakan sistem ekonomi, yang berlandas pada ekonomi kerakyatan. Sistem itulah yang masih berlaku di Indonesia.

Berikut ini sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa orde baru sampai saat ini. Diantaranya yaitu :

1. Sistem ekonomi demokrasi

Sistem ekonomi demokrasi bisa didefinisikan sebagai sistem perekonomian nasional, yang menjadi wujud dari falsafah pancasila dan UUD 1945 yang berlandaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Dari, oleh dan untuk rakyat di bawah pimpinan serta pengawasan pemerintah. Di dalam sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyatnya baik dari golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif di dalam usaha untuk mencapai kemakmuran bangsa.

Negara juga berperan dalam hal merencanakan, membimbing dan juga mengarahkan kegiatan ekonomi. Sehingga terciptalah kerja sama dan saling membantu diantara pemerintah, swasta dan juga masyarakat.

Berikut ini ciri-ciri positif dari sistem ekonomi demokrasi :

  1. Beberapa cabang produksi yang penting untuk negara dan untuk menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai sepenuhnya oleh negara.
  2. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
  3. Perekonomian disusun sebagai suatu usaha bersama yang berdasar pada asas kekeluargaan.
  4. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendakinya, dan memiliki hak atas pekerjaan dan hidup yang layak.
  5. Hak milik perorangan diakui, pemanfaatannya pun tak boleh bertentangan dengan kepentingan seluruh masyarakat.
  6. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara, bisa dikembangkan sepenuhnya di dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  7. Fakir miskin serta anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Baca Juga :  Pembangunan Berkelanjutan : Pengertian, Prinsip Dasar dan Contohnya Lengkap

Ciri-ciri negatif dari sistem ekonomi demokrasi diantaranya yaitu :

  1. Menganut sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan bisa menumbuhkan eksploitasi pada manusia dan bangsa lainnya. Sehingga bisa menimbulkan kelemahan pada struktural ekonomi nasional.
  2. Sistem etatisme, yang dimana negara dengan aparatur ekonomi negara memiliki sifat yang dominan dan mendesak serta mematikan potensi. Pada daya kreasi beberapa unit ekonomi yang ada di luar sektor negara.
  3. Persaingan yang tidak sehat dan pemusatan ekonomi di suatu kelompok, dalam bentuk monopoli yang bisa merugikan masyarakat.

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah memiliki tekad dalam melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan, dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Indonesia. Mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perkonomian di Indonesia, merupakan sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi yang satu ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi ini, masyarakat yang memegang aktif segala kegiatan ekonomi. Pemerintah hanya menciptakan iklim yang bagus, untuk pertumbuhan dan perkembangan di dunia usaha.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan :

  1. Bertumpu pada sebuah mekanisme pasar yang adil dengan prinsip persaingan yang sehat.
  2. Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
  3. Dapat mewujudkan pembangunan yang memiliki wawasan lingkungan dan berkelanjutan.
  4. Menjamin kesempatan yang serupa dalam berusaha juga bekerja.
  5. Terdapat perlindungan beberapa hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

3. Sistem Ekonomi Di Dalam UUD 1945

Berdasarkan pada UUD 1945 pasal 33 setelah amandemen :

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Demikian pembahasan lengkap mengenai sistem ekonomi di Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan dan memberi manfaat.

Baca Juga :