Seni Tari : Pengertian, Sejarah, Unsur dan Fungsinya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Sejarah, Unsur dan Fungsi Seni Tari

Seni Tari– Seni tari adalah salah satu jenis seni yang menggunakan gerak tubuh. Yang memiliki irama dan dilakukan di suatu saat tertentu, misalnya saat ada kegiatan atau acara. Pementasan seni tari biasanya dilakukan dalam dua bentuk, yaitu tari tradisional dan tari modern. Dengan teknologi yang semakin berkembang, kini kita bisa mempelajari seni tari dengan lebih mendalam.

Setelah sekian lama tidak terdengar, kini seni tari mulai digalakkan lagi. Perkembangan seni tari dapat dilihat dari banyaknya sekolah yang menambahkan seni tari, sebagai salah satu ekstrakurikuler. Sehingga generasi penari pun terus bertambah.

Di dalam sebuah seni tari ada banyak jenis dan macamnya. Misalnya saja tari tunggal, berpasangan, kelompok, atau kolosal. Tari tunggal biasanya hanya diperagakan oleh satu orang saja. Sedangkan tari kelompok diperagakan oleh lebih dari satu penari. Untuk tari berpasangan, biasanya dilakukan oleh dua orang penari.

Untuk tari kolosal sendiri biasanya diperagakan oleh beberapa kelompok. Dan diperagakan di seluruh daerah di Indonesia.

Sejarah Seni Tari Di Indonesia

Pada suatu acara adat, peran tari dalam suatu upacara kerajaan misalnya akan sangat berpengaruh. Dari dulu sampai sekarang, tarian sering digunakan untuk penyambutan tamu. Sejarah seni tari di Indonesia selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Berikut ini penjelasan lengkap dari sejarah seni tari :

Era Primitif

Sebelum munculnya kerajaan di Indonesia, tarian telah dipercaya sebagai sebuah daya yang magis dan sakral. Lalu terciptalah tarian yang digunakan yang berdasar pada kepercayaan orang-orang di masa itu. Salah satunya adalah tarian hujan, eksorsisme, kebangkitan dan lain sebagainya.

Diciptakannya tarian itu berdasar dan terilhami pada gerakan alam, yang meniru gerakan pada makhluk hidup. Misalnya dengan menirukan gerakan binatang yang akan diburu. Pada umumnya gerakan tari di era primitif ini dilakukan bersama-sama ataupun berkelompok.

Baca Juga :  Budi Utomo : Tokoh Pendiri, Sejarah Lengkap, Perkembangan dan Hasil Kongres Budi Utomo

Era Hindu Budha

Sejarah kesenian seni tari di Indonesia berlanjut ke penyebaran agama hindu budha. Yang terpengaruh oleh budaya yang dibawa para pedagang. Dimulai dari era Hindu Budha, tarian pun mulai memiliki standarisasi dan patokan. Karena adanya sebuah literatur mengenai seni tari. Literatur pada kesenian tari ini diciptakan oleh Bharata Muni, yang berjudul Natya Sastra. Yang membahas 64 jenis gerakan tangan mudra.

Era Islam

Di era penyebaran agama islam tarian diperagakan oleh orang-orang yang berasal dari luar Indonesia. Serta dilakukan ketika hari raya tiba. Perkembangan seni tari di Indonesia pada era islam ini dimulai di tahun 1755 ketika kerajaan Mataram Islam dibagi menjadi dua.

Dengan terbaginya kerajaan Mataram tersebut, kedua kerajaan tersebut mulai menunjukkan identitas mereka lewat sebuah seni tari. Tarian yang ditampilkan pun dapat menjadi sebuah ciri khas an identitas dari masing-masing kerajaan.

Era Penjajahan

Sejarah kesenian tari di Indonesia mulai mengalami kemunduran di era penjajahan. Karena pada saat itu suasana pun sedang kacau. Namun seni tari ini tetap diperagakan di istana dan dapat dipelihara dengan baik. Di masa penjajahan seni tari hanya diperagakan di beberapa acara penting kerajaan saja.

Contoh tarian yang diilhami dari sebuah perjuangan rakyat di masa penjajahan adalah,  Tari Prawiroguno. Tarian tersebut adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah, yang menggambarkan kegagahan prajurit di masa itu. Prajurit di tarian itu menggunakan senjata sebagai tameng dan alat untuk melindungi diri sendiri.

Era Setelah Merdeka

Di era merdeka seni tari kembali berjalan sehingga seni tari digunakan untuk beberapa upacara adat dan keagamaan. Tarian yang berkembang saat ini adalah sebuah hiburan. Selain itu banyak juga anak-anak muda yang mulai tertarik dengan seni tari. Buktinya banyak anak-anak muda yang memperagakan berbagai jenis tari. Mulai dari tari tradisional sampai tari modern.

Unsur Seni Tari

Seni tari adalah sebuah gerakan ritmis yang diikuti oleh suatu irama tertentu dengan alunan musik. Tentu ada unsur seni tari yang harus selalu ada di setiap pementasan tari. Berikut ini beberapa unsur seni tari yang ada :

Baca Juga :  Jumlah Penduduk Indonesia Dari Tahun 2016-2019 Lengkap

1. Jenis gerakan

Di dalam sebuah seni tari gerakan adalah sebuah poin penting yang harus diperlihatkan. Beberapa gerakan dalam tari memiliki aturan baku dengan nilainya tersendiri. Sehingga emosi dan ekspresi dari seorang penari bisa ditampilkan dengan cara yang tepat.

Di dalam sebuah pementasan tari, anggota tubuh yang digerakkan meliputi tiga bagian. Yaitu anggota tubuh bagian atas, anggota tubuh bagian tengah dan anggota tubuh di bagian bawah.

2. Musik

Sebuah tarian juga harus dilengkapi dengan alunan sebuah musik. Biasanya alunan musik ini dimainkan dengan menggunakan instrumen, atau suara yang berasal dari anggota tubuh. Misalnya tari kecak dan saman yang diiringi dengan suara dari manusia (penari).

Sebuah musik juga menimbulkan kesan tersendiri yang menunjukkan suatu identitas yang berasal dari daerah tarian tersebut. tidak semua tarian dapat menggunakan satu instrumen saja, atau alat musik yang sama.

3. Kostum

Unsur yang harus ada di dalam seni tari adalah kostum, selain menjadi unsur dari seni tari kostum juga menjadi sebuah identitas dan lambang dari suatu jenis tarian tertentu. Aksesoris yang ada di dalam kostum tari, juga bisa menjadi simbol tertentu yang behubungan dengan seni tari.

Sebuah kostum pada sebuah tarian harus memperlihatkan nilai keindahan atau estetika, yang dapat menunjang sebuah penampilan pada tarian. Kostum tari untuk upacara atau untuk sekadar hiburan tentu saja berbeda. Perbedaan yang paling mendasar dari keduanya adalah kesederhanaan dari kostum itu sendiri.

Fungsi Seni Tari

Di dalam dunia seni tari gerak tari adalah hal yang tak dapat dipisahkan dengan seni. Bila diresapi kembali maka seni tari memiliki beberapa fungsi demi keberlangsungan hidup manusia. Berikut ini beberapa fungsi yang ada di dalam seni tari :

1. Sebagai sarana hiburan

Tarian adalah sebuah karya seni yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Sama halnya dengan karya seni lainnya. Sebuah tarian menjadi hal yang disukai banyak orang, mulai dari pecinta seni sampai masyarakat awam. Maka munculah fungsi dari sebuah seni tari yang merupakan sebuah sarana hiburan.

Baca Juga :  Hipertensi : Pengertian, Gejala, Penyebabnya, Makanan Yang Dapat Menurunkan Hipertensi Lengkap

Indonesia memiliki beraneka ragam tarian, yang berasal dari setiap daerah yang sering dipentaskan. Sering juga ditemui di beberapa pesta rakyat yang menampilkan berbagai macam kesenian, termasuk beberapa tarian di daerah.

2. Sebagai sarana bergaul

Bukan hanya sebagai sarana hiburan, tapi seni tari juga bisa dijadikan sarana bergaul. Karena bergaul adalah hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Dengan bergaul juga maka dapat memupuk suatu kerukunan antar sesama manusia.

Dengan beragam latar belakang manusia yang disatukan ke dalam sebuah pertunjukkan seni tari. Baik sebagai penonton maupun sebagai penari. Banyak juga tarian daerah yang melibatkan penonton untuk ikut andil dalam sebuah pertunjukkan tari.

3. Sebagai sarana upacara sakral

Fungsi lainnya dari seni tari, juga bisa sebagai sarana upacara adat dan upacara keagamaan. Tarian juga dapat menjadi sarana dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Tarian dapat menjadi sarana upacara sejak zaman dahulu, dan sejak zaman kerajaan belum muncul di Indonesia.

Contoh sederhana dari fungsi seni tari yang satu ini, dapat anda temukan di Bali. Karena mereka menggunakan seni tari sebagai salah satu sarana ibadah. Tarian di acara sakral juga dipertunjukkan di suatu momen tertentu, yang terinspirasi dari peristiwa atau legenda.

Seni tari adalah seni yang tak lepas dari segala kegiatan yang dilakukan manusia. Bukan hanya sebagai hiburan atau upacara, tarian juga bisa menjadi sebuah media untuk hidup sehat. Karena dengan memperagakan sebuah tarian, tubuh akan bergerak dan hal itu bisa melancarkan sirkulasi darah.

Sebagai masyarakat yang memiliki banyak jenis tarian, tarian daerah harus dilestarikan agar tidak lekang oleh zaman. Dan jangan sampai tarian Indonesia diakui oleh negara lain, karena tak dipelihara dengan baik oleh orang Indonesia sendiri.

Demikian pembahasan seni tari lengkap dengan pengertian, sejarah, unsur, fungsi dan lain sebagainya. Semoga dapat menambah wawasan.

Baca Juga :