PPKI : Pengertian, Sejarah, Tugas, Anggota dan Sidangnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Sejarah PPKI, Pengertian, Tugas, Anggota dan Sidang PPKI

Sejarah PPKI– PPKI atau yang disebut dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau yang dalam bahasa Jepangnya disebut dengan Dookuritsu Junbi Iinkai.Merupakan panitia yang bertugas dalam melanjutkan tugas dari BPUPKI setelah dibubarkannya BPUPKI pada tanggal 7 Agustus 1945.

Tugas PPKI lainnya adalah meresmikan pembukaan atau preambule dan batang tubuh dari UUD 1945. PPKI ini diresmikan oleh Jendral Terauchi di tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Ho Chi Minh Vietnam. Peresmian PPKI dihadiri oleh Ir.Soekarno, Moch.Hatta, Dr.Rajiman Wedyodiningrat.

Keanggotaan PPKI

PPKI diketuai oleh Ir.Soekarno dan wakilnya adalah Moch.Hatta. anggotanya berjumlah 21 orang, yang juga merupakan para tokoh utama dari pergerakan nasional Indonesia. Anggota dari PPKI ini terdiri dari beragam etnis yang berasal dari Nusantara. Yaitu 12 orang etnis Jawa, 3 orang etnis Sumatera, 2 orang etnis Sulawesi, 1 orang etnis Kalimantan, 1 orang etnis Nusa Tenggara, 1 orang etnis Maluku, dan 1 orang etnis Tionghoa.

Beberapa orang yang menjadi anggota dari PPKI tersebut diantaranya yaitu  Mr. Soepomo, Dr. Radjiman Wedyodiningrat, R. P. Soeroso, Soetardjo Kartohadikoesoemo, Kiai Abdoel Wachid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Otto Iskandardinata, Abdoel Kadir,  Pangeran Soerjohamidjojo, Pangeran Poerbojo, Dr. Mohammad Amir, Mr. Abdul Maghfar, Mr. Teuku Mohammad Hasan, Dr. GSSJ Ratulangi, Andi Pangerang, A.H. Hamidan, I Goesti Ketoet Poedja, Mr. Johannes Latuharhary, Drs. Yap Tjwan Bing.

Tetapi tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang, anggota PPKI ini ditambah lagi 6 orang yang terdiri dari Achmad Soebardjo, Sajoeti Melik, Ki Hadjar Dewantara, R.A. A. Wiranatakoesoema, Kasman Singodimedjo, Iwa Koesoemasoemantri.

Golongan pemuda ternyata memberi reaksi yang tidak suka terhadap organisasi PPKI. Mereka menganggap bahwa PPKI hanya bentukan pemerintah militer Jepang, yang akan memihak Jepang. Tetapi di lain pihak sebenarnya PPKI adalah badan yang sangat berguna, dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pada saat itu. Dalam mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia, tentu akan ada beragam hal yang harus dipersiapkan oleh mereka. Untuk berdirinya suatu negara baru yaitu Indonesia. Namun cepat atau lambat kemerdekaan yang dijanjikan oleh pemerintah Jepang, bergantung kepada cara kerja PPKI itu sendiri.

Baca Juga :  Peradaban : Pengertian dan Ciri-Cirinya Lengkap

Akhirnya Jendral Terauchi pun memutuskan bahwa pemerintah Jepang, akan memberi kemerdekaan pada negara Indonesia di tanggal 24 Agustus 1945. Dan seluruh persiapan kemerdekaan tersebut, ia serahkan sepenuhnya pada PPKI.

Peristiwa Rengasdengklok

Pada awalnya PPKI berencana akan mengadakan sidang di tanggal 16 Agutus 1945, namun sayangnya tidak bisa dilaksanakan karena terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa tersebut berkaitan dengan menyerahnya Jepang pada sekutu, pada tanggal 15 Agustus 1945. Golongan muda pun akhirnya mendesak PPKI agar segera menyiapkan kemerdekaan. Golongan pemuda ini terdiri dari Soekarni, Adam Malik, Kusnaini, Sutan Sjahrir, Soedarsono, Soepomo, dan beberapa kawan yang mendesak Ir.Soekarno, untuk segera mengumandangkan proklamasi. Sayangnya golongan tua malah menolak hal tersebut, karena mereka beralasan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dipersiapkan dengan sangat matang.

Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan yang saat itu dilakukan oleh para golongan muda. Khususnya dilakukan oleh Adam Malik dan Chairul Saleh pada Ir.Soekarno dan Moch.Hatta. pada pukul 04.30. WIB, Ir.Soekarno dan Moch.Hatta dibawa ke Rengasdengklok Karawang untuk didesak agar segera menyelenggarakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mereka juga mendesak agar tercapai kesepakatan antara para golongan tua dengan golongan muda, tentang waktu pelaksanaan proklamasi.

Pembacaan proklamasi ini dilakukan oleh Ir.Soekarno, dan Moch.Hatta yang semula akan dilaksanakan di hari Kamis di Rengasdengklok di rumah Djiaw Kie Song. Bukan hanya itu naskan teks proklamasi juga sudah dibuat, dan bendera merah putih sudah mulai dikibarkan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia di hari sebelumnya yaitu hari Rabu 15 Agustus 1945. Karena memang berpikir bahwa kemerdekaan Indonesia akan terjadi di hari berikutnya.

Kemudian Kunto dan Achmad Subarjo yang tidak mendapat kabar apapun dari Jakarta, memutuskan untuk pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Ir.Soekarno dan Moch.Hatta. untuk kemudian berangkat ke Jakarta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Yang berlokasi di Jl.Pegangsaan Timur No 56. Di tanggal 16 Agustus pada tengah malam, rombongan pun sampai di Jakarta.

Baca Juga :  Masa-Masa Tanam Paksa Di Indonesia Tahun 1830-1870

Baru pada keesokan harinya di tanggal 17 Agustus 1945 dilakukanlah acara dengan upacara pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik, dengan menggunakan mesin tik yang diambil dari kantor Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (laut) Dr.Hermann Kandeler. Proklamasi tersebut diperdengarkan pada ribuan rakyat Indonesia dengan rahasia, melalui siaran radio oleh seorang pegawai radio yang menggunakan pemncar radio yang dikontrol oleh Jepang.

Sidang PPKI

Di tanggal 18 Agustus 1945 PPKI melakukan persidangan di bekas Gedurng Road Van Indie yang berlokasi di Jl Pejambon Jakarta. Di dalam sidang tersebut terjadilan permusyawaratan yang dilakukan hanya dalam hitungan menit saja, diantara kelompok yang berbeda pendapat. Tentang isi dari sila pertama Pancasial, yang tertuang ke dalam pembukaan Piagam Jakarta. Kelompok keagamaan yang beragama Non-Muslim yang berasal dari Timur, serta kelompok keagamaan yang menganut ajaran kebatinan dan golongan nasionalis, keberatan pada 7 kata tersebut. maka mereka pun meminta para tokoh yang beragama islam agar berlapang hati, untuk dilakukan perubahan. Akhirnya permusyawaratan itu berhasil membujuk para tokoh golongan islam, agar menghapus 7 kata sila pada pancasila yang tertuang ke dalam Piagam Jakarta. Atau Jakarta charter lalu menggantinya.

Moch.Hatta pun masuk ke dalam ruang sidang PPKI untuk melakukan pembacaan mengenai hasil dari 4 perubahan, hasil kesepekatan dan kompromi atas beberapa perbedaan pendapat di golongan itu. Isi dari hasil sidang itu diantaranya yaitu :

  1. Kata ‘muqqadimah’ yang berasal dari bahasa Arab, yang terdapat pada preambule UUD diganti dengan kata pembukaan.
  2. Di pembukaan keempat pada alinea bunyinya yaitu Ketuhanan, dengan maksud wajib menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya, diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka alinea tersebut menjadi sila pertama pada pancasila.
  3. Di pembukaan alinea keempat terdapat kalimat Menurut Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, lalu diganti dengan Kemanusiaan Yang Adil Dan beradab. Kalimat itu juga menjadi sila kedua dari pancasila.
  4. Pada pasal 6 ayat 1 UUD 1945 terdapat kalimat Presiden adalah orang yang beragama Islam, diganti menjadi Presiden adalah orang Indonesia asli.
Baca Juga :  BPUPKI : Sejarah, Tujuan, Anggota, Sidang Dan Pembubarannya Lengkap

Untuk sidang PPKI yang bertama menghasilkan beberapa hal seperti berikut :

  1. Melakukan pengesahan pada UUD 1945 yang sebelumnya terjadi perubahan di dalamnya.
  2. Memilih, menetapkan, serta mengangkat Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Yang dimana akhirnya diputuskan bahwa Presiden Indonesia adalah Ir.Soekarno, sedangkan wakilnya adalah Moch.Hatta.
  3. Untuk sementara pekerjaan Presiden dibantu oleh Komite yang bernama KNIP. Sebelum DPR dan MPR mulai dibentuk.

Di tanggal 19 Agustus 1945 diadakan kembali sidang kedua PPKI. Dengan hasil sebagai berikut :

  1. Membentuk kabinet yang terdiri dari 12 kementrian dan 4 mentri Negara.
  2. Membentuk pemerintahan daerah yang dimana tiap daerah dipimpin oleh seorang Gubernur.

Untuk sidang yang berikutnya yaitu sidang ketiga PPKI dilaksanakan di tanggal 22 Agustus 1945 dengan hasil seperti berikut :

  1. Membentuk komite nasional disamping pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat yang telah ada.
  2. Membentuk Partai Nasional yang menjadi sebuah parta politik.
  3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR.

Demikian penjelasan singkat mengenai sejarah PPKI, yang pada saat itu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini memberi manfaat dan pengetahuan kita bertambah.

Baca Juga :