Peta : Pengertian, Unsur, Jenis dan Fungsinya Lengkap

4.7 (93.33%) 21 votes

Pengertian Peta, Unsur Unsur Peta Serta Jenis dan Fungsi Peta

Peta sangat berguna karena mereka dapat memberikan informasi tentang keadaan bumi. Peta juga untuk mengetahui letak suatu daerah atau wilayah. Untuk lebih jelasnya, simak terus ulasan di bawah ini.

Pengertian Peta

Peta adalah gambar yang dibuat pada bidang datar dengan skala tertentu. Peta kerja untuk membentuk area atau wilayah tertentu. Peta dapat mencerminkan area yang besar atau sempit. Perbedaan lebar dan sempitnya gambar tergantung pada skala gambar yang digunakan. Koleksi peta yang tercatat disebut atlas. Ilmu yang belajar tentang peta disebut kartografi. Sedangkan orang yang ahli membuat peta disebut kartografi.

Unsur-Unsur Peta

Dalam konteksnya harus ada komponen yang harus ada agar informasi dapat diakses dan dipahami. Berikut ini adalah komponen peta yang harus tersedia di peta.

1. Judul Peta

Setiap peta harus memiliki judul. Judul peta biasanya dilakukan di bagian atas peta. Judul peta dan tipe peta yang terperinci. Peta bernama Indonesia Peta, Peta Pulau Jawa, Peta Kabupaten Kediri, Peta Wilayah Administrasi.

2. Skala Peta

Skala Peta adalah perbandainga jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya yang ada di lapangan. Berdasarkan bentuknya, skala dikelompokkan menjadi dua, yaitu skala garis dan skala angka.

  • Skala Garis (Skala Grafis)

Skala adalah skala yang berbeda dari ukuran tertentu. Skala garis biasanya diletakkan di atas legenda atau didalam kolom legenda.

  • Skala Angka (Skala Numerik)
Baca Juga :  Global Warming : Pengertian, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Skala adalah skala yang terdiri dari angka. Skala numerik biasanya ditempatkan di bagian di atas legenda atau di kolom Legend. Berikut ini contoh sejumlah angka:

Peta dengan skala 1: 1000.000, yang berarti jarak 1 cm pada peta sama dengan 1 juta cm atau 10 km jarak nyata. Peta dengan skala 1: 100.000, yang berarti 1 cm di peta sama dengan 100.000 cm atau 1 km jarak nyata.

3. Mata angin

Mata angin adalah petunjuk arah. Alat yang digunakan untuk menunjukkan arah angin disebut kompas. Arah angin dapat dibagi menjadi delapan arah yaitu utara, timur laut, timur, tenggara, barat daya, barat, barat laut.

Pada peta, gambar di bagian atas peta menunjukkan utara, timur kanan, barat kiri dan selatan. Ini adalah peta umum yang menggunakan bagian utara dengan simbol U, yang ditempatkan di bagian kosong dari peta utama.

4. Legenda

Legenda adalah bagian dari peta yang terdiri dari simbol atau deskripsi fitur utama pada peta yang digunakan untuk menggambarkan tempat di permukaan bumi.

Simbol peta adalah bentuk atau tanda yang mewakili penjelasan spesifik pada peta. Tujuan menggunakan simbol pada peta adalah untuk membantu dalam membaca dan memahami peta. Berdasarkan bentuknya, simbol dapat dibagi menjadi 4, yaitu:

1. Simbol titik

Simbol dadu untuk penampilan yang sempit. Contoh kota, gudang, gunung, pohon. Simbol titik terdiri dari berbagai bentuk dan bentuk, yaitu bentuk kotak, segitiga, lingkaran, dan bentuk lainnya.

2. Simbol area atau wilayah

Simbol daerah atau area yang menggambarkan area ketmpakan luas atau mempunyai luas seperti perkebunan, rawa-rawa, hutan, sawah, dan tegalan.

3. Simbol garis

Simbol ini memaksakan elemen penampilan memanjang. Misalnya jalan raya, rel kereta api, sungai dan sebagainya. Bentuknya bervariasi, misalnya, garis, garis sejajar, tanda plus dan titik, tanda plus dan kurang dan seterusnya.

4. Simbol warna

Simbol info untuk membedakan ketinggian tempat dan menghirup lautan. Warna-warna di peta memiliki karakteristik khusus, seperti cokelat (gunung tinggi atau pegunungan), merah dan hitam (bentang budidaya manusia seperti jalan raya, rel kereta api dan kota), putih (puncak gunung salju), biru (teluk, laut, dan lautan), hijau (dataran rendah), kuning (dataran tinggi).

Baca Juga :  Ekskresi, Sekresi dan Defekasi : Pengertian serta Perbedaannya Lengkap

5. Garis astronomi

Garis astronomi adalah garis lintang dan garis bujur dengan derajat yang terdaftar pada garis yang berbeda. Fungsi astronomi adalah sebagai berikut:

  1. Lintang dan garis untuk menemukan lokasi suatu tempat atau wilayah.
  2. Garis lintang untuk menentukan daerah iklim matahari dari area yang dipetakan.
  3. Garis arah untuk menentukan zona waktu di area yang dipetakan.

6. Inset

Inset adalah peta kecil di peta yang digunakan sebagai penunjuk ke lokasi yang dipetakan di area lain yang lebih luas. Inset digambar pada skala yang berbeda dengan skala peta utama.

7. Lettering

Tulisan di peta. Pada peta biasanya ada angka atau huruf yang menjelaskan setiap penampilan yang digambar di peta. Artikel ini adalah untuk menyaring nama sungai, danau, kota, dan nama lainnya. Nomor peta yang biasa adalah untuk menulis angka derajat dan tempat.

8. Sumber dan tahun pembuatan peta

Sumber peta disertakan untuk mencari tahu di mana peta itu diperoleh. Tahun pembuatan peta berguna untuk menggambarkan data yang mudah diubah. Sumber dan tahun membuat peta menjadi bagian bawah.

Jenis Peta

Peta dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu peta umum dan peta khusus.

1. Peta umum

Peta umum adalah peta umum.

Peta umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Peta topografi, yaitu peta yang merupakan permukaan bumi lengkap dengan relief. Relief adalah ketinggian permukaan bumi. Penggambaran relief bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk kontur. Garis kontur pada garis yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama. Peta topografi sangat berguna bagi pengunjung alam dan pendaki gunung untuk menemukan lokasi yang aman untuk membangun tenda atau sebelum perjalanan.
  • Peta korografi, yaitu peta-peta yang menggambarkan atau bagian dari alam yang bersifat umum, dan biasanya berskala menengah. Contoh peta korografi adalah atlas. Untuk mengetahui lokasi berbagai belahan bumi kita harus membuka atlas.
  • Peta dunia atau peta geografis, yang merupakan peta umum yang sangat kecil dengan melihat area yang sangat luas. Dengan peta ini kita bisa mengetahui lokasi benua dan negara di semua bagian dunia.
Baca Juga :  Air Permukaan : Pengertian, Macam-Macam dan Contohnya Lengkap

2. Peta khusus

Peta khusus atau juga disebut peta tematik, yaitu peta yang secara spesifik merupakan informasi dengan tema khusus/khusus. Misalnya, peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta kepadatan penduduk, peta iklim, peta hujan dan pariwisata.

Jenis Peta setelah skala:

  • Peta kadaster adalah peta sangat besar dengan skala> 1: 100 hingga> 1: 5000. Contoh: Peta tanah, Peta pertambangan.
  • Peta besar adalah peta dengan skala> 1: 5000 hingga> 1: 250.000. Contoh: peta kecamatan / kabupaten.
  • Peta sedang adalah peta yang memiliki skala> 1: 250.000 hingga> 1: 500.000. Misalnya: peta provinsi.
  • Peta kecil adalah peta yang memiliki skala> 1: 500.000 hingga> 1: 1.000.000. Misalnya: peta negara.
  • Peta geografis (sangat kecil) adalah peta dengan skala> 1: 1.000.000 dan di bawahnya. Misalnya: Peta benua/dunia.

Fungsi Peta

Umumnya digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Melepaskan lokasi tertentu di permukaan bumi.
  2. Tentukan arah dan tujuan tempat.
  3. Jelaskan luas dan bentuk penampilan di permukaan bumi secara alami, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk lainnya.
  4. Menyajikan data tentang potensi daerah yang bersangkutan.
  5. Menunjukkan tinggal atau kemiringan suatu tempat.
  6. Menyimpulkan data atau informasi geografis.
  7. menampilkan distribusi sifat alami dan non-alami.

Demikianlah ulasan yang membahasa tentang Pengertian Peta, Unsur Unsur Peta Serta Jenis dan Fungsi Peta ini. Semoga dengan adanya ulasan ini bisa beranfaat utnuk Anda yang membacanya, dan saya ucapkan terima kasih karena sudah membaca ulasan ini.