Pengertian Korupsi Secara Umum, Menurut Para Ahli Dan Menurut Undang-Undang

Rate this post

Pengertian Korupsi Secara Umum, Menurut Para Ahli Dan Menurut Undang-Undang

Pengertian Korupsi – Korupsi adalah suatu tindakan dari pejabat publik baik itu politisi maupun pegawai negeri, dan pihak lainnya yang terlibat dalam tindakan tersebut yang tidak wajar tidak legal. Dengan menyalahgunakan kepercayaan publik, yang dikuasakan pada mereka untuk mendapatkan keuntungan hanya sepihak.

Kata korupsi ini berasal dari bahasa latin yaitu corruptio, yang maknanya adalah busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalikan, dan juga menyogok. Sedangkan menurut ahli bahasa corruptio adalah bahasa latin yang lebih tua. Kata tersebut diubah ke dalam beberapa bahasa diantaranya yaitu corrups (Inggris), corruption (Perancis), corruptie/korruptie (Belanda) dan korupsi (Indonesia).

Pengertian korupsi secara luas adalah penyalahgunaan jabatan secara resmi, demi keuntungan pribadi semata. Setiap bentuk pemerintahan di seluruh dunia rentan terhadap korupsi dan praktiknya. Berat dari korupsi ini berbeda-beda, dari yang paling ringan bentuknya sampai bentuk penggunaan dalam pengaruh dan dukungan dalam memberi dan menerima pertolongan, sampai korupsi berat yang telah diresmikan. Titik ujung dari tindakan korupsi adalah kleptokrasi, yang secara harfiah artinya adalah pemerintahan yang dilakukan oleh para pencuri. Yang dimana mereka bertindak sama sekali tidak jujur.

Di dalam ilmu politik, definisi dari korupsi adalah penyalahgunaan jabatan administrasi, ekonomi, dan politik. Baik yang disebabkan oleh diri sendiri ataupun orang lain. Yang tujuannya adalah demi keuntungan pribadi yang kemudian menyebabkan kerugian bagi masyarakat secara umum, perusahaan, atau pribadi yang lainnya.

Dilihat dari sudut pandang ekonomi para ahli mengatakan bahwa definisi korupsi adalah pertukaran yang menguntungkan, diantara prestasi dan kontraprestasi, imbalan dan non materi. Yang terjadi secara diam-diam atau sukarela yang melanggar berbagai norma yang berlaku. Setidaknya hal itu merupakan penyalahgunaan jabatan atau wewenang, yang dipunyai oleh salah satu pihak yang terlibat di dalam bidang umum dan juga swasta.

Kesimpulannya korupsi adalah perbuatan yang buruk seperti misalnya penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan lain-lain. Yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau juga korporasi. Yang kemudian mengakibatkan kerugian keuangan pada negara. Atau sebagai tindakan penyelewengan dan penggelapan, baik uang negara atau uang lainnya yang dilakukan untuk kepentingan sendiri.

Korupsi juga dapat diartikan sebagai tindakan seseorang dalam menyalahgunakan kepercayaan, di dalam masalah atau organisasi dalam mendapatkan keuntungan. Atau kegiatan yang merugikan kepentingan publik, serta masyarakat luas demi kepentingan pribadi atau suatu kelompok tertentu.

Pengertian Korupsi Menurut Undang-Undang

1. UU No 31 Tahun 1999

Pengertian korupsi menurut UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, adalah setiap orang yang termasuk pada kategori melawan hukum, melakukan suatu perbuatan yang memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri, atau orang lain. Atau adanya korporasi. Dengan menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan atau sarana yang ada pada seseorang, karena jabatan atau kedudukannya bisa merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

2. UU No 20 Tahun 2001

Pengertian korupsi menurut UU No 20 Tahun 2001 adalah sebuah tindakan yang melawan hukum, yang maksudnya adalah untuk memperkaya dirinya sendiri, orang lain. Atau sesuatu yang mengakibatkan kerugian pada negara dan perekonomiannya.

Baca Juga :  Perusahaan Perseorangan : Pengertian, Syarat dan Ciri-Cirinya Lengkap

3. UU No 24 Tahun 1960

Pengertian korupsi menurut UU No 24 Tahun 1960 adalah perbuatan seseorang dalam melakukan kejahatan. Dengan menyalahgunakan jabatan atau kedudukannya.

Pengertian Korupsi Menurut KBBI

Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia korupsi adalah penyelewangan atau penyalahgunaan uang negara, atau bahkan uang perusahaan demi keuntungan pribadi dan orang lain.

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Alatas (1987)

Pengertian korupsi menurut Alatas adalah pencurian yang dilakukan melalui penipuan dalam situasi yang mengkhianati suatu kepercayaan. Korupsi menjadi wujud perbuatan yang immoral dari suatu dorongan, dalam mendapatkan sesuatu untuk menggunakan metode penipuan dan juga pencurian. Nepotisme dan korupsi otogenik juga merupakan bentuk dari korupsi.

Bank Dunia

Pengertian korupsi menurut Bank Dunia adalah sebuah pemanfaatan kekuasaan dalam mendapatakan keuntungan pribadi. Dilihat dari definisi dari korupsi ini maka nepotisme dan kolusi juga termasuk ke dalam korupsi atau bentuk dari korupsi itu sendiri.

Kusuma (2003)

Pengertian korupsi menurut Kusama adalah pemanfaatan kekuasaan dalam mendapatkan keuntungan pribadi.

Asyumardi Mazhar

Pengertian korupsi menurut Asyumardi Mazhar adalah tindakan gelap dan tidak sah, dalam mendapatkan keuntungan pribadi atau suatu kelompok.

Guy Benveniste

Pengertian korupsi menurut Guy Benveniste dibagi menjadi beberapa macam. Diantaranya yaitu :

  • Pengertian secara illegal corruption yaitu suatu jenis tindakan yang membongkar dan juga mengacaukan bahasa atau maksud hukum, serta peraturan dan regulasi tertentu. Efektivitas pada jenis korupsi ini dapat diukur. Tetapi masih bisa dikendalikan.
  • Pengertian secara mercenary corruption adalah sesuatu yang sejenis dengan korupsi, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Pada umumnya korupsi jenis ini banyak dipakai oleh kompetitor politik, di dalam suksesi atau kampanye politik.
  • Pengertian secara korupsi ideologis (ideological corruption) adalah jenis korupsi yang dilakukan untuk kepentingan kelompok, karena komitmen ideologis seseorang yang mulai tertanam atas nama kelompok tertentu. Pada umumnya korupsi jenis ini sulit dilacak atau diketahui secara material.

The Lexicon Webster Dictionary

Pengertian korupsi menurut The Lexicon Webster Dictionary adalah ebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.

Nurdjana (1990)

Pengertian korupsi menurut Nurdjana adalah erbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan hukum.

Muhammad Ali

Pengertian korupsi menurut Muhammad Ali dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Korup artinya sikap yang buruk, busuk, suka menerima uang suap atau sogok, dan memakai kekuasaan untuk kepentingannya sendiri.
  • Korup artinya perbuatan yang buruk seperti misalnya penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan lain sebagainya.
  • Koruptor adalah orang yang melakukan korupsi.

Agus Mulya Karsona (2011 :23)

Pengertian korupsi menurut Agus Mulya Karsona (2011 :23) adalah suatu perbuatan yang busuk, jahat, dan merusak yang menyangkut sebuah perbuatan yang sifatnya amoral, sifat dan keadaan yang busuk, yang menyangkut jabatan instansi atau pemerintah, penyelewengan kekuasaan dalam jabatan karena pemberian, yang menyangkut faktor ekonomi dan politik, yang menjadi penempatan keluarga atau golongan ke dalam kedinasan di bawah kekuasaan jabatan.

Haryatmoko

Pengertian korupsi menurut Haryatmoko adalah sebuah upaya campur tangan dalam menggunakan kemampuan, yang diperoleh dari posisinya dalam menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh, uang dan kekayaan demi keuntungan pribadinya.

Brooks

Pengertian korupsi menurut Brooks adalah suatu hal yang dilakukan dengan sengaja dalam melakukan kesalahan, atau melalaikan suatu tugas yang diketahuinya sebagai kewajiban. Atau tak adanya keuntungan yang bersifat pribadi.

Baca Juga :  √ Indeks Buku : Pengertian, Bagian-bagian dan Contohnya Lengkap

Poerwadarminta

Pengertian korupsi menurut Poerwadarminta adalah perbuatan yang buruk seperti misalnya penggelapan uang, menerima uang sogok dan lain sebagainya.

Kartono (1983)

Pengertian korupsi menurut Kartono (1983) adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenangnya  dan jabatannya dalam mengeduk keuntungan pribadi, dan merugikan kepentingan umum dan juga negara.

Robert Klitgaard

Pengertian korupsi menurut Robert Klitgaard adalah tingkah laku yang menyimpang dari tugas resmi jabatannya di dalam negara, yang dimana hal itu dilakukan untuk mendapatkan keuntungan status atau uang yang menyangkut pribadi, perorangan, keluarga dekat atau kelompok sendiri. Atau hal yang melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut pada tingkah laku pribadi. Pengertian korupsi ini dilihat dari perspektif administrasi negara.

Nathaniel H. Left

Pengertian korupsi menurut Nathaniel H. Left adalah segala cara diluar hukum yang digunakan oleh perorangan atau golongan dalam memengaruhi tindakan birokrasi.

Jose Veloso Abueva

Pengertian korupsi menurut Jose Veloso Abueva adalah menggunakan kekayaan negara (uang atau barang milik negara) untuk memperkaya dirinya sendiri.

Juniadi Suwartojo (1997)

Pengertian korupsi menurut Juniadi Suwartojo (1997) adalah tingkah laku atau tindakan seseorang atau lebih, dalam melanggar beberapa norma yang berlaku. Dengan menggunakan atau menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui beberapa proses yaitu pengadaan, penetapan pungutan penerimaan atau pemberian fasilitas atau jasa lainnya yang dilakukan pada kegiatan penerimaan dan/atau pengeluaran uang atau kekayaan, penyimpanan uang atau kekayaan serta dalam perizinan dan/atau jasa lainnya dengan tujuan keuntungan pribadi atau golongannya sehing langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan dan/atau keuangan negara/masyarakat.

Philip

Pengertian korupsi menurut Philip adalah penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan, untuk kepentingan pribadi. Atau sebuah perilaku yang tidak mematuhi perinsip dalam mempertahankan jarak. Artinya dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi, apakah dilakukan oleh perorangan di sektor swasta, atau oleh pejabat publik, hubungan pribadi atau keluarga yang tidak memainkan peranannya. Dalam pengertian korupsi ini korupsi disebabkan oleh seseorang yang lalai dalam wacana untuk mempertahankan jarak.

Johston

Pengertian korupsi menurut Johston adalah sebuah tingkah laku yang menyimpang, dari tugas yang resmi di dalam perang sebagai pegawai pemerintah karena kekayaan yang dimilikinya sendiri. Atau perolehan status dalam melanggar peraturan pada pelaksanaan jenis tertentu, dari pengaruh yang dianggap miliknya sendiri.

Anwar (2006:10)

Pengertian korupsi menurut Anwar (2006:10) adalah penyalahgunaan amanah demi kepentingan pribadi.

Mohtar Mas’oed (1994)

Pengertian korupsi menurut Mohtar Mas’oed (1994) adalah perilaku yang menyimpang dari kewajiban yang formal, dalam suatu jabatan publik untuk mendapatkan keuntungan ekonomis atau statusnya bagi diri sendiri, keluarga dekat dan lain sebagainya.

Alfiler (1986)

Pengertian korupsi menurut Alfiler (1986) adalah suatu perilaku yang dirancang dengan sesungguhnya, yang menjadi perilaku yang menyimpang dari norma yang diharap dengan sengaja dilakukan untuk mendapat imbalan material atau penghargaan lainnya.

Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio

Pengertian korupsi menurut Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio adalah perbuatan curang mengenai tindakan pidana yang bisa merugikan keuangan negara dan juga perusahaan.

Prof Subekti

Pengertian korupsi menurut Prof Subekti adalah tindakan perdana yang memperkaya dirinya sendiri, yang dimana secara langsung merugikan negara atau ekonomi negara.

Jacob Van Klaveren

Pengertian korupsi menurut Jacob Van Klaveren adalah sesuatu hal yang jika seorang abdi negara memiliki jiwa yang korup, dan menganggap kantor atau instansinya sebagai perusahaan dagang. Sehingga di dalam pekerjaannya akan diusahakan pendapatan semaksimal mungkin dengan cara apapun.

Baca Juga :  Seni Rupa Murni dan Terapan : Pengertian, Fungsi dan Contohnya Lengkap

Huntington (1968)

Pengertian korupsi menurut Huntington (1968) adalah perilaku dari seorang pejabat publik yang menyimpang dari norma, yang diterima oleh masyarakat. Perilaku menyimpang tersebut bertujuan dalam rangka untuk memenuhi kepentingan pribadi.

Dr. Kartini Kartono

Pengertian korupsi menurut Dr. Kartini Kartono adalah tingkah laku yang menggunakan jabatan dan juga wewenang, dalam mengeruk keuntungan pribadi dan merugikan kepentingan umum.

Nye, J.S (1967)

Pengertian korupsi menurut Nye, J.S (1967) adalah sebuah perilaku menyimpang dari aturan etis yang formal, yang menyangkut dalam tindakan seseorang di dalam posisi otoritas publik yang disebabkan oleh motif pada pertimbangan pribadi. Seperti misalnya pada kekayaan, kekuasaan, dan juga status.

Montesquieu

Pengertian korupsi menurut Montesquieu adalah suatu proses yang disfungsional par execellence, yang dimana sistem politiknya berubah menjadi sebuah sistem yang buruk. Misalnya suatu monarki yang berubah menjadi sebuah depotisme.

Rousseau

Rousseau menjelaskan bahwa korupsi disebabkan oleh sistem politik yang salah.

Waterbury (1976)

Pengertian korupsi menurut Waterbury (1976) pada segi hukum adalah tingkah laku yang mengurus kepentingannya sendiri, dengan merugikan orang lain yang oleh pejabat pemerintah langsung melanggar batas hukum atas tingkah laku tersebut. pengertian korupsi pada segi norma adalah sebuah hukum yang dilanggar oleh pelaku korupsi, misalnya pejabat yang menyalahgunakan kekuasaanya pada prosesnya. Di negara tertentu kedua pengertian korupsi ini disamakan.

Gunnar Myrdal

Pengertian korupsi menurut Gunnar Myrdal adalah suatu masalah yang ada di dalam pemerintahan, karena kebiasaan dalam melakukan penyuapan dan ketidakjujuran dalam membuka jalan membongkar korupsi, serta tindakan hukum pada pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan pembenar yang utama pada KUP militer.

Syeh Hussein Alatas

Pengertian korupsi menurut Syeh Hussein Alatas adalah subordinasi dari sebuah kepentingan umum di bawah kepentingan pribadi, yang mencakup pelanggaran dalam norma, tugas, dan juga kesejahteraan umum. Yang dilakukan dengan kerahasiaan, penghianatan, penipuan dan kemasabodohan yang diderita oleh rakyat.

Hornby

Pengertian korupsi menurut S.Hornby adalah pemberian atau penawaran dan penerimaan hadiah, yang berupa suap, kebusukan atau keburukan.

Henry Campbell Black

Pengertian korupsi menurut Henry Campbell Black adalah perbuatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan suatu keuntungan, yang tidak sesuai dengan kewajiban resmi dan hak dari pihak lainnya.

Mubyarto

Pengertian korupsi menurut Mubyarto adalah masalah politik yang lebih dari ekonomi yang menyeluruh yang menyentuh suatu keabsahan pemerintah, di mata generasi muda, kaum elite terdidik dan para pegawai pada umumnya. Akibatnya berkurangkan dukungan pada pemerintah dari kelompok elite pada tingkat provinsi dan kabupaten. Definisi korupsi yang diungkapkan oleh Mubyarto adalah menyoroti korupsi, dari segi politik dan ekonomi.

Unsur Korupsi

  • Perbuatan melawan hukum,
  • Penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
  • Memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
  • Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Jenis Korupsi

  • Memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
  • Penggelapan dalam jabatan,
  • Pemerasan dalam jabatan,
  • Ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
  • Menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).

Itulah penjelasan mengenai pengertian korupsi secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan memberi manfaat.

Baca Juga :