HIV Dan AIDS : Pengertian serta Cara Penyebarannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian HIV dan AIDS Yang Harus Dipahami

Pengertian HIV– HIV atau human immunodeficiency virus adalah sebuah virus yang masuk ke dalam tubuh, dan bisa menyebabkan AIDS. HIV ini akan merusak sistem kekebalan tubuh manusia, karena HIV juga merusak sel darah putih yang ada di dalam tubuh manusia.

Pengertian HIV secara rinci adalah H = Human, yang artinya virus ini hanya dapat menginfeksi manusia saja. I=immunodeficiency, artinya sistem kekebalan tubuh pada manusia menurun, V = Virus memiliki karakteristik dengan mereproduksi diri sendiri di dalam sel tubuh manusia.

HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh, yang dimana sistem tersebut adalah pertahanan tubuh manusia terhadap serangan penyakit. Bila sistem kekebalan tubuh manusia dirusak oleh virus, maka hal itu akan mengembang menjadi AIDS atau  Acquired Immune Deficiency Syndrome. Artinya tubuh manusia tersebut akan mendapat infeksi dan penyakit, yang biasanya dilawan oleh tubuh.

Ketika seseorang dites HIV dan positif, maka bukan berarti orang tersebut positif terkena AIDS. Karena banyak juga orang yang terkena HIV positif, tetapi hidup dengan sehat selama bertahun-tahun. Apalagi dengan ditemukannya banyak obat-obatan yang baru, yang bisa menghambat virus HIV dalam menginfeksi sel-sel yang masih sehat dalam tubuh.

Namun sampai saat ini belum ada obat yang tepat untuk menangani HIV dan AIDS tersebut, karena obat yang ada saat ini fungsinya hanya menghambat perkembangan penyakit dan meningkatkan harapan hidup bagi orang tersebut.

Pengertian HIV/AIDS Dan Rusaknya Sel Di Dalam Tubuh

Di dalam tubuh manusia terdapat sel darah putih yang disebut dengan sel CD4. Fungsi dari sel CD4 itu sendiri adalah untuk mengatur segala kegiatan dalam kekebalan tubuh, tetapi kondisinya tergantung pada ada atau tidak adanya kuman yang harus dihancurkan oleh HIV. Untuk masuk ke dalam tubuh, lalu menulari sel. Bila penularan ini terjadi maka virus HIV akan menjadi pabrik, untuk membuat miliaran virus lagi.

Baca Juga :  28 Pengertian Ergonomi Beserta Definisnya Lengkap

Dan bila sel tersebut hancur, maka sistem kekebalan di dalam tubuh akan kehilangan kesempatan untuk melindungi tubuhnya dari serangan penyakit. Setelah perjalanan infeksi oleh HIV tersebut berhasil, maka penggandaan virus pun akan menjadi semakin cepat.

Umumnya pada 3 bulan pertama sistem kekebalan tubuh akan mulai diaktifkan. Sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi untuk HIV dan viral load. Atau jumlah partikel di dalam virus dalam 1 ml atau 1 cc darah. Akan mulai menurun.

Semakin banyak jumlah partikel virus yang ada di dalam darah, maka akan semakin tinggi resiko anda untuk menularkan virus tersebut dan mengalami komplikasi HIV. Seperti misalnya infeksi oportunitis dan juga AIDS. Proses yang satu ini disebut juga dengan serokonversi.

Gejala yang terlihat pada orang yang terkena HIV positif adalah, demam, kelenjar getah bening membengkak, terdapat ruam pada kulit, dan sakit kepala yang bisa bertahan selama 10-14 hari. Di masa-masa ini biasanya viral load menjadi sangat rendah, karena sistem kekebalan tubuh akan terus menghancurkan virus yang baru.

Tetapi di akhir penggandaan akan menjadi lebih cepat, daripada kemampuan menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan viral load yang meningkat lagi. Sebelum permulaan AIDS, ada lagi beberapa gejala yang mungkin timbul seperti hilangnya berat badan dengan cepat, tidak ada tenaga, jumlah keringat berlebih, demam dan ruam di sekitar kulit yang akan bertahan lama.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa setelah 10 tahun, seorang penderita HIV sekitar 50% nya tidak akan berkembang menjadi AIDS. Karena setelah HIV menyerang tubuh seseorang sekitar 5-10 tahun pertama, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menjadi lemah dan terdapat satu atau lebih penyakit yang menyerang tubuhnya. Yang akan muncul atau bahkan lebih parah dari biasanya. Sehingga tahap terjangkitnya HIV, akan memasuki tahap AIDS.

Baca Juga :  Pengertian Statistik : Fungsi, Tujuan Dan Jenisnya Lengkap

Beberapa gejalanya hampir serupa dengan jenis infeksi virus lainnya. Sehingga banyak orang yang terinfeksi HIV, tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya telah terinfeksi sampai bertahun-tahun lamanya. Bahkan ada yang sampai mencapai stadium lanjut.

Memahami Bagaimana Virus HIV Menyerang Tubuh Manusia

Beberapa virus memang bisa ditularkan dari satu orang pada orang lainnya, dengan cara yang berbeda-beda. Sedangkan virus HIV hanya bisa ditularkan saat cairan tubuh dari seseorang yang masih hidup, dengan HIV yang memasuki aliran darah orang yang lainnya.

Bagaimana sistem kekebalan tubuh anda dalam melawan virus HIV? Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri dari banyak sel, yang berbeda-beda dan bekerja sama untuk menghancurkan dan menemukan suatu virus tertentu. Serta bakteri dan kuman lainnya yang akan menyebabkan infeksi dan suatu penyakit. Sel darah putih merupakan sel-sel sistem kekebalan tubuh, yang sangat penting dalam membantu mengkoordinasikan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Khususnya virus HIV akan menginfeksi dan menggunakan sel CD4, sebagai tempat untuk berproduksi. Yang sekaligus menghancurkan sel CD4 yang sedang berproses. Ketika sel CD4 semakin lemah maka otomatis sistem kekebalan tubuh orang tersebut, juga akan semakin melemah.

Bila sistem kekebalan tubuh seseorang sudah melemah, resiko dalam mengembangkan infeksi dan juga penyakit akan lebih besar. Seiring dengan berjalannya waktu yang tidak dalam kondisi pengobatan, maka jumlah sel CD4 akan menjadi sangat rendah. Sehingga memungkinkan untuk orang tersebut terkena AIDS.

Virus HIV terbagi menjadi dua tipe, diantaranya yaitu HIV-1 dan HIV-2. Masing-masing tipe akan terbagi lagi menjadi beberapa subtipe. Di beberapa kasus infeksi HIV ini disebabkan oleh HIV-1, dan 90% diantaranya merupakan HIV-1 subtipe M. sedangkan HIV-2 diketahui hanya menyerang sebagian kecil orang yang terkena HIV.

Baca Juga :  Stress Kerja : Pengertian, Definisi, Kategori dan Faktor Penyebabnya Lengkap

Infeksi HIV ini disebabkan oleh lebih dari satu subtipe, khususnya bila seseorang tertular oleh lebih dari satu orang. Kondisi ini dinamakan superinfeksi. Walaupun kondisi ini hanya terjadi kurang dari 4% penderita HIV, namun resiko superinfeksi terbilang cukup tinggi di 3 tahun pertama setelah orang tersebut terinfeksi.

Penyebaran HIV Di Indonesia

Bila dilihat dari data kementrian kesehatan RI, selama tahun 2016 ada lebih dari 40.000 kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah itu HIV yang  paling sering terinfeksi adalah heteroseksual, lelaki seks lelaki, dan pengguna suntikan NAPZA. Di tahun yang sama, terdapat 7000 orang yang menderita AIDS, dengan jumlah kematian sekitar 800 orang.

Sedangkan dilihat dari pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kementrian kesehatan selama tahun 2016, sampai di trimester kedua 2017, jumlah pengidap laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Kedua tahun ini menunjukkan jumlah pengidap laki-laki mencapai 65%, jika dilihat dari jumlah keseluruhan. Sampai bulan Juni 2017, kemenkes RI mencatat jumlah pengidap HIV ini berkumpul di beberapa provinsi besar di Indonesia.

Dan yang terbanyak adalah provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 48.502 orang, sedangkan di Jawa Timur sekitar 35.168 orang, Papua 27.052 orang, Jawa Barat 26.066 orang, dan Jawa Tengah 19,272 orang, Bali 15.873 orang.

Data yang berasal dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia di tahun 2007-2014 mengungkapkan bahwa, jumlah ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS jauh lebih banyak dibanding jumlah supir truk, pekerja seks komersial dan ataupun sektor pekerja.

Itulah pembahasan mengenai pengertian HIV, dan cara virus HIV merusak tubuh, serta cara penyebarannya. Semoga dapat menambah wawasan anda.

Baca Juga :