Pengertian Hikayat : Ciri, Unsur, Dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian Hikayat : Ciri, Unsur, Dan Contohnya Lengkap

Pengertian Hikayat – Apakah anda pernah mendengar cerita tentang Hang Tuah dan Abu Nawas? Keduanya merupakan jenis cerita atau hikayat. Lalu apa yang dimaksud dengan hikayat? Mari kita membahas lebih lanjut apa yang dimaksud dengan hikayat, ciri-ciri, unsur, dan contohnya secara lengkap.

Hikayat Adalah

Hikayat merupakan jenis karya sastra lama yang bentuknya prosa, dan di dalamnya terdapat kisah-kisah mengenai kehidupan keluarga di sebuah istana. Atau kaum bangsawan, orang-orang yang dikenal karena kehebatannya, kesaktiannya, dan kepahlawanannya. Isi dari hikayat tersebut juga terdapat unsur kekuatan, mukjizat dan berbagai keanehannya.

Kata hikayat ini berasal dari bahasa Arab, yaitu haka yang artinya bercerita atau menceritakan. Fungsi dari dibuatnya hikayat ini adalah pembangkit semangat, penghibur, penghilang duka lara, atau untuk meramaikan sebuah acara pesta.

Hikayat juga mirip dengan cerita sejarah, yang di dalamnya terdapat hal yang tidak masuk akal, dan penuh dengan beberapa keajaiban. Hikayat ini mulai berkembang pada masa Melayu klasik, maka banyak kata yang terkandung di dalamnya yang berupa bahasa Melayu klasik. Yang kadang-kadang sulit dimengerti maknanya.

Ciri-Ciri Hikayat

  • Hikayat termasuk pada jenis prosa lama.
  • Menggunakan bahasa Melayu lama.
  • Isi cerita atau pusat ceritanya berada di dalam lingkungan istana, atau disebut dengan istana sentries.
  • Plalogis, yang artinya adalah cerita di dalam hikayat kebanyakan adalah jenis cerita yang tidak masuk akal.
  • Bersifat statis atau kaku dan tetap.
  • Anonim, yang artinya tidak diketahui dengan pasti siapa penulis atau pengarang hikayat tersebut.
  • Sering menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang sudah tidak lazim digunakan. Misalnya seperti syahdan dan sebermula.

Unsur-Unsur Hikayat

Unsur yang ada di dalam suatu hikayat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis prosa lama, hikayat terdiri dari 2 unsur yang diantaranya yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik yang ada di dalam suatu hikayat merupakan unsur yang membangun cerita yang ada di dalamnya. Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari luar. Berikut ini beberapa macam unsur intrinsik yang terdapat di dalam hikayat :

  • Tema, yang merupakan gagasan yang menjadi dasar dari sebuah cerita tertentu.
  • Latar, adalah tempat, waktu, dan juga suasana yang digambarkan di dalam suatu cerita.
  • Alur, yaitu jalinan peristiwa yang melengkapi suatu cerita.
  • Amanat, merupakan suatu pesan yang disampaikan oleh seorang pengarang melalui sebuah cerita.
  • Tokoh, adalah orang-orang yang berperan di dalam suatu cerita. Penokohan adalah penggambaran watak pada suatu tokoh.
  • Sudut pandang, adalah pusat pengisahan pada suatu cerita yang dikisahkan kembali oleh si pencerita.
  • Gaya, adalah cara penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri yang ditambah dengan unsur keindahan lainnya.
Baca Juga :   Puisi Kontemporer : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya Lengkap

Untuk unsur ektrinsik biasanya akan berhubungan dengan latar belakang dari suatu cerita, contohnya seperti latar belakang agama, adat, budaya dan lain sebagainya. Unsur ekstrinsik ini juga akan berkaitan dengan norma dan nilai kehidupan. Contohnya nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan lain sebagainya.

Contoh Hikayat

Hikayat Burung Cendrawasih

Sahibul Hikayat diriwayatkan di dalam suatu kitab bernama Tajul Muluk, yang dimana isi ceritanya mengisahkan tentang seekor burung. Yang memiliki gelar cendrawasih. Asal mulanya berasal dari kahyangan.

Menurut beberapa orang arif burung tersebut, bahwa ia berasal dari surga dan selalu hidup berdampingan dengan para wali. Burung ini memiliki kepala yang warnanya kuning keemasan. Ia juga memiliki 4 jumlah sayap, yang akan terlihat jelas saat sayapnya penuh. Perbedaan yang nyata dari sayap itu adalah, 2 antena atau ekor areil yang panjangnya hingga ke bagian ekor belakang.

Barangsiapa yang melihat burung ini pasti akan tertegun dan takjub, dengan keindahan dan kepelikan burung tersebut. jarang sekali orang yang memiliki burung cendrawasih, karena burung ini bukan berasal dari bumi. Pada umumnya burung ini hanya diketahui oleh orang-orang di istana saja, karena hanya dimiliki oleh kerabat yang berada di istana.

Banyak kerabat istana Melayu yang memiliki burung cendrawasih, kebanyakan pedagang menyebutkan bahwa, burun cendrawasih membawa tuah yang sangat hebat.

Selain itu Syahdan juga dinyatakan di beberapa kitab Melayu lama, yang dimana jika burung cendrawasih ini turun ke bumi maka tamatlah riwayat burung tersebut. artinya burung itu akan mati saat ia menginjakan kakinya ke bumi. Tetapi ajaibnya burung ini tidak akan lenyap seperti bangkai burung pada umumnya.

Hal itu disebabkan oleh ia yang memakan embun surga, ia juga mengeluarkan bau atau wewangian sulit digambarkan. Tetapi burung ini juga bisa mati dalam keadaan apapun. Ada yang mati saat sedang terbang, saat sedang istirahat, bahkan ada yang sedang tidur.

Namun Melayu Antique sudah menjalankan kajiannya dengan cara yang rapi, dalam menerima hakikat yang sebenarnya mengenai burung cendrawasih. Selain itu dari kajian ilmu pengetahuan yang dijalankan, burung ini lebih banyak dikenal di kalangan para penduduk nusantara. Yang memiliki panggilan burung cendrawasih.

Baca Juga :   Pendidikan : Pengertian Secara Umum dan Menurut Para Ahli Terlengkap

Sedangkan bagi masyarakat Cina burung ini dikenal dengan nama burung phoenix, yang sering dihubungkan dengan kerabat istana Maharaja Cina. Sedangkan bagi penduduk di Benua Eropa, burung ini dikenal dengan nama Bird of Paradise. Tetapi kenyataannya asal usul dari burung ini sulit diketahui dengan pasti.

Tak ada bukti yang berhubungan dengan alam nyata, hanya satu fakta yang dapat diterima yaitu burung cendrawasih ini turun di Irian Jaya. Atau yang sekarang disebut Papua Indonesia. Yang lebih sulit lagi burung ini hanya turun 1 ekor saja setiap tahunnya. Dan ia pun turun hanya untuk mati saja.

Siapapun yang menjumpai burung ini hanya ada satu tuah saja. Tak heran jika kebanyakan burung cendrawasih mungkin hanya sudah berumur 10-100 tahun. Banyak yang telah mewarisi beberapa generasi dari burung tersebut.

Dinyatakan pula pada kitab Tajul Muluk bahwa burung cendrawasih ini memiliki berbagai kelebihan. Misalnya yaitu seluruh isi di dalam tubuhnya sampai bulunya memiliki khasiat yang misterius. Banyak yang digunakan untuk suatu pengobatan. Tetapi banyak sekali yang memburunya karena ‘tuahnya’.

Burung cendrawasih juga digunakan sebagai pelaris, baik untuk pelaris diri seseorang maupun pelaris dagangan. Bagi seseorang yang hanya memiliki satu ekor saja sudah cukup untuk dijadikan sebuah pelaris.

Banyak orang yang menggunakan burung ini sebagai pelaris yang menyatakan bahwa, burung tersebut telah menjadi sebuah pelaris yang sangat besar. Hanya orang-orang yang memilikinya lah yang mengetahui kelebihan apa saja yang dimiliki oleh burung tersebut. yang penuh dengan keunikan, misteri, ajaib dan tuah.

Hikayat Abu Nawas : Pesan Untuk Seorang Hakim

Tersebutlah suatu percakapan mengenai Abu Nawas dengan Ayahnya yang tinggal di Negri Baghdad. Bahwa Abu Nawas adalah seorang yang cerdik, dan bijaksana pada setiap orang. Bapaknnya adalah seorang Kadi. Suatu hari Bapaknya sakit dan hampir meninggal. Ia pun meminta Abu Nawas untuk mencium bagian telinganya.

Telinga bagian kanannya memiliki bau yang harum, berbeda dengan telinga kirinya yang berbau busuk. Bapaknya menjelaskan pada Abu Nawas mengenai perkara 2 orang. Ia pernah mendengar aduan yang berasal dari seseorang. Dan tidak mendengar aduan dari pihak lainnya. Itulah sebabnya keadaan telinga yang satu menjadi busuk.

Jika anaknya ingin berlaku adil, maka dia harus bisa mencari celah untuk melepaskan diri. Hatta Bapak Abu Nawas pun berpulang, sedangkan Sultan Harus Al Rasyid mencari Abu Nawas agar bisa menggantikan Bapaknya. Dan Abu Nawas membuatnya gila dan tidak tentu sikapnya.

Baca Juga :   Teks Prosedur : Pengertian, Tujuan, Ciri, Macam dan Contohnya Lengkap

Suatu saat, Abu Nawas berkata kepada orang yang dekat dengannya, “ Hai Gembala Kuda pergilah. Kau beri makan rumput kuda-kuda itu.” Si Polan pun pergi menghadap pada Sultan dan meminta dijadikan Kadi.

Permintaannya dikabulkan dan Polan menjadi seorang Kadi di dalam negeri. Sedang Abu Nawas pekerjaannya setiap hari menjadi pengajar kitab pada orang dalam negeri itu.

Di suatu malam seorang anak dari Mesir berdangang di Negeri Baghdad, lalu bermimpi menikah dengan anak perempuan Kadi tersebut.

Saat Kadi tersebut mendengar mimpi anak Mesir itu, ia pun meminta anak Mesir untuk membayar maharnya. Tetapi saat anak Mesir menolak, semua hartanya malah dirampas dan mengadukan kejadian itu pada Abu Nawas. Abu Nawas pun memerintahkan para muridnya untuk menghancurkan rumah Kadi tersebut.

Saat berhadapan dengan Sultan, Abu Nawas berkata bahwa ia bermimpi Kadi tersebut menyuruhnya berbuat begitu.

Ia pun memakai mimpi sebagai hukum, yang sebenarnya adalah hukum dari Kadi itu sendiri. Maka terbukalah Kadi yang zalim tersebut.

Sultan pun menghukum Kadi, dan anak Mesih tinggal di negeri tersebut. musim berikutnya, ia pun kembali lagi ke negeri asalnya.

Seorang Kadi memiliki anak yang bernama Abu Nawas, menjelang kematiannya ia memanggil anak-anaknya dan mencium telinga anak-anaknya. Jika telinga bagian kanan harusnya wangi maka itu adalah pertanda baik. Tetapi jika yang harum adalah telinga bagian kiri, maka akan terjadi hal-hal yang tidak baik sesaat setelah kepergiannya. Ternyata yang harum adalah yang bagian kiri.

Setelah Bapaknya meninggal, Abu Nawas berpura-pura menjadi gila. Sehingga ia tidak diangkat menjadi seorang Kadi seperti Bapaknya. Yang diangkat kemudian adalah Lukman.

Seorang saudagar yang berasal dari Mesir bermimpi seperti ini : anak perempuan Kadi yang baru kawin gelap, menikah tanpa mahar tetapi dengan lelucon-lelucon kuno. Sehingga ia diusir dengan suaminya oleh Ayahnya. Kemudian mengembara ke Negeri Mesir. Dengan demikian, kembalilah kehormatan Kadi tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian hikayat, lengkap dengan unsur, ciri dan contohnya. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat, dan menambah pengetahuan.

Baca Juga :