18 Cara Membuat Film : Pengertian, Jenis – Jenis dan Tahapannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Jenis – Jenis dan Langkah Membuat Film

Pengertian Film – Film merupakan suatu media komunikasi yang sifatnya audio visual, untuk menyampaikan pesan pada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat. Pesan film pada komunikasi massa bisa berbentuk apapun, hal itu bergantung pada misi film itu sendiri. Tapi pada umumnya sebuah film harus meliputi pesan di dalamnya, baik pesan pendidikan, hiburan, maupun informasi. Pesan yang ada di dalam sebuah film menggunakan mekanisme lambang yang terdapat pada pikiran manusia, yang berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan, dan lain sebagainya.

Film juga dianggap sebagai media komunikasi yang paling ampuh, dengan massa sebagai sasarannya. Karena film bersifat audio visual, yaitu berupa gambar dan suara yang hidup. Dengan gambar dan suara maka sebuah film dapat bercerita banyak hanya dalam waktu yang singkat. Saat menonton film maka penonton seakan-akan bisa menembus ruang dan waktu, yangg menceritakan kehidupan di dalamnya. Bahkan isi ceritanya dapat mempengaruhi audiens

Ada banyak jenis film di era sekarang, dengan pendekatan yang berbeda-beda. Tetapi setiap film memiliki sasaran yang sama, yaitu untuk menarik perhatian setiap orang pada muatan masalah yang terkandung di dalamnya. Film juga dirancang untuk melayani segala keperluan publik yang terbatas, ataupun untuk publik yang lebih luas

Film dikelompokkan menjadi dua bagian dasar, yaitu kategori film cerita dan non cerita. Pendapat lainnya menggolongkan film menjadi film fiksi dan non fiksi. Film cerita merupakan sebuah film yang diproduksi dari cerita yang dikarang atau dibuat penulisnya. Lalu dimainkan oleh aktor atau aktris. Secara umum film cerita memiliki sifat yang komersil. Artinya dipertontonkan di bioskop dengan sejumlah harga tiket tertentu. Atau bisa juga diputar di televisi yang didukung oleh sponsor iklan tertentu. Sedangkan film non cerita adalah suatu film yang mengambil cerita dari kenyataan sebagai subjeknya, dengan merekam kenyataan daripada fiksi mengenai kenyataan.

Di dalam perkembangannya film cerita dan non cerita ini, akan saling memengaruhi dan juga melahirkan beragam jenis film dengan gaya, ciri, dan coraknya masing-masing. Seperti misalnya film Pendekar Awan dan Angin, film tersebut termasuk ke dalam jenis film cerita. Karena ceritanya memang dikarang lalu dipertontonkan di televisi, dan didukung dengan sejumlah iklan.

Di dalam pembuatan film cerita, diperlukan juga proses dan teknisnya. Yang berupa pencarian ide, gagasan, ataupun cerita yang digarap. Sedangkan untuk proses teknisnya dapat berupa keterampilan artistik yang mewujudkan segala macam ide, gagasan, ataupun cerita yang kemudian menjadi film yang siap ditonton.

Jenis-Jenis Film

Film Horor

Yaitu suatu film yang bercerita tentang hal-hal yang mistis, supranatural, kematian, atau hal-hal yang diluar nalar lainnya. Film horor dibuat menyeramkan agar penonton merasa takut dan juga ngeri.

Film Drama

Film yang termasuk ke dalam kategori yang lebih ringan jika dibandingkan dengan film horor. Pada umumnya jenis film ini akan bercerita tentang konflik di dalam kehidupan. Beragam film drama dikategorikan ke dalam tema dan ide ceritanya.

Film Romantis

Film yang di dalamnya terdapat kisah dan konflik percintaan, antar manusia. Misalnya film Romeo dan Juliet di tahun 1968.

Film Drama Keluarga

Pada umumnya film jenis ini memiliki kisah yang ringan, ide cerita dan konflik pun mudah diselesaikan. Film ini juga cocok ditonton oleh anak kecil.

Film Kolosal

Arti kata kolosal adalah luar biasa besar. Pada umumnya jenis film ini diproduksi dengan dana yang sangat banyak, melibatkan banyak pemain, mulai dari pemeran utama sampai dengan figuran. Film kolosal hampir selalu bercerita tentang sejarah, atau cerita di zaman kuno yang memperlihatkan adegan perang secara besar-besaran. Contohnya film Gladiator dan The Last Samurai di tahun 2000an.

Baca Juga :  Seni Rupa : Pengertian, Unsur, Fungsi Dan Jenisnya Lengkap

Film Thriller

Banyak yang mengkategorikan film thriller sebagai film horor, karena jenis film ini hampir sama dengan film horor ceritanya mendebarkan dan menyeramkan. Bedanya film thriller tidak bercerita tentang hal-hal mistik atau supranatural seperti film horor. Tetapi film ini juga cukup mendebarkan penonton. Biasanya film ini bercerita tentang petualangan hidup seseorang, atau pengalaman buruk yang terkadang berkaitan juga dengan pembunuhan.

Film Fantasi

Tema dan konflik yang terdapat di film ini hampir sama dengan jenis film lainnya. Bedanya yaitu film fantasi memiliki setting atau latar belakang yang berbeda. Dengan karakter yang unik, yang jelas tidak ada di dunia nyata. Setting waktu pada film fantasi biasanya di masa lalu atau bahkan masa depan. Walaupun ada juga yang bersetting sekarang. Contohnya adalah fil Marry Potter yang sangat populer.

Film Action atau Laga

Sama dengan namanya film ini mengandung banyak aksi yang menegangkan. Ada banyak adegan perkelahian, adegan kejar-kejaran, dan aksi menggunakan senjata api.

Film Sci-Fi atau Science Fiction

Sci-Fi mengandung tema yang luas, dengan beberapa subgenre yang mengakibatkan film ini cukup sulit didefinisikan dengan jelas. Sci-Fi itu sendiri merupakan salah satu genre dari cerita fiksi yang memiliki ciri yang khusus, yaitu elemen imajinasinya saling berkaitan. Serta memiliki kemungkinan untuk dijelaskan dengan science atau kemajuan teknologi, yang berdasar pada hukum alam yang dituangkan dalam postulat-postulat science.

Film Animasi atau Kartun

Film kartun di dalam sinematografi dikategorikan ke dalam integral film yang memiliki ciri dan bentuk yang khusus. Pada umumnya film ini merupakan serangkaian gambar yang diambil dari beberapa objek yang bergerak. Gambar objek tersebut akan diproyeksikan ke dalam sebuah layar, lalu diputar dengan kecepatan tertentu. Kemudian menghasilkan sebuah gambar yang hidup. Film kartun di dalam sinematografi merupakan film yang pada awalnya dibuat dengan tangan, berupa ilustrasi yang dimana seluruh gambarnya saling berkesinambungan.

Film Pendek

Durasi dari film pendek biasanya di bawah 60 menit, di beberapa negara seperti Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat dan Indonesia film pendek ini biasanya dijadikan laboratorium eksperimen. Atau batu loncatan bagi seseorang dalam memproduksi film dengan cerita yang lebih panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa dari jurusan film. Atau perorangan dan sekelompok orang yang memang menyukai dunia film, dan ingin berlatih membuat film yang baik. Ada juga yang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek tersebut. pada umumnya hasil dari film pendek ini dipasok ke televisi atau ke rumah produksi.

Film Panjang

Film panjang adalah film yang durasinya lebih dari 60 menit, lazimnya akan menggunakan waktu sekitar 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop tergolong ke dalam film panjang. Bahkan ada film yang berdurasi 120 menit, seperti misalnya Dances With Wolves. Bahkan film yang diproduksi di India berdurasi sekitar 180 menit.

Film Dokumenter

Adalah sebuah film yang menyajikan realita melalui berbagai macam cara, yang dibuat untuk berbagai tujuan. Film dokumenter ini tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan dan propaganda bagi beberapa orang dan kelompok tertentu. Intinya film dokumenter ini tetap berpijak kepada hal-hal yang sangat nyata.

Langkah Dalam Membuat Film

Langkah yang harus ditempuh dalam membuat film melalui beberapa proses dan tahapan. Agar proses pembuatannya bisa segera selesai. Berikut tahapan pembuatan film beserta penjelasannya :

1. Menganalisa ide cerita

Sebelum mulai membuat film anda harus menentukan tujuan dari pembuatan film itu sendiri. Saat tujuannya telah ditentukan, maka seluruh detail cerita dan pembuatan film pun akan dibuat dengan mudah. Jika perlu adakan juga observasi dan pengumpulan data.

Caranya bisa dengan membaca berbagai jenis buku, artikel, atau bisa juga dengan bertanya langsung pada sumbernya. Ide untuk film dapat diperoleh dengan cara dan dari berbagai sumber seperti misalnya pengalaman pribadi si penulis yang cukup menghebohkan, dari percakapan atau aktivitas sehari-hari yang menarik untuk dijadikan film, dari cerita rakyat atau dongeng, dari biografi orang terkenal atau berjasa, adaptasi dari cerita novel, cerpen atau komik, atau bisa juga dari kajian musik.

2. Menyiapkan cerita dan skenario

Bila seorang penulis naskah kesulitan dalam membuat atau mengarang cerita, maka ia dapat mengambil dari cerpen, novel atau film yang sudah ada lalu diadaptasi lagi. Setelah naskah disusun kemudian dilakukan break down naskah. Break down naskah dilakukan untuk mempelajari rincian dari cerita yang akan difilmkan tersebut.

3. Merekrut para pekerja film

Tahap ini dibagi lagi menjadi beberapa bagian seperti :

  • Menyeleksi kru yang berasal dari setiap departemen
  • Menentukan kru dari hasil report produksi
  • Menetapkan komposisi kru yang dilihat dari anggaran
  • Menyusun tim produksi

Tim pekerja film dibagi menjadi 2 macam yaitu :

Tim non artistik :

  • Producer
  • Executive Producer
  • Line Producer
  • Production Manager dan Unit Manager
Baca Juga :  Seni Rupa Murni dan Terapan : Pengertian, Fungsi dan Contohnya Lengkap

Tim artistik :

  • Sutradara, Asisten Sutradara dan Pencatat Skrip
  • Penata Kamera, Asisten Kamera dan Still Photo
  • Penata Artistik, Penata Rias dan Busana
  • Penata Lampu
  • Penata Suara da Penata Musik
  • Penata Editing

4. Menyusun Jadwal dan Budgeting

Jadwal mulai disusun secara rinci, mulai dari detailnya, waktunya, siapa saja orang yang dipilih, berapa biaya dan alat apa saja yang diperlukan, dimana saja lokasinya, serta batas waktu pembuatan film tersebut. hal ini termasuk pada pengambilan gambar, scene, dan shot ke berapa saja yang harus diambil, serta kapan dan dimana, kemudian siapa saja artis yang ikut serta. Lokasi akan sangat menentukan jadwal pengambilan gambar. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam alokasi biaya :

  • Menggandakan naskah skenarion film untuk para kru dan para pemain.
  • Menyediakan kaset video.
  • Menyediakan CD blank dengan jumlah yang diinginkan.
  • Menyediakan property, kostum dan juga make up.
  • Menyiapkan honor para pemain an konsumsi.
  • Untuk akomodasi dan transportasi.
  • Menyewa alat-alat yang tidak tersedia.

5. Hunting lokasi

Memilih dan mencari lokasi yang akan dijadikan setting untuk pengambilan gambar dan yang sesuai dengan naskah. Untuk pengambilan gambar yang dilakukan di tempat-tempat umum, biasanya membutuhkan surat izin khusus. Karena akan sangat mengganggu jalannya shooting ketika di pertengahan pengambilan gambar, seluruh kru dan tim harus diusir karena tidak memiliki izin shooting.

Di dalam hunting lokasi ini harus diperhatikan kembali beberapa resiko yang mungkin terjadi. Seperti misalnya akomodasi dan transportasi yang terbatas, keamanan saat shooting berlangsung, sumber listrik yang dibutuhkan selama shooting, dan lain sebagainya. Jika biaya produksi yang dimiliki kecil, maka sebaiknya tidak perlu tempat yang jauh yang membutuhkan biaya yang banyak.

6. Menyiapkan kostum serta property

Tahap ini adalah tahapan dimana tim mencari dan memilih pakaian yang nantinya akan dikenakan oleh para tokoh dalam cerita. Pemilihan kostum bisa diperoleh dari desainer khusus, atau cukup dengan membeli atau menyewa saja dan disesuaikan dengan jalan cerita. Kelengkapan produksi ini akan menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.

7. Menyiapkan berbagai macam peralatan

Untuk mendapat hasil film atau video yang baik, maka dibutuhkan peralatan yang lengkap dan juga berkualitas. Peralatan tersebut antara lain yaitu :

  • Clipboard.
  • Proyektor.
  • Lampu.
  • Kabel Roll.
  • TV Monitor.
  • Kamera video S-VHS atau Handycam.
  • Pita/Tape.
  • Mikrophone clip-on wireless.
  • Tripod Kamera.
  • Tripod Lampu.

8. Casting pemain

Dengan memilih dan mencari pemain yang akan memerangkan tokoh di dalam cerita sebuah film. Bisa dengan memilih secara langsung, atau bisa dengan dicasting terlebih dahulu. Casting ini pada umumnya cukup diberitahukan pada rekan-rekan saja. Pemilihan pemain dilihat dari segi kemampuan dan budget yang dimiliki.

9. Tahap produksi

Masuk ke tahap produksi, menjadi proses yang paling menentukan setiap keberhasilan sebuah karya film yang dihasilkan. Proses ini disebut dengan shooting, yang dipimpin oleh sutradara yaitu orang yang paling bertanggung jawab pada proses ini. Kemudian orang yang ikut di dalam proses ini antara lain yaitu kameramen, yang mengatur pencahayaan, warna dan juga merekam gambar. Lalu ada juga artistik yang akan mengatur set, make up, wardrobe, dan sebagainya. Lalu soundman yang tugasnya adalah merekam suara.

Tahapan ini merupakan tahap dimana seluruh tim dan kru bekerja. Bagi sutradara, produser dan line produser sangat dituntut kehandalannya dalam mengatasi kru pada tahap ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses produksi yaitu :

Manajemen lapangan :

  • Manajemen lokasi ( perijinan, keamanan, keselamatan )
  • Talent koordinasi ( koordinasi kostum, make up dll )
  • Manajemen waktu ( koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )
  • Crew koordinasi ( koordinasi para kru )

Attitude dalam bekerja juga merupakan hal yang penting. Selain itu kesabaran, pengertian dan kerjasama juga merupakan attitude yang dibutuhkan dalam meraih kesuksesan. Berdoa sebelum mulai bekerja dan briefing, adalah hal yang baik untuk menyatukan semangat. Dilengkapi dengan visi dan misi yang diinginkan. Sebaiknya tidak terbawa emosi ketika shooting sedang berlangsung. Apalagi semua tim bekerja dengan waktu yang terbatas.

10. Shooting

Tahap ini merupakan tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP atau kameramen, dan juga kru sangat menentukan. Kualitas gambar merupakan hal yang ingin dicapai dalam pembuatan film. Maka penguasaan kamera dan lighting adalah hal yang sangat penting. Untuk dapat mencapai hasil yang maksimal dengan alat yang digunakan, ada beberapa hal yang harus anda ketahui dari shooting. Diantaranya yaitu :

11. Shooting outdoor

Shooting ini biasanya menekan lebih banyak budget, pelaksanaanya pun harus dilakukan dengan hati-hati. Karena keberhasilan shooting outdoor bergantung pada cuaca saat shooting berlangsung. Hal-hal yang harus dipersiapkan saat shooting outdoor adalah :

  • cahaya matahari ( hard, soft )
  • reflector ( silver, gold )
  • hujan buatan
  • camera setting ( irish, speed, white balance, focus)
  • crowd control ( working with ekstras )

12. Shooting indoor

Untuk shooting indoor situasinya akan lebih terkontrol, tetapi peralatan yang digunakan harus lebih lengkap. Seperti misalnya :

  • penggunaan lighting sederhana
  • penggunaan filter
  • make up
  • pemilihan back ground
  • monitor
Baca Juga :  5 Kedudukan Badan Usaha dan Perusahaan

13. Visual efek

Ada beberapa trik yang dapat dilakukan untuk membuat video menjadi terlihat lebih menarik, caranya dengan :

  • reserve motion
  • fast motion ( normal lipsync )
  • slow motion (normal lipsync )
  • crhoma key ( blue screen )

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses produksi adalah :

  • makan/ logistik
  • sewa peralatan
  • film
  • transportasi
  • akomodasi
  • telekomunikasi
  • dokumentasi
  • medis

14. Tata setting

Set contruction adalah bangunan latar belakang yang dilakukan untuk keperluan dalam mengambil gambar. Setting tidak harus selalu berbentuk bangunan dekorasi, tetapi lebih menekankan pada bagaimana membuat suasana ruang yang mendukung dan mempertegas latar suatu peristiwa. Sehingga akan mengantarkan alur cerita yang menarik.

15. Tata suara

Untuk menghasilkan suara yang baik dan jernih, maka dibutuhkan jenis mikrofon yang tepat dan bagus. Misalnya jenis mikrofon yang mudah dibawa, peka terhadap setiap sumber suara, dan mampu meredam noise atau gangguan suara di dalam dan di luar ruangan.

16. Tata cahaya

Penataan cahaya di dalam produksi film sangat menentukan bagus atau tidaknya kualitas di dalam teknik film itu sendiri. Misalnya topografi yang diibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Karena bila tak ada cahaya sedikit pun maka kamera pun tidak akan bisa merekam objek.

Penataan cahaya dengan menggunakan kamera video biasanya cukup memerhatikan perbandingan hilight dan shade. Agar tidak terlalu tinggi. Contohnya jika pengambilan gambar dilakukan dengan latar yang lebih terang dibanding dengan aktris yang sedang melakukan akting. Sehingga anda bisa menggunakan reflector untuk menambah cahaya.

Reflektor ini bisa dibuat sendiri dengan menggunakan styrefoam atau aluminium foil, yang kemudian ditempelkan pada karton yang tebal atau bisa juga triplek. Ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan saat shooting.

Harus diperhatikan juga karakteristik di dalam tata cahaya yang berhubungan dengan kamera yang digunakan. Lebih baik sesuai dengan buku petunjuk yang ada pada kamera minimal lighting yang disarankan. Bila sudah melebihi batas atau dipaksakan, maka gambar akan terlihat pecah dan akan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah standar dari warna pencahayaan film, yang dibuat dengan sentuhan white balance. Disebut white balance karena untuk mencari standar warna putih yang ada di dalam, ataupun di luar ruangan. Karena warna putih mengandung unsur dari seluruh warna cahaya yang ada.

17. Tata kostum

Pakaian yang dikenakan oleh pemain harus disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambarnya pun bisa dilakukan tanpa sesuai dengan nomor urut adegan. Sehingga bisa loncat dari scene yang satu ke scene yang lainnya. Hal itu dilakukan untuk memudahkan jalan shooting, dengan mengambil seluruh adegan yang sama yang terjadi di lokasi yang sama. Sehingga harus dilakukan identifikasi pada kostum seluruh pemain. Tatanan rambut, hiasan, kostum dan aksesoris yang dikenakan, bisa dilihat di hasil foto untuk adegan selanjutnya.

18. Tata rias

Tata rias yang ada di produksi film berpatokan pada skenario yang telah dibuat. Tidak hanya pada wajah saja tetapi juga pada seluruh anggota badan. Bukan hanya untuk membuat para pemain terlihat cantik atau tampan saja, tetapi juga untuk menekankan karakter dari tokoh yang dimainkan. Sehingga unsur manipulasi akan sangat ditonjolkan pada teknik tata rias. Dan disesuaikan juga dengan efek saat pengambilan gambar di kamera. Apakah tokoh itu dibuat lebih tua, lebih muda, tampak sakit, atau terlihat jahat.

Tahapan Yang Dilakukan Setelah Tahap Produksi

1. Proses editing

Proses ini adalah usaha dalam merapikan dan membuat suatu tayangan film menjadi lebih berguna, dan lebih enak ditonton. Pada kegiatan ini seorang editor akan merekonttruksikan potongan gambar yang diambil oleh juru kamera.

Berikut beberapa tugas yang dilakukan oleh editor :

  • Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya.
  • Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report.
  • Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara.
  • Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya.
  • Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing.

2. Review hasil editing

Setelah film selesai dibuat atau diproduksi maka kegiatan berikutnya adalah memutar film tersebut secara internal. Alat yang digunakan untuk memutar film ini bermacam-macam, bisa dengan menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display). Pemutaran secara internal ini berfungsi untuk mereview hasil dari film itu sendiri.

Sehingga jika terdapat kekurangan atau penyimpangan dari skenario tersebut, maka akan diperbaiki dengan segera. Kegiatan review ini akan sangat membantu keberhasilan suatu film.

Demikira penjelasan pengertian film secara lengkap, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Baca Juga :