Demokrasi : Pengertian, Macam-Macam, Ciri-Ciri, Prinsip Dan Contohnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian Demokrasi, Macam-Macam, Ciri-Ciri, Prinsip dan Contohnya

Pengertian Demokrasi – Demokrasi berasal dari kata Demokatria yang artinya adalah suatu kekuasaan rakyat, yang berasal dari bahasa Yunani. Pada umumnya demokrasi dibagi menjadi dua kata, yang pertama adalah demos yang maknanya adalah rakyat. Dan yang kedua adalah kratos yang maknanya adalah kekuasaan.

Demokrasi mencakup keadaan ekonomi, sosial dan budaya yang terdapat di dalamnya. Yang berlangsung adanya praktik kebebasan, di dalam bidang politik. Baik secara bebas maupun secara setara. Pengertian dari demokrasi itu sendiri adalah sebuah format pemerintahan, yang dimana setiap warga negaranya memiliki hak yang setara dan seimbang. Tentang peraturan dan pemilihan keputusan, yang nantinya akan muncul dampak di dalam kehidupan rakyat dan negara.

Pengertian dari demokrasi tersebut dapat berarti sebuah bentuk kekuasaan tertinggi, yang ada di tangan rakyat. Dalam hal demokrasi tersebut, warga negara juga bisa mengambil bagian baik secara langsung maupun dalam bentuk perwakilan, di dalam pelaksanaan perumusan, pengembangan, dan proses penyusunan hukum.

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

  1. Pengertian tentang demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah sebuah sistem pemerintahan yang dibentuk oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat itu sendiri.
  2. Pengertian demokrasi menurut Charles Costello adalah sistem sosial dan politik pemerintahan, yang di dalamnya terdapat kekuasaan pemerintah yang dibatasi oleh hukum dan budaya. Yang melindungi segenap hak perorangan dari warna negara tersebut.
  3. Pengertian demokrasi menurut Hans Kelen adalah pemerintahan yang diadakan dan dilaksanakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Mengenai pelaksanaan kekuasaan negaranya dilakukan oleh wakil rakyat yang sudah dipilih oleh rakyat. Setelah munculnya keyakinan mengenai kebutuhan yang mendapat perhatian di dalam suatu aturan. Yang sudah atau ditetapkan oleh wakil rakyat yang berkaitan dengan penerapan dari suatu kekuasaan negara.

Macam-Macam Demokrasi

  1. Demokrasi formal adalah demokrasi yang berpusat pada bidang politik, yang meminimalkan suatu kesenjangan di dalam politik tersebut.
  2. Demokrasi material adalah demokrasi yang berpusat pada bidang ekonomi tanda adanya pengurangan di sisi kesenjangan sosial,
  3. Demokrasi gabungan adalah demokrasi yang menjadi kombinasi diantara demokrasi formal dan material.

Macam-Macam Demokrasi Berdasar Penyaluran Kehendak Rakyat

  1. Demokrasi langsung, yang dikenal sebagai demokrasi yang mengikutsertakan rakyat dalam hal pemilihan dan penentuan keputusan negara. Contohnya dengan dilakukannya pemilihan umum.
  2. Demokrasi tidak langsung adalah sebuah demokrasi yang di dalamnya memasukkan semua rakyat di suatu negara dalam mengambil keputusan. Misalnya ketetapan yang dilakukan oleh para wakil rakyat seperti DPR, DPD, DPRD dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Demokrasi

  1. Setiap keputusan yang dikeluarkan ataupun ditetapkan oleh pemerintah, sejalan dengan kehendak dan kebutuhan pada seluruh rakyat tersebut.
  2. Ciri konstitutional adalah segala hal yang berhubungan dengan kehendak kekuasaan, atau dengan kepentingan rakyat yang sudah disusun dan dicatat dalam UU.
  3. Ciri perwakilan yang terjadi saat mengelola kepentingan pada negara kedaulatan dan kekuasaan rakyat itu sendiri. Yang terwakili oleh orang yang dipilih dan ditentukan oleh rakyat sendiri.
  4. Seluruh kegiatan dan aktivitas politik dilakukan dalam pemilihan pihak mana yang akan diberi amanah, dalam melaksanakan pemerintahan. Ciri kepartaian yang sesungguhnya adalah sebuah media atau sarana yang menjadi unsur terapan dari sebuah sistem demokrasi tersebut.

Prinsip Demokrasi

  1. Munculnya suatu kebebasan yang sudah disepakati, diakui dan juga disetujui oleh seluruh warga negara.
  2. Adanya keikutsertaan dari setiap negara dalam melaksanakan dan menentukan keputusan, yang bersifat politik.
  3. Adanya kesetaraan dan keadilan pada setiap warga negara.
  4. Setiap warga negara memiliki kesamaan dan kesetaraan di dalam suatu partai politik.

Kelebihan Dan Kekurangan Demokrasi

Demokrasi ternyata tidak selalu memiliki keunggulan, di dalamnya terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut kelebihan dan kekurangan dari sebuah demokrasi :

Kelebihan dan keuntungan demokrasi

  • Terdapat kesamaan hak yang membuat setiap masyarakat diperbolehkan mengambil bagian di bidang politik.
  • Penerimaan pada suatu kekuasaan yang ditetapkan berdasarkan suara atau kehendak dari rakyat.
  • Sistem demokrasi dapat menghindari monopoli kekuasaan yang ada di tangan para penguasa.
Baca Juga :  Pengertian Penyimpangan Sosial dan Dampaknya

Kekurangan dan kelemahan dari demokrasi

  • Kepercayaan rakyat pada setiap pengusaha mudah digoyahkan karena ada banyak dampak yang bersifat negatif. Seperti media yang tidak mempunyai sikap objektif, atau mempunyai kecenderungan dalam sikap subjektif mengenai informasi atau berita tertentu.
  • Berhubungan dengan kesamaan hak yang kerap kali dinilai tidak adil, karena berdasar pada pendapat ahli. Bahwa setiap orang memiliki pemahaman politik yang beraneka ragam, artinya tidak semua sama persis.
  • Konsentrasi atau fokus dari pemerintah yang sedang menjabat, menjadi bekurang karena mendekati pemilu yang akan datang.

Membangun Demokrasi

Berhubungan dengan segala upaya dalam membangun demokrasi, negara juga kebetulan mengalami transisi dari yang namanya demokrasi semu misalnya di era orde baru. Yang menuju ke paham demokrasi yang sesungguhnya. Di beberapa dekade negara telah mengalami berbagai kemajuan di bidang demokrasi.

Masing-masing pimpinan pada lembaga negara, sepakat bila kunci sukses di dalam pembangunan sebuah demokrasi adalah dengan menggunakan empat pilar kebangsaan seperti berikut ini :

  • Pancasila
  • UUD 1945
  • Bhineka Tinggal Ika

Hal itu menjadi pondasi yang dibangun dengan penuh perjuangan oleh para pahlawan negara. Empat pilar yang dicetuskan oleh pendiri bangsa itu diharap mampu menjadikan semua pemimpin di lembaga kenegaraan, yang memiliki kemampuan dalam mengatasi dan berupaya dalam menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh negara kita.

Tentu setiap rakyat mengharapkan segala sesuatunya berjalan dengan baik dan seimbang. Sehingga situasi apapun yang terjadi di Indonesia berjalan dengan harmonis. Sebaik apapun peraturan yang dibuat, jika semua pihak tidak mau menurutinya maka hasil akhirnya pun tidak akan berjalan dengan baik.

Namun walaupun peraturannya sederhana saja tetapi dipatuhi oleh semua orang, maka manfaat dan kemaslahatannya pun akan lebih terjamin. Karena negara kita membutuhkan pemerintah yang bersih, dari segala pemahaman dan pelaksanaan pada nilai luhur bangsa yang sudah dituangkan ke dalam empat pilar kebangsaan Indonesia.

Dengan adanya empat pilar tersebut, maka hal itu akan mampu mencukupi seluruh masyarakat, dan jajaran pemerintahan yang mau mempraktikan suatu hal dengan baik dan tulus. Sehingga Indonesia akan berhasil menjadi negara yang besar dan memiliki kedaulatan penuh di masa depan.

Mayoritas negara yang modern sekarang ini adalah masing-masing rakyatnya mempunyai satu kekuasaan, yang bisa berdaulat untuk kekuasaan politik yang tidak dijalankan secara langsung tetapi melalui DPR. Sehingga itulah yang dinamakan demokrasi perwakilan.

Adanya konsep demokrasi perwakilan tersebut, berasal dari institusi yang berupa gagasan yang tumbuh di era renaissance atau pencerahan. Hal ini bersamaan dengan terjadinya revolusi Perancis dan Amerika Serikat.

Penyalahgunaan Demokrasi

Demokrasi adalah sebuah sistem yang terdapat pemerintahan di dalamnya. Masing-masing warga negara pasti memiliki hak dan kesempatan yang setara. Di dalam demokrasi itu sendiri tidak memandang perbedaan suku, jenis kelamin, status sosial, dan kelompok golongan tertentu. Karena demokrasi tersebut berarti dari, oleh dan untuk rakyat.

Di dalam sistem demokrasi itu sendiri, terdapat peran rakyat yang berwenang dalam mengambil keputusan. Tak ada satupun bentuk kekuasaan dari pemerintah yang boleh ditetapkan begitu saja, tanpa ada keterlibatan rakyat dalam mengambil keputusan.

Sedangkan untuk maksud dan tujuan dari demokras tersebut adalah agar bisa membantu negara, yang berdaulat terhadap rakyat dalam membentuk pemerintahan yang sah dan yang dikehendaki oleh sebagian besar masyarakat.

Amerika Serikat adalah negara yang sangat demokrasi dalam hal sistem pemerintahannya tersebut. amerika Serikat juga menjadi negara yang memiliki tingkat kebebasan yang tinggi, di segala bidang. Contohnya kehidupan sosial budaya yang ada di negara tersebut.

Dengan menguasai pengetahuan demokrasi dengan benar maka Amerika Serikat justru mulai menyuarakan paham tersebut. kepada seluruh dunia. Ada yang berhasil dalam sistem pemerintahan tersebut. tetapi ada juga yang tidak berhasil saat menetapkan demokrasi tersebut di suatu negara tertentu.

Negara Indonesia juga pernah menerapkan sistem pemerintahan demokrasi yang seolah mendewakan rakyat. Sampai muncul sebuah pertanyaan, apakah demokrasi sudah sukses menjalankan pahamnya dengan baik?

Bila diamati dari sistemnya maka bisa dibilang sistem demokrasi di negara kita sudah sukses. Namun jika dilihat dari segi fakta di lapangan, hal itu lebih jauh dari kata demokrasi. Misalnya pada pelaksanaan demokrasi yang sering terjadi di negara kita, yaitu saat pemilu atau pemilihan kepala daerah. Agenda tersebut dikenal dengan sebutan pesta demokrasi, dalam rangka memilih pemimpin yang baik yang akan menjadi seorang panutan.

Tetapi di dalam proses keberlangsungannya pesta demokrasi ini sering memicu penyelewangan dan keributan. Berikut ini beberapa penyelewengan yang dilakukan dalam proses demokrasi di Indonesia :

1. Money politic

Penyalahgunaan atau penyelewengan demokrasi yang sering terjadi adalah money politic. Yang menjadi sebuah tradisi yang cenderung baru tetapi selalu berlangsung di proses selanjutnya. Praktik ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan setiap kalangan yang sedang kekurangan uang.

Baca Juga :  Ciri Kearifan Lokal : Pengertian Dan Contohnya

Mereka akan menjadi sasaran utama bagi setiap kalangan yang memiliki kepentingan. Misalnya ada seorang calon pemimpin yang memberi uang atau beragam kebutuhan pokok, dengan cara yang mudah. Dengan tujuan agar mendapat suara dari orang tersebut.

2. Intimidasi

Merupakan metode yang dianggap sangat berbahaya dan akan mengancam jika diterapkan. Misalnya jika ada suatu oknum dari calon pemimpin, yang melakukan tindak intimidasi pada rakyat atau warganya agar mereka mau memberi suara mereka pada calon pemimpin tersebut. hal ini tentu sangat bertentangan dengan arti dari demokrasi.

3. Pendahuluan ketika kampanye

Walaupun sudah diperingatkan dengan berbagai aturan mengenai proses dalam pemilu, bahwa misalnya kampanye itu dilarang saat bukan waktunya kampanye. Hal itu sudah termasuk ke dalam jenis penyelewengan yang sering dilakukan. Misalnya beberapa cara seperti memasang baliho dan spanduk di jalan, meme di sosmed dan masih banyak yang lainnya.

Tak jarang hal itu dilakukan oleh seorang calon pemimpin yang mengambil start, dengan mengadakan kegiatan kunjungan di beberapa kawasan.

4. Kampanye negatif

Penyebab munculnya kampanye negatif ini biasanya adalah minimnya sosialisasi dari calon pemimpin pada masyarakat, khususnya untuk orang awam. Hal ini akan menjadikan masyarakat menjadi kurang memadai pemahaman tentang pentingnya sebuah informasi. Sehingga ia akan patuh pada orang-orang di sekitar yang menjadi figurnya. Kegiatan kampanye negatif ini mendukung isu fitnah yang merusak integritas, yang berasal dari daerah tertentu. Selain bisa menimbulkan banyak isu, yang akan menjatuhkan lawan politik pada bakal calon.

Negara Penganut Demokrasi

Demokrasi yang sesungguhnya diartikan sebagai suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Karena dulu ada banyak sistem pemerintahan yang menyulitkan rakyat. Bahkan mereka tidak mau mempertimbangkan untuk mendukung sistem pemerintah.

Kini sejarah telah mencatat bahwa demokrasi menjadi sistem politik yang banyak diterapkan di dunia. Karena demokrasi menawarkan konsep sistem yang adil dan transparan. Dari waktu ke waktu banyak juga negara yang mengganti sistem pemerintahannya dengan demokrasi.

Indonesia termasuk negara yang menggunakan sistem demokrasi yang memiliki ranking ke-3 di dunia. Hal itu dilihat dari banyaknya jumlah penduduk atau rakyat, yang dimiliki oleh negara tertentu. Berikut ini beberapa negara yang menganut sistem demokrasi :

1. India

Adalah suatu negara yang jumlah penduduknya merupakan yang terbesar kedua di dunia. Sehingga India menjadi negara demokrasi terbesar di dunia. Sedangkan sistem yang diadopsi di India, dalah sistem demokrasi leberal. Negara ini melakukan pemilu di tahun 2014.

Bayangkan bagaimana gambaran pemilu yang dilakukan oleh India, yang jumlah penduduknya sangat banyak. tetapi ternyata prosesnya berjalan dengan lancar, aman dan juga terjaga. Karena mereka memiliki sistem yang sangat efisen.

2. Amerika Serikat

Negara berikutnya yang juga menggunakan sistem demokrasi adala Amerika Serikat. Negara ini menjadi negara paling tua yang menganut sistem demokrasi. Perjalanan sistem demokrasi di Amerika Serikat juga sudah lebih banyak. dan berjalan baik dari masa ke masa sehingga menjadi negara adikuasa.

Amerika Serikat juga masuk ke dalam daftar negara yang paling berpengaruh di dunia. Jumlah peserta yang ikut pemilu di sana ada sekitar 250an juta jiwa. Yang menunjukkan bahwa masyarakat di sana mempunyai antusias yang tinggi.

3. Indonesia

Negara Indonesia juga menorehkan keberhasilan dengan diadakannya pemilu. Dibuktikan dengan pemilu terakhir yang berjalan dengan aman dan tentram. Walaupun belum sepenuhnya baik seperti di India yang memiliki sistem yang lebih efisien.

Tetapi pergerakan politik di masing-masing waktu juga semakin bagus. Di tahun 2014 peserta yang mengikuti pemilu mencapai 190an juta jiwa. Diperkirakan jumlah itu masih akan naik dari masa ke masa. Ditambah dengan usia remaja yang mendapatkan hak pilih mereka.

4. Brazil

Brazil adalah negara terbesar yang jumlah penduduknya pun cukup tinggi, di benua Amerika Selatan. Jumlah penduduk yang ada di Brazil berjumlah sekitar 200 juta jiwa. Pelaksanaan pemilu yang dilakukan di Brazil sekitar 4 tahun sekalin. Berbeda dengan di Indonesia yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.

5. Pakistan

Negara yang menganu paham demokrasi lainnya adalah Pakistan, yang merupakan negara islam dengan peringkat nomor dua dari segi penduduknya setelah Indonesia. Negara ini juga menjadi negara yang menerapkan sistem demokrasi dengan peringkat terbesar ke 5. Konsep yang dianut oleh negara ini adalah pemerintah republik islam. Namun untuk sistem pemilunya masih menggunakan sistem demokrasi.

6. Nigeria

Nigeria adalah negara yang berada di kawasan Benua Afrika. Nigeria merupakan negara bagian Afrika yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. konsep yang diterapkan di negara ini adalah republik federal Nigeria.

Baca Juga :  Patriotisme : Pengertian, Ciri-Ciri Dan Contohnya Lengkap

Contoh Pelaksanaan Atau Penerapan Demokrasi Di Kehidupan Keluarga

Penerapan demokrasi juga bisa diterapkan di kehidupan keluarga, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi, kebiasaan, dan kesepakatan dari keluarga tersebut. contohnya seperti :

  1. Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban dalam menerapkan keadilan tanpa pilih kasih.
  2. Setiap anggota keluarga memiliki hak dalam diberikan kesempatan untuk menyampaikan kritik dan saran, demi kesejahteraan keluarga.
  3. Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban dalam menjalankan kewajiban dan tugas masing-masing, di dalam lingkup keluarga.
  4. Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban dalam saling menyayangi dan menghormati satu dengan lainnya.
  5. Perlu mengadakan pertemuan keluarga jika dibutuhkan.
  6. Sadar akan setiap tugas dan kewajibannya masing-masing.
  7. Bersedia memposisikan ayah sebagai kepala keluarga di rumah.
  8. Memposisikan diri masing-masing dengan kedudukannya masing-masing.
  9. Mengatasi dan mencari solusi bersama atas segala permasalahan dengan jalan musyawarah dan mufakat.
  10. Setiap anggkota keluarga harus mempunyai toleransi dalam perbedaan pendapat yang ada.
  11. Mengutamakan urusan dengan keluarga dibanding urusan pribadi.

Contoh Penerapan Dan Pelaksanaan Demokrasi Di Sekolah

  1. Menentukan organisasi sekolah atau di kelas dengan jalan musyawarah.
  2. Memeratakan tugas piket dengan cara yang adil dan merata.
  3. Mengadakan upacara bendera bergilir.
  4. Melakukan berbagai kegiatan yang diadakan sekolah.
  5. Melakukan sosialisasi dan hubungan yang baik dengan guru dan murid di lingkungan sekolah.
  6. Mengusulkan saran dan pendapat pada pihak sekolah yang berwenang, agar semakin maju dan berkembang.
  7. Mencatat pendapat dan opini di majalah dinding yang ada di sekolah.
  8. Datang ke sekolah tepat waktu.
  9. Menghargai pendapat orang lain.

Contoh Penerapan Dan Pelaksanaan Demokrasi Di Masyarakat

  1. Saling melindungi dan bahu membahu dalam menjaga kedamaian di lingkungan masyarakat.
  2. Saling bekerja sama dalam menyampaikan pendapat untuk kepentingan pengembangan bersama.
  3. Mempunyai sikap saling tenggang rasa antara satu dengan yang lainnya.
  4. Mampu menghargai setiap pendapat orang lain.
  5. Mampu mengemukakan kritik atau pendapat bagi kesejahteraan umum.
  6. Mengelola dana dengan baik dan benar.
  7. Berusaha mencari solusi atas setiap permasalahan dengan jalan mufakat.
  8. Berperan aktif dalam membayar iuran masyarakat.

Demokrasi Di Era Digital

Indonesia adalah negara yang menerapkan sistem demokrasi sejak merdeka. Semuanya diawali dengan sistem demokrasi yang dipimpin oleh Soekarno, yang dilanjutkan dengan demokrasi pancasila yang digunakan di era kepemimpinan Soeharto. Ia juga menjadi presiden yang berulang kali menjadi seorang presiden. Yang kemudian memunculkan demokrasi yang sebenarnya saat rezim Soeharto turun di tahun 1998.

Dimulai dengan adanya pemilu daerah yang dimana Presiden melibatkan rakyatnya dengan adil dan bersama-sama. Berlangsungnya demokrasi di Indonesia ini sudah berlangsung lama. Dan tentu sudah menemui berbagai tantangan di dalamnya.

Karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang gigih maka segala tantangan tersebut dapat diatasi. Sehingga lembaga penelitian yang berasal dari Amerika, menetapkan Indonesia sebagai negara berkembang yang paling berhasil dalam menerapkan sistem demokrasi di dalamnya.

Demokrasi di Indonesia berlangsung di wilayah yang baru dan dikenal dengan era digital. Era ini muncul karena adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat. Ditambah dengan perkembangan informasi dan komunikasi yang tak kalah cepat. Dengan munculnya era ini tentu memberi dampak di seluruh bidang kehidupan manusia. Termasuk sistem demokrasi.

Berdasarkan hasil survey dari Bloomberg TV, Indonesia sebagai pengguna media sosial dan platform chatting di Indonesia mencapai 70% pengguna. Hal itu menjadi hal yang menjadi luar biasa dalam kehidupan. Pengguna internet dapat memperoleh informasi mengenai kinerja pemerintah dengan mudah. Sehingga munculah pengguna internet yang memberi masukan, kritikan, saran bahkan hujatan tanpa filter yang memadai.

Walaupun setiap orang bebas untuk berkata-kata, baik orang yang ahli di bidangnya maupun orang yang bukan ahli. Hal tersebut menjadi wajar pada dampak era digital ini yang mengarah ke kebebasan. Disamping memberikan dampak yang kurang baik, era digital ini juga memberi hal yang positif dalam kehidupan. Pengguna sosial ini juga bukan hanya anak muda tapi bahkan di jajaran pemerintahan.

Tak jarang jika pejabat tersebut juga berbicara atas nama pemerintah. Hal ini memunculkan kebanggaan tersendiri. Sebagai rakyat yang memiliki pengaruh pada kedaulatan negara, mereka memiliki hak yang sama dalam berpendapat di dunia maya. Namun tetap saja penggunaan sosial media ini harus digunakan dengan cara yang bijak. Dengan bahasa yang santun dan beradab.

Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian demokrasi beserta jenis, ciri dan contohnya. Dengan memahami demokrasi secara utuh, maka diharapkan hal itu dapat memberi dampak positif di kehidupan kita.

Baca Juga :