OJK : Sejarah, Fungsi Dan Kebijakan Strateginya Lengkap

5 (100%) 1 vote

OJK : Sejarah, Fungsi Dan Kebijakan Strateginya Lengkap

Tugas OJK– Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah sebuah lembaga independen yang bebas dari campur tangan pihak lain yang memiliki fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan pada seluruh kegiatan yang ada di dalam sektor jasa keuangan baik dari sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank seperti misalnya Asuransi, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, Fintech dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya.

Pada saat ini OJK diketuai oleh Wimboh Santoso, SE., MSc., Ph.D yang didampingi oleh  Ir. Nurhaida, MBA, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Etik. Sebagian besar orang tidak tahu apa itu OJK. Berikut penjelasan lengkapnya.

Sejarah OJK

OJK dibentuk berdasarkan  UU Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan yang sudah diresmikan di tanggal 16 Juli 2012. Ada lima langkah yang harus dilalui OJK, yang menjalankan seluruh rangkaian tugasnya dengan cara menyeluruh. Diantaranya :

  • 15 Agustus 2012 dibentuk Tim Transisi OJK Tahap I yang bertugas untuk membantu para Dewan Komisioner OJK dalam melaksanakan tugas.
  • 31 Desember 2012, OJK secara efektif beroperasi dengan cakupan tugas Pengawasan Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank.
  • 18 Maret 2013, dibentuk Tim Transisi OJK Tahap II yang bertugas membantu Dewan Komisioner OJK yang melasanakan pengalihan fungsi, tugas dan wewenang Pengaturan dan Pengawasan Perbankan dari BI.
  • 31 Desember 2013, OJK sepenuhnya menjalani tugasnya dalam mengawasi kinerja Perbankan.
  • 1 Januari 2015, OJK mulai meluaskan pengawasannya ke industry Non-Bank, yaitu Pengaturan dan Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
Baca Juga :  Seni Musik : Jenis-Jenis Seni Musik Dan Pengertian Menurut Para Ahli Lengkap

Tujuan Dibentuknya OJK

Pemerintah Indonesia berharap OJK dapat mendukung kepentingan, di sektor jasa keuangan. Sehingga hal itu akan meningkatkan daya saing dalam bidang perekonomian. OJK juga harus mampu menjaga kepentingan nasional yang meliputi sumber daya manusia, pengelolaan, pengendalian dan kepemilikan di setor jasa keuangan, dengan selalu mempertimbangkan aspek yang positif.

Visi Dan Misi OJK

Visi :

Menjadi sebuah lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, yang melindungi kepentingan konsumen dan juga masyarakat. Serta mampu mewujudkan industri jasa keuangan yang menjadi pilar perekonomian nasional, yang memiliki daya saing global dan dapat memajukan kesejahteraan umum.

Misi :

  1. Mewujudkan terselenggaranya semua kegiatan yang ada di dalam seluruh kegiatan, pada sektor jasa keuangan dengan teratur, adil, transparan dan akuntabel.
  2. Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh dengan berkelanjutan dan juga stabil.
  3. Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Fungsi Dan Tugas OJK

Fungsi

OJK akan menyelenggarakan sistem pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan yang sudah terintegrasi dengan keseluruhan kegiatan yang ada di sektor jasa keuangan misalnya sektor perbankan, pasar modal dan non-bank. OJK juga bisa menjadi pengambil keputusan dalam hal perkembangan dan kemajuan sampai perlindungan untuk konsumen.

Tugas

OJK mempunyai tugas dalam melakukan pengaturan dan pengawasan pada kegiatan jasa keuangan pada sektor perbankan, pasar modal, dan juga INKB. Di setiap sektor keuangan tersebut, dalam menjalankan serangkaian tugas hampir semuanya terbilang sama.

Rincian dari tugas tersebut adalah untuk menyusun peraturan, pembinaan, pengawasan, penegakan hukum yang telah dibuat dan sebagainya. Terdapat tugas tambahan lainnya yang biasanya akan bergantung pada keputusan yang diberikan oleh Dewan Komisioner.

Kebijakan Strategis OJK Di Tahun 2019

Di tahun ini OJK telah menyiapkan 5 kebijakan dan inisiatif yang dibuat untuk mendukung kinerja pada sektor keuangan, menjadi lebih positif lagi. Kebijakan tersebut diantaranya yaitu :

  1. Alternatif pembiayaan dalam sektor strategis, baik pemerintah dan juga swasta melalui pengembangan pembiayaan yang berasal dari pasar modal. OJK juga akan mendorong, memfasilitasi dan memberikan insentif pada calon emiten melalui penerbitan efek yang berbasis utang atau syariah.
  2. Mendorong lembaga jasa keuangan dalam meningkatkan kontribusi pada pembiayaan di sektor prioritas, seperti pada industri ekspor, substitusi impor, pariwisata maupun sektor perumahan.
  3. Memperluas penyediaan akses bagi UKM dan juga masyarakat kecil yang ada di daerah terpencil yang belum terlayani oleh lembaga keuangan formal.
  4. Mendorong inovasi industri pada jasa keuangan untuk menghadapi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0 dengan cara menyiapkan ekosistem yang memadai dan mendorong jasa lembaga keuangan, dengan melakukan digitalisasi produk dan juga layanan keuangan dengan manajemen resiko yang lebih memadai. Seperti dalam memfasilitasi dan memonitor perkembangan start up Fintech, termasuk start up FinTech Peer-to-Peer Lending dan Equity Crowdfunding.
  5. Memanfaatkan teknologi pada proses bisnis baik dalam pengawasan perbankan yang berbasis teknologi, dan juga perizinan yang lebih cepat. Termasuk pada proses fit an proper test dari 30 hari kerja, menjadi hanya 14 hari kerja saja.
Baca Juga :  Jumlah Penduduk Indonesia Dari Tahun 2016-2019 Lengkap

Itulah penjelasan mengenai tugas OJKyang dilengkapi dengan pengertiannya, sejarah, tujuan, visi dan misi, fungsi, dan kebiajakn strategisnya. Semoga dapat dipahami dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :