Komunikasi Interpersonal : Pengertian, Elemen, Sifat Dan Prinsipnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Komunikasi Interpersonal : Pengertian, Elemen, Sifat Dan Prinsipnya Lengkap

Komunikasi Interpersonal – Komunikasi interpersonal atau disebut juga komunikasi antar personal adalah jenis komunikasi yang dilakukan oleh individu untuk saling bertukar gagasan atau pemikiran, pada individu yang lainnya. Pengertian lainnya dari komunikasi interpersonal ini adalah konteks komunikasi yang dimana setiap individu akan mengkomunikasikan perasaannya, gagasan, emosi dan informasi secara tatap muka pada individu yang lainnya.

Business Communication Duplicate model

Komunikasi interpersonal ini bisa dilakukan dengan cara verbal atau non verbal. Komunikasi interpersonal ini tidak hanya tentang apa yang diucapkan dan apa yang diterima, tapi juga bagaimana hal itu diucapkan, bagaimana bahasa tubuh yang digunakan, dan bagaimana ekspresi wajah yang diberikan.

Pengertian Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli

  1. Komunikasi interpersonal menurut G.R Miller dan M. Steinberg (1975) adalah komunikasi yang dapat dipandang sebagai suatu komunikasi yang terjadi di dalam hubungan interpersonal.
  2. Komunikasi interpersonal menurut Judy C. Pearson, dkk (2011) adalah suatu proses yang memakai beberapa pesan dalam mencapai kesamaan makna, diantara paling tidak dua orang dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya kesempatan yang sama. Bagi setiap pembicara ataupun pendengar.
  3. Komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito (2013) adalah interaksi verbal dan juga nonverbal diantara dua atau bahkan lebih orang, yang saling tergantung satu dan lainnya.
  4. Komunikasi interpersonal menurut Ronald B. Adler, dkk (2009) adalah semua jenis komunikasi diantara dua orang yang secara kontekstual komunikasi interpersonal.

Kesimpulannya komunikasi interpersonal merupakan segala hal yang dilakukan di dalam suatu hubungan interpersonal antara dua orang atau lebih, secara verbal maupun non verbal dengan tujuan yaitu untuk mencapai kesamaan.

Elemen Di Dalam Komunikasi Interpersonal

Pada umumnya komunikasi memiliki beberapa elemen yang penting yaitu sumber, penerima, pesan, saluran, encoding, decoding, gangguan, umpan balik, dan konteks. Sama halnya dengan pengertian komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito (2013 : 8-16) yaitu terdapat beberapa elemen yang penting di dalam komunikasi interpersonal. Yang diantaranya adalah sebagai berikut :

Sumber Penerima

Komunikasi interpersonal yang melibatkan paling tidak dua orang, yang dimana masing-masing pihak memiliki peran sebagai sumber, dalam membentuk dan mengirimkan pesan. Dan juga memiliki peran sebagai penerima pesan.

Pesan

Pesan adalah sinyal yang dipandang sebagai stimulasi atau rangsangan bagi si penerima pesan, dan dapat diterima oleh salah satu indera manusia atau kombinasi dari beberapa indera manusia. Dalam komunikasi yang bertatap muka, kita dapat mengirim atau menerima pesan melalui lima panca indera yang kita miliki. Kita juga menegosiasikan makna yang kita dapatkan dari komunikasi interpersonal, melalui pengiriman dan penerimaan pesan baik verbal maupun non verbal.

Encoding-Decoding

Encoding merupakan suatu tindakan yang memproduksi pesan tertulis seperti menulis atau berbicara. Sedangkan decoding adalah tindakan dalam memahami pesan seperti misalnya mendengar atau membaca.

Media chanel

Yang dimaksud dengan chanel adalah sebuah media yang dipakai untuk menyampaikan pesan yang menghubungkan sumber dan juga penerima. Dalam sebuah komunikasi bertatap muka, kita dapat mengirimkan dan menerima pesan melalui panca indera yang kita miliki.

Gangguan

Teknisnya gangguan adalah segala sesuatu yang mendistorsi sebuah pesan. Atau hal yang mencegah si penerima pesan dalam menerima sebuah pesan. Gangguan di dalam komunikasi disebut juga hambatan komunikasi. Ada beberapa jenis gangguan dalam komunikasi, diantaranya yaitu gangguan semantik, gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan intelektual, dan gangguan lingkungan.

Umpan Balik

Umpan balik merupakan informasi yang diterima sebagai bentuk respon pada setiap pesan yang dikirimkan. Umpan balik ini dapat berupa verbal maupun non verbal, umpan balik positif maupun negatif.

Konteks

Adalah jenis komunikasi yang berlangsung di dalam sebuah konteks atau lingkungan, yang memengaruhi bentuk dan isi pesan yang disampaikan. Konteks lingkungan dan situasi atau budaya, yang dimana komunikasi yang terjadi juga bisa memengaruhi keluaran atau efek yang dihasilkan. Konteks lingkungan ini bisa berupa lokasi fisik dimana hal itu terjadi. Yang termasuk ke dalam konteks situasi atau budaya adalah ruang hidup atau latar belakang budaya, dan masing-masing dari partisipan komunikasi.

Etika

Komunikasi selalu memiliki konsekuensi sehingga di dalam komunikasi selalu melibatkan etika dalam berkomunikasi. Sama halnya dengan konteks komunikasi interpersonal. Setiap tindakan dalam komunikasi ini memiliki dimensi moral, yang benar dan yang salah.

Sifat Komunikasi Interpersonal

Menurut Joseph A. DeVito (2013) sifat dari komunikasi interpersonal diantaranya yaitu :

Baca Juga :  Pengelolaan Badan Usaha : Pengertian, Tujuan dan Fungsinya Lengkap

1. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih yang masing-masing saling ketergantungan.

Secara umum komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang biasa disebut juga dengan komunikasi diadik. Misalnya komunikasi yang terjadi antara ayah dan anaknya. Walaupun begitu komunikasi interpersonal juga merujuk pada komunikasi di dalam kelompok kecil contohnya keluarga. Walaupun di dalam keluarga komunikasi ini berlangsung dalam bentuk komunikasi diadik seperti ibu pada anaknya.

2. Komunikasi interpersonal adalah inheren yang bersifat relasional.

Karena memiliki sifat yang saling bergantung, maka komunikasi interpersonal tak dapat dihindari dan sifatnya sangat penting. Komunikasi interpersonal ini memiliki peran di dalam sebuah hubungan, yang dampaknya ada pada hubungan dan mengartikan hubungan tersebut. sehingga cara kita dalam berkomunikasi sebagian besarnya ditentukan oleh jenis hubungan, yang ada diantara kita dengan orang lain. Harus dipahami juga bahwa cara kita dalam berkomunikasi dan cara berinteraksi, akan memengaruhi jenis hubungan yang dibangun.

3. Komunikasi interpersonal berada pada sebuah rangkaian dan kesatuan.

Komunikasi interpersonal ini berada dalam sebuah rangkaian kesatuan yang panjang dan membentang dari impersonal ke personal yang lebih tinggi lagi. Di titik impersonal kita akan berkomunikasi dengan sederhana diantara orang-orang yang tidak saling kenal, contohnya antara pembeli dan penjual. Pada titik impersonal yang lebih tinggi, komunikasi akan berlangsung diantara orang-orang akrab dan terhubung satu dan lainnya contohnya antara ayah dan anak.

4. Komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal atau non verbal.

Komunikasi interpersonal melibatkan pertukaran pesan baik secara verbal maupun non verbal. Kata-kata yang digunakan di dalam komunikasi tatap muka dengan orang yang lain biasanya akan disertai dengan petunjuk non verbal, seperti misalnya ekspresi wajah, kontak mata, gerak tubuh, atau bahasa tubuh. Kita akan menerima pesan interpersonal itu melalui panca indera yang dimiliki misalnya mendengar, melihat, menyentuh dan mencium. Saat bersikap diam pun sebenarnya kita mengirimkan pesan interpersonal. Pesan yang disampaikan sebagian besar tergantung pada beberapa faktor lain yang terlibat dalam interaksi.

5. Komunikasi interpersonal berlangsung di dalam beragam bentuk.

Pada umumnya komunikasi interpersonal berlangsung dengan cara tatap muka, contohnya saat berbicara dengan ayah dan ibu. Di zaman yang teknologinya maju sekarang ini komunikasi interpersonal berlangsung melalui jaringan dari komputer. Misalnya hadirnya internet sebagai media komunikasi, dan jenis komunikasi modern lainnya yang menjadikan komunikasi interpersonal tersebut dapat dilakukan melalui surat elektronik atau media sosial. Bentuk komunikasi interpersonal lainnya bersifat real time, artinya pesan dikirim dan diterima di satu waktu sama dengan komunikasi tatap muka. Pesan yang dikirim dan diterima melalui berbagai media sosial, di dalam konteks komunikasi interpersonal memiliki pengaruh media sosial dan efek media sosial bagi hubungan interpersonal yang telah dibangun.

6. Komunikasi interpersonal yang melibatkan beragam pilihan.

Pesan interpersonal yang dikirimkan atau dikomunikasikan pada orang lain, adalah hasil dari beragam pilihan yang sudah dibuat. Di dalam kehidupan interpersonal dan interaksi kita dengan orang lain, disajikan dalam berbagai pilihan. Artinya momen saat kita harus membuat pilihan pada siapa kita berkomunikasi, apa yang akan kita katakan, apa yang tak boleh kita katakan, apakah pilihan frasa yang ingin kita katakan, dan lain sebagainya. Pilihan komunikasi interpersonal dan alasannya dalam berbagai situasi dan berbagai pilihan bisa dipilih dan berkerja dengan baik dibanding yang lainnya.

Prinsip Yang Ada Di Dalam Komunikasi Interpersonal

Menurut Joseph A. DeVito (2013) prinsip yang ada di dalam komunikasi interpersonal diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi interpersonal adalah proses transaksional. Yang merupakan sebuah proses atau kejadian yang berkelanjutan, yang dimana setiap elemennya saling bergantung satu dengan yang lainnya. Komunikasi interpersonal secara konstan akan terus terjadi dan mengalami perubahan. Agar bisa dipahami gambaran komunikasi interpersonal sebagai proses transaksional, maka model komunikasi transaksional menjadi jawabannya.

2. Komunikasi interpersonal juga mempunyai tujuan. Diantaranya yaitu :

  • Komunikasi interpersonal membuat kita belajar dalam memahami orang lain dan dunia dengan cara yang lebih baik.
  • Membina Hubungan. Komunikasi interpersonal juga membantu kita dalam membina hubungan dengan orang lain.
  • Melalui komunikasi interpersonal ini kita dapat memengaruhi sikap dan perilaku orang lain.
  • Komunikasi interpersonal bisa berfungsi sebagai sebuah kegiatan bermain.
  • Melalui komunikasi interpersonal ini seorang terapis akan menggunakan teknik penyembuhan yang dikenal dengan metode komunikasi teraputik keperawatan.

3. Komunikasi interpersonal merupakan ambigu. Yang dimana seluruh pesan memiliki potensi ambigu, yang masing-masing orang memberi makna yang berbeda pada setiap pesan yang sama. Terdapat ambiguitas pada suatu hubungan.

4. Komunikasi interpersonal juga bisa berupa simetris atau komplementer. Yang dapat merangsang pola dan perilaku yang sama atau berbeda.

5. Komunikasi interpersonal merajuk pada isi dan hubungan diantara partisipan. Di dalam sistem komunikasi interpersonal, hubungan interpersonal ini memiliki peranan yang sangat penting. Karena hubungan interpersonal yang baik adalah penanda bagi komunikasi yang efektif.

Baca Juga :  Nama nama Candi di Indonesia Beserta letak dan Fungsinya

6. Komunikasi interpersonal dapat diberi tanda atau ditandai karena setiap orang memisahkan beberapa bagian komunikasi ke dalam stimuli atau rangsangan dan respon, pada perspektif dasar yang dimiliki oleh masing-masing partisipan.

7. Komunikasi interpersonal juga tak dapat dihindari, tak dapat diulang, dan tak bisa diubah. Saat ada di dalam situasi interpersonal, kita tidak bisa tidak berkomunikasi, kita juga tidak dapat mengulang pesan dengan tepat dengan lebih spesifik.

Prinsip komunikasi interpersonal menurut  Paul Watzlawick, Janet Beavin, dan Don Jackson diantaranya sebagai berikut :

  1. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi.
  2. Setiap interaksi mempunyai dimensi isi dan hubungan.
  3. Setiap interaksi dimaknai dengan bagaimana interaksi itu diberi tanda.
  4. Pesannya dapat berupa simbol verbal dan petunjuk non verbal.
  5. Pertukaran pesannya memiliki sifat simetris atau komplementer.

Teori Komunikasi Interpersonal

Di dalam konteks komunikasi interpersonal terdapat teori komunikasi interpersonal yang disebut juga dengan teori komunikasi antar pribadi, yang banyak dirumuskan dan dikembangkan oleh para ahli komunikasi interpersonal dalam menjelaskan pada orang lain, bagaimana orang memberi makna pada suatu kejadian. Atau mengapa mereka bertindak dengan cara mereka, bagaimana membuat keputusan mengenai pesan, serta efek komunikasi yang terjadi di dalam sebuah hubungan. Beragam teori komunikasi interpersonal yang ada bisa digunakan untuk memahami proses komunikasi.

Berikut beberapa teori dalam komunikasi interpersonal :

  1. Constructivism. Kerangka kerja teoritis yang berupaya dalam menjelaskan mengapa individu berkomunikasi dengan cara yang mereka lakukan, dan mengapa komunikator lebih sukses dibanding yang lainnya. Konstruktivisme ini diperkenalkan oleh Jesse Delia.
  2. Symbolic interactionism. Sebuah perspektif dalam sosiologi yang dipengaruhi oleh berbagai ahli teori, yaitu George Herbert Mead dan Herbert Blumer. Pada dasarnya Interaksionisme simbolik ini menggambarkan bagaimana seorang individu akan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, untuk membentuk sebuah makna, bagaimana mereka menciptakan dan menyajikan diri sendiri serta bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain dan menggunakan simbol di dalam masyarakat.
  3. Attribution Theory. Sebuah kerangka kerja untuk memahami bagaimana setiap individu menginterprestasikan perilaku mereka dan perilaku orang lain. Menurut Fritz Heider manusia akan termotivasi dalam memahami perilaku menjelaskan pola sebuah perilaku.
  4. Fundamental interpersonal relationship orientation theory. Sebuah teori yang diperkenalkan oleh William Schutz ini berpendapat bahwa orang akan termotivasi untuk memenuhi tiga macam kebutuhan, yaitu   inklusi (kebutuhan merasa dimiliki), kontrol (kebutuhan untuk membentuk interaksi dengan orang lain), dan afeksi (kebutuhan untuk disukai dan menjalin hubungan).
  5. Action assembly theory. Teori ini diperkenalkan oleh John Green yang berusaha menjelaskan dari mana pikiran kita datang, dan bagaimana kita mengartikan berbagai macam pikiran itu ke dalam komunikasi verbal dan non verbal.
  6. Communication accommodation theory. Teori ini dikembangkan oleh Howard Giles dkk, yang menitikberatkan pada bagaimana dan mengapa orang memodifikasi atau mengubah perilaku komunikasi mereka, ke dalam situasi yang berbeda.
  7. Social penetration theory. Teori ini digagas oleh Irving Altman dan Dalmas Taylor, yang dimana menggambarkan bagaimana self-disclosure menggerakkan hubungan dari superfisial ke intim. Ini adalah teori yang pertama yang mengkaji tentang bagaimana perubahan yang ada di dalam pola komunikasi, bisa berdampak pada perubahan di dalam hubungan.
  8. The relationship development model. Teori yang satu ini diperkenalkan oleh Mark Knapp yang menyajikan sepuluh tahapan dalam model hubungan yang bisa menyatukan atau bahkan terpisah. Tahapan tersebut memiliki ciri pola komunikasi masing-masing yang berbeda.

Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal adalah asosiasi diantara paling tidak dua orang yang saling ketergantungan. Yang menggunakan beberapa pola interaksi yang secara konsisten, dan siapa yang menjadi pasangan interaksi di dalam sebuah periode waktu. Hubungan interpersonal ini merupakan hal yang paling penting, dalam sebuah komunikasi interpersonal yang efektif.

Jurgen Reusch dan Gregory Bateson (1951) mengemukakan bahwa komunikasi mendefinisikan hubungan interpersonal. Pandangan ini membuat bergesernya studi komunikasi interpersonal dari isi pesan pada aspek relasional. Kemudian Gerarld R. Miller dalam Rakhmat (2001 : 119) menyatakan bahwa dalam memahami proses komunikasi interpersonal harus ada pemahaman tentang hubungan simbiotis diantara komunikasi dan perkembangan relasional. Artinya perkembangan relasional dipengaruhi oleh komunikasi sampai pada akhirnya secara simultan, sifat komunikasi antar partisipan komunikasi akan dipengaruhi oleh perkembangan relasional.

Pada sudut pandang psikologi komunikasi hubungan interpersonal yang baik, akan membuat orang terbuka dalam mengungkapkan dirinya. Serta semakin cermat dalam memberikan persepsi pada dirinya dan orang lain. Sehingga komunikasi yang berlangsung diantara partisipan komunikasi akan semakin efektif.

Tahapan Hubungan Interpersional

Kontak

Di tahap ini ada beberapa jenis kontak persepsi seperti yang kita lihat, dan apa yang kita dengar. Pada tahapan ini kita membentuk sebuah gambar mental dan fisik, seperti misalnya gender, usia, kepercayaan, nilai dan lain sebagainya. Setelah terjadi persepsi itu, dilanjutkan dengan kontak interaksional yang superfisial dan relatif imperasional. Di tahapan ini juga biasanya kita akan melakukan pertukaran informasi, pada mereka yang terlibat di dalam proses komunikasi. Misalnya saja, “ Perkenalkan nama saya Greg.” Para peneliti pun berpendapat di tahapan kontak ini, nantinya kita akan memutuskan apakah akan melanjutkan hubungan atau tidak.

Baca Juga :  Psikotropika : Pengertian, Golongan dan Bahayanya Lengkap

Keterlibatan

Pada tahap keterlibatan hubungan akan berkembang rasa kesamaan karena terhubung. Di sini kita akan mengalami dan mencoba belajar lebih banyak, tentang orang lain. Di tahap keterlibatan ada dua fase yaitu fase menguji dan mengintensifkan. Di fase menguji kita ingin melihat apakah penilaian awalnya terbukti beralasan atau tidak. Misalnya saja anda bertanya, “ Di mana anda bekerja?” bila kita ingin mengetahui seseorang dengan lebih baik, maka kita akan melanjutkan keterlibatan dengan intensif dengan melakukan interaksi yang diawali dengan memberi tahu informasi tentang diri kita.

Keakraban

Di tahap ini kita akan berkomitmen pada diri sendiri untuk tetap mengenal lebih jauh seseorang, dan membentuk sebuah hubungan saat seseorang telah menjadi teman dekat atau menjadi pasangan. Kualitas dan kuantitas pada pertukaran interpersonal akan berkembang, dan menjadikan kita lebih sering membicarakan secara rinci mengenai hubungan itu.

Kemudian kita akan saling membagi jaringan sosial dan lain sebagainya. Di tahap ini juga kepuasan hubungan akan semakin berkembang. Pada tahap ini terdapat dua fase, fase yang pertama yaitu dua orang yang berkomitmen pada mereka sendiri dan pada orang lain secara pribadi. Di fase ikatan sosial komitmen dibuat lebih umum, contohnya pada keluarga dan juga teman.

Kemunduran

Tahap kemunduran pada suatu hubungan biasanya ditandai dengan melemahnya ikatan pertemanan atau pasangan kekasih. Fase pertama di tahap ini adalah ketidakpuasan intrapersonal yang mulai dialami ketika berinteraksi, dan mulai memandang masa depan yang suram dengan pasangan. Bila fase ini terus berkembang maka akan berlanjut ke fase berikutnya. Yaitu kemunduran interpersonal. Yang dimulai dengan menarik diri atau menghindari untuk berinteraksi, tidak lagi saling berbagi, dan sering saling diam ketika sedang bersama, tak adanya kontak fisik, dan tak ada kedekatan secara psikologis. Di sinilah konflik mulai berkembang, dan sulitnya menemukan solusi yang terbaik.

Perbaikan

Di fase awal pada tahap perbaikan adalah perbaikan interpersonal. Yang dimana kita akan mencoba menelaah dan menganalisa, apa yang salah. Lalu mulai menemukan titik terang atau cara untuk mengatasi keretakan hubungan. Kita juga akan mengevaluasi sisi positif atau negatif andaikan hubungan yang ada diteruskan atau diakhiri. Untuk memutuskan akan memperbaiki hubungan kita harus masuk ke fase perbaikan interpersonal. Yaitu berkomunikasi dengan pasangan tentang apa yang ingin dilihat, yang dilakukan dan yang pasangan ingin lakukan. Ini merupakan tahap negosiasi yang dimana kita dan pasangan akan mencoba memperbaiki hubungan.

Putus Hubungan

Pada tahap ini ikatan secara individu akan benar-benar terputus. Di awal putusnya hubungan pada umumnya akan berlangsung dalam bentuk perpisahan interpersonal, misalnya pisah rumah. Bila perpisahan ini diterima dan bila hubungan sudah tak bisa diperbaiki, maka kita akan masuk ke dalam fase perpisahan sosial. Bila hubungan ini adalah pernikahan, maka fase tersebut akan menuju perceraian.

Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Interpersonal

Menurut Rakhmat (2001 : 129) faktor-faktor yang bisa memengaruhi hubungan interpersonal diantaranya sebagai berikut :

  1. Percaya. Adalah faktor yang paling penting. Percaya juga dapat diartikan sebagai keyakinan yang kuat tentang keandalan, kebenaran, kemampuan, atau kekuatan seseorang atau sesuatu. Di dalam hubungan interpersonal percaya yang dimaksudkan adalah, bentuk keyakinan pada perilaku seseorang untuk meraih tujuan yang sudah ditetapkan. Yang dimana adanya ketidakpastian dalam pencapaian dan dalam situasi yang mengandung resiko.
  2. Sikap sportif. Adalah sebuah sikap untuk mengurangi resiko defensif dalam berkomunikasi.
  3. Sikap terbuka. Sikap ini memiliki pengaruh yang bear pada keefektifan dalam komunikasi interpersonal. Dengan sikap yang terbuka akan membuat kita :
  • Menilai pesan dengan lebih objektif karena didukung oleh data dan logika.
  • Bisa dengan mudah melihat sebuah perbedaan nuansa dan lain sebagainya.
  • Mencari informasi yang berasal dari sumber yang bermacam-macam.
  • Tidak terlalu kaku dalam mempertahakan kepercayaan yang kita miliki.
  • Mencari makna pada pesan yang tak sesuai dengan yang kita yakini.

Manfaat Mempelajari Komunikasi Interpersonal

  1. Bisa mendatangkan manfaat intelektual yang termasuk ke dalam pemahaman yang mendalam pada diri orang lain, dan hubungan interpersonal.
  2. Bisa memberi manfaat yang praktis yang termasuk di dalamnya pribadi, sosial atau hubungan, dan profesional.
  3. Komunikasi interperpersonal ini sangat penting secara fisik, karena mereka yang memiliki komunikasi interpersonal yang baik akan sehat secara fisik dan mental.
  4. Komunikasi interpersonal juga membantu kita dalam memenuhi kebutuhan sosial. Dengan memahami proses komunikasi interpersonal, maka akan memberi kita pandangan pada bagaimana suatu hubungan bisa menjadi lebih sukses dan memuaskan.
  5. Melalui penelitian komunikasi interpersonal bisa membuat kita berpikir bahwa, kita berkomunikasi di dalam suatu hubungan dan menyadari bahwa secara aktual, komunikasi dalam hubungan menjadi sangat berbeda.

Itulah pembahasan lengkap mengenai komunikasi interpersonal yang meliputi banyak hal di dalamnya. Semoga dapat dipahami dan bisa memberi manfaat.

Baca Juga :