Campuran Pada Kimia : Pengertian, Metode dan Jenis – Jenis Proses Pemisahannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Metode dan Jenis – Jenis Proses Pemisahan Campuran Pada Kimia

Pemisahan Campuran – Campuran adalah sebuah materi yang disusun dalam dua jenis zat murni atau lebih, dan masih memiliki beberapa sifat yang berasal dari zat penyusunnya. Kebanyakan materi yang berada di alam ini tidak murni, tetapi berupa suatu campuran. Sama halnya dengan udara yang kita hirup setiap hari, dan air laut yang ada di samudera. Udara terdiri dari beberapa macam zat seperti oksigen, nitrogen, uap air dan yang lainnya. Sedangkan air mencakup beberapa zat seperti air, garam, dan zat yang lainnya.

Campuran didasarkan pada perbedaan beberapa sifat fisis pada zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, kelarutan, dan lain sebagainya.

Metode Dalam Pemisahan Campuran

1. Filtrasi atau penyaringan

Filtrasi merupakan sebuah metode pemisahan yang dipakai untuk memisahkan cairan dan juga padatan, yang tidak larut dengan menggunakan sebuah penyaring atau filter, yang berdasar pada perbedaan dari ukuran partikel. Contohnya menyaring air yang bercampur dengan pasir, lalu disaring dengan menggunakan kertas saringan sehingga pasir akan tertinggal di kertas saring tersebut.

2. Dekantasi

Dekantasi bisa digunakan sebagai salah satu alternatif selain filtrasi, yang memisahkan cairan dan padatan. Dekantasi ini dilakukan dengan cara menuangkan cairan pelan-pelan, sehingga padatan akan tertinggal di dalam wadah itu. Metode ini terbilang lebih cepat dibanding filtrasi. Tetapi hasilnya masih kurang efektif. Hasilnya malah akan efektif jika ukuran zat padat jauh lebih besar, contohnya campuran air dengan kerikil.

Baca Juga :  13 Sifat Fisika dan Kimia Suatu Zat serta Contohnya Lengkap

3. Sentrifugasi

Metode yang satu ini sering digunakan sebagai pengganti filtrasi, jika partikel padatan sangat halus dengan jumlah campuran yang lebih sedikit. Metode sentrifugasi ini banyak digunakan untuk memisahkan beberapa sel darah merah dan sel darah putih, dari sebuah plasma darah. Padatan merupakan beberapa sel darah, yang akan mengumpul di bagian dasar tabung reaksi. Sedangkan plasma darah biasanya berupa cairan yang berada di bagian atas.

4. Evaporasi

Saat garam dicampur dengan air maka akan menimbulkan larutan, yang tak dapat dipisahkan dengan metode filtrasi atau sentrifugasi. Metode yang digunakan untuk memisahkan zat padat, yang larut pada larutannya disebut dengan evaporasi. Contohnya yaitu larutan garam, atau larutan yang dipanaskan dengan perlahan dengan uap air. Selama proses pemasanan, air akan dibiarkan menguap perlahan sampai habis dan kemudian meninggalkan kristal garam sebagai residu.

5. Distilasi

Distilasi merupakan suatu metode pemisahan pada campuran zat cair yang berasal dari larutannya, berdasarkan perbedaan titik didihnya. Bila larutan itu dipanaskan maka komponen yang ada di titik didihnya yang lebih rendah, akan menguap dahulu. Di kehidupan sehari-hari, proses penyulingan ini digunakan sebagai pemisahan pada air tawar dan air laut, pada pembuatan etanol atau alkhol, dan proses pemisahan minyak bumi.

6. Corong pisah

Campuran yang terdiri dari dua jenis zat cair yang tidak saling melarutkan, bisa dipisahkan dengan corong pisah. Kemudian diamkan selama beberapa saat, sampai membentuk dua lapisan yang terpisah. Misalnya seperti proses pemisahan minyak dan air.

7. Kromatografi

Adalah pemisahan campuran yang terjadi karena adanya perbedaan larutan beberapa zat di dalam pelarut, dan perbedaan penyerapan atau adsorbi pada kertas pada beberapa zat yang ingin dipisahkan. Suatu zat yang larut terlebih dahulu di dalam pelarut dan kurang teradsorbi di kertas, akan bergerak lebih cepat.

Baca Juga :  Pengertian Dan Kegunaan Gliserin Lengkap

Pada kehidupan sehari-hari kromatografi ini digunakan untuk :

  1. Menguji apakah bahan pewarna yang digunakan di dalam makanan aman untuk dikonsumsi.
  2. Menguji bagaimana tinta yang dipakai pada pemalsuan dokumen seperti surat, cek, dan juga giro.
  3. Menguji apakah ada obat terlarang yang ada di dalam tubuh atlet, atau penyalahgunaan narkoba.
  4. Memeriksa apakah pestisida yang ada di dalam sayuran dan buah-buahan masih dalam batas aman.

8. Sublimasi

Merupakan suatu proses pemisahan campuran pada sesama zat padat, yang berdasarkan pada perubahan wujud zat. Zat padat yang menyublim bisa dipisahkan dengan campurannya, dan zat padat yang tidak bisa menyublim dengan menggunakan metode sublimasi. Misalnya pada campuran iodin dengan garam yang bisa dipisahkan dengan cara pemanasan. Campuran akan dipanaskan ke dalam wadah cawan, yang ditutup dengan corong yang terbalik. Iodin pun akan menyublim lalu menjadi uap, tapi saat menyentuh permukaan corong, uap iodin pun menyublim kembali menjadi padatan yang menempel di permukaan corong. Sehingga bisa dipisahkan dengan padatan garam.

9. Ekstrasi atau penyaringan

Pemisahan campuran yang dilakukan dengan proses ektrasi, terjadi atas dasar perbedaan kelarutan pada zat yang terlarut di dalam pelarut yang berbeda. Ekstrasi ini sering kali dilakukan saat mengambil sari yang berasal dari sautu jenis tumbuhan.

10. Rekristalisasi

Kristalisasi merupakan pemisahan campuran dengan cara mengkristalkan atau mengendapkan zat terlarut, yang ada dalam larutan yang tadinya berupa cairan. Kristalisasi ini menggunakan suhu yang rendah, yang membuat cairannya mengendap. Sedangkan rekristalisasi merupakan suatu proses kristaliasi ulang. Contohnya saat anda mendapatkan kristal, tetapi belum murni. Untuk mendapatkan yang lebih murni, maka dilakukan rekristalisasi. Rekristralisasi ini dilakukan dengan cara melarutkan kristal di dalam pelarut yang mengkristalkannya kembali.

Baca Juga :  Pengertian Bejana Berhubungan Serta Fungsi dan Rumus Serta Contohnya Lengkap

Demikian penjelasan lengkap mengenai pemisahan campuran. Semoga memberi manfaat.

Baca Juga :