8 Faktor Penyebab Penyakit Sosial dan Penyimpangan Sosial

5 (100%) 1 vote

Faktor Penyebab Penyakit Sosial dan Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga dan Masyarakat

Penyebab Penyakit Sosial dan Penyimpangan Sosial – Seperti halnya tubuh yang terserang penyakit, demikian halnya dengan terjangkitnya penyakit sosial di tengah kehidupan masyarakat berlangsung sangat tergantung dan sikap pertahanan masing-masing individu sebagai anggota masyarakat.

Penyebab Penyakit Sosial dan Penyimpangan Sosial

Faktor-faktor Penyebab Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang secara garis besar disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor dan dalam (intrinsik) dan faktor dan luar (ekstrinsik).

Faktor dari dalam (intrinsik)

Intelegensi

Setiap orang mempunyai intelegensi yang berbeda-beda. Perbedaan intelegensi ini berpengaruh dalam daya serap terhadap norma-norma dan nilai-nilai sosial. Orang yang mempunyai intelegensi tinggi umumnya tidak kesulitan dalam bergaul, belajar, dan berinteraksi di masyarakat.
Sebaliknya orang yang intelegensinya di bawah normal akan mengalami berbagai kesulitan dalam belajar di sekolah maupun menyesuaikan diri di masyarakat. Akibatnya terjadi penyimpangan-penyimpangan, seperti malas belajar, emosional, bersikap kasar. tidak bisa berpikir logis.
Contohnya, ada kecenderungan dalam kehidupan sehari, anak-anak yang memiliki nilai jelek akan merasa dirinya bodoh. Ta akan merasa minder dan putus asa. Dalam keputusasaannya tersebut, tidak jarang anak yang mengambil penyelesaian yang menyimpang. Ia akan melakukan segala cara agar nilainya baik, seperti menyontek.

Jenis kelamin

Perilaku menyimpang dapat juga diakibatkan karena perbedaan jenis kelamin. Anak laki-laki biasanya cenderung sok berkuasa dan menganggap remeh pada anak perempuan. Contonya dalam keluarga yang sebagian besar anaknya perempuan, jika terdapat satu anak laki-laki biasanya minta diistimewakan, ingin dimanja.

Baca Juga :  Objek Kajian Sosiologi : Macam, Fungsi, Tujuan dan Hubungan Dengan Ilmu Lainnya Lengkap

Umur

Umur memengaruhi pembentukan sikap dan pola tingkah laku seseorang. Makin bertambahnya umur diharapkan seseorang bertambah pula kedewasaannya, makin mantap pengendalian emosinya, dan makin tepat segala tindakannya.
Namun demikian, kadang kita jumpai penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh orang yang sudah berusia lanjut, sikapnya seperti anak kecil, manja, minta diistimewakan oleh anak-anaknya.

Kedudukan dalam keluarga

Dalam keluarga yang terdiri atas beberapa anak, sering kali anak tertua merasa dirinya paling berkuasa dibandingkan dengan anak kedua atau ketiga. Anak bungsu mempunyai sifat ingin dimanjakan oleh kakak-kakaknya maupun orang tuanya. Jadi, susunan atau urutan kelahiran kadang akan menimbulkan pola tingkah laku dan peranan dan fungsinya dalam keluarga.

Faktor dari luar (ekstrinsik)

Keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial sangat besar perananya dalam membentuk pertahanan seseorang terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dan rapiihnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri.
Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dan orang tua seperti perhatian secara Iangsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
Kesulitan para orang ma untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dan dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat.
Misalnya, seorang anak yang tumbuh dan keluarga yang tidak harmonis. Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya.
Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dan keluarganya.

Baca Juga :  Masyarakat Pada Masa Hindu-Buddha di Indonesia : Pemerintahan, Perkembangan dan Kebudayaan Lengkap

Peran Masyarakat

Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan anak dan lingkungan keluarga akhirnya berkembang ke dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas. Ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan rohaniah anak mengakibatkan anak mencari kebutuhan tersebut ke luar rumah. ini merupakan awal dan sebuah petaka masa depan seseorang, jika di luar rumah anak menemukan sesuatu yang menyimpang dan nilai dan norma sosial.
Pola kehidupan masyarakat tertentu kadang tanpa disadari oleh para warganya ternyata menyimpang dan nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum. ltulah yang disebut sebagai subkebudayaan menyimpang.
Misalnya masyarakat yang sebagian besar warganya hidup mengandalkan dan usaha prostitusi, maka anak-anak di dalamnya akan menganggap prostitusi sebagai bagian dan profesi yang wajar. Demikian pula anak yang tumhuh dan berkembang di Iingkungan masyarakat penjudi atau peminum minuman keras, maka akan membentuk sikap dan pola perilaku menyimpang.

Pergaulan

Pola tingkah laku seorang anak tidak bisa terlepas dan pola tingkah laku anak-anak lain di sekitarnya. Anak-anak lain yang menjadi teman sepergaulannya scring kali memengaruhi kepribadian seorang anak. Dan teman bergaul itu, anak akan menerima norma-norma atau nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat.
Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat positif. Namun apabila teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti konsep-konsep yang bersifat negatif.
Akibatnya terjadi pola tingkah laku yang mcnyimpang pada din anak tersebut. Misalnya di suatu kelas ada anak yang mempunyai kebiasaan memeras temannya sendiri, kemudian ada anak lain yang menirunya dengan berbuat hal yang sama. Oleh karena itu, menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik itu sangat penting.

Media massa

Berbagai tayangan di televisi tentang tindak kekerasan, film-film yang berbau pomografi, sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat memengaruhi perkembangan perilaku individu.
Anak-anak yang belum mempunyai konsep yang benar tentang norma-norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat, sering kali menerima mentah-mentah scmua tayangan itu. Penerimaan tayangan-tayangan negatif yang ditiru mengakibatkan perilaku menyimpang.

Baca Juga :  Sejarah dan Hasil Sidang Pembentukan BPUPKI dan PPKI Lengkap

Baca Juga :