Gempa Bumi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Akibat, Alat Untuk Mengukur, Dan Kekuatannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Gempa Bumi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Akibat, Alat Untuk Mengukur, Dan Kekuatannya Lengkap

Gempa Bumi Adalah – Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam, yang cukup sering melanda bumi kita ini. Gempa bumi juga menjadi bencana alam yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Dan juga dapat membahayakan setiap orang yang hidup atau tinggal di dalamnya.

Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang sering mengalami bencana alam gempa bumi. Karena negara Indonesia memiliki banyak gunung berapi, serta berada di siklum pasifik yang berpotensi menjadi gempa bumi.

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi berasal dari dua kata, yaitu gempa yang artinya getaran atau guncangan. Dan bumi yang artinya planet bumi atau tempat dimana semua makhluk hidup tinggal. Bila digabungkan kedua kata tersebut menjadi getaran yang ada di bumi, yang disebabkan oleh suatu hal tertentu.

Gempa bumi juga dapat diartikan sebagai guncangan yang terjadi di bagian permukaan bumi, yang disebabkan oleh adanya gelombang seismik. Pada umumnya gempa bumi disebabkan oleh pergeseran kerak bumi, dari dasar bumi. Atau bisa juga karena efek dari letusan gunung berapi, atau bahkan bisa juga karena dari ulah manusia yang tinggal di bumi.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

  • Adanya pergeseran pada lempeng bumi

Penyebab utama yang memicu terjadinya gempa bumi tersebut adalah karena adanya pelepasan suatu energi. Yang disebabkan oleh pergeseran pada lempeng bumi. Energi tersebut semakin lama semakin membesar, sampai mencapai keadaan maximum. Jika pinggiran lempeng tersebut tidak dapat menahan energi, maka terjadinya gempa bumi.

  • Gerak lempeng bumi akan saling menjauh

Selain karena pergeseran lempeng bumi, gerak lempeng yang juga saling menjauh bisa memicu terjadinya gempa bumi. Karena jika kedua lempeng tersebut saling menjauh maka akan membentuk sebuah lempeng yang baru, dari kedua lempeng tersebut.

Lempeng yang baru tersebut akan ditekan oleh kedua lempeng yang lama, akibatnya lempeng yang baru akan bergerak ke bawah. Di sinilah menghasilkan suatu energi dengan kekuatan yang luar biasa besar. Energi tersebut juga menjadi sebab utama terjadinya getaran, atau adanya guncangan pada permukaan bumi.

  • Gerakan lempeng bumi yang saling mendekat

Faktor lainnya yang menyebabkan gempa bumi adalah, pergerakan lempeng bumi yang akan semakin mendekat. Karena pada saat pergerakan lempeng saling mendekat, maka akan terbentuk sebuah gunung baru. Yang akan terus menumpuk, sehingga terjadilah gempa bumi.

  • Adanya pergeseran magma

Munculnya sebuah pergeseran magma pasti bisa menyebabkan gempa bumi. Gempa tersebut akibat dari adanya tekanan gas, yang sangat besar. Di bagian sumbatan kawah. Gempa bumi tersebut menjadi awal mula dari meletusnya gunung berapi.

  • Penggunaan bahan peledak
Baca Juga :  Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Beserta Gambarnya Lengkap

Gempa bumi bisa disebabkan oleh ulah tangan manusia, gempa bumi ini tidak dipengaruhi oleh kondisi pada alam semesta. Biasanya gempa bumi ini terjadi ketika seseorang sedang meluncurkan, atau melakukan percobaan tes rahasia pada senjata nuklir.

Gempa Bumi Berdasarkan Gelombang

  • Gelombang primer

Gelombang primer disebut juga gelombang lungitudinal, yang merupakan gelombang yang merambat di permukaan bumi. Gelombang yang satu ini merambat dengan kecepatan yang sangat cepat, yaitu mencapai 7-14 km/s. getaran tersebut biasanya berasal dari pusat hiposentrum.

  • Gelombang sekunder

Gelombang sekunder adalah getaran yang merambat di permukaan bumi, sama dengan gelombang primer. Tetapi kecepatan gelombang sekunder lebih lambat dari gelombang primer. Gelombang sekunder juga tidak dapat merambat di permukaan bumi yang cair, atau di lapisan cair.

Gempa Bumi Berdasarkan Kedalamannya

  • Gempa bumi dalam

Secara umum gempa jenis ini tidak terlalu membahayakan manusia. Karena gempa bumi ini termasuk jenis hiposentrumnya sama, atau lebih dari 300 Km ada di bawah perut bumi. Karena jarak getarannya sangat jauh, maka getarannya hanya dapat dirasakan oleh sebagian kecil manusia.

  • Gempa bumi menengah

Merupakan jenis gempa bumi yang hiposentrumnya ada di jarak 300-600 Km dari permukaan bumi. Gempa bumi menengah ini memiliki kekuatan getaran, yang lebih besar dari gempa bumi dalam. Gempa ini juga bisa dirasakan oleh sebagian besar manusia, tetapi hanya menimbulkan kerusakan kecil.

  • Gempa bumi dangkal

Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya kurang dari 60 Km dari permukaan bumi. Getaran dari gempa ini lebih besar dari kedua jenis gempa lainnya. Karena jaraknya yang lebih dekat dengan permukaan bumi. Gempa ini bisa dirasakan oleh seluruh manusia, serta bisa menimbulkan kerusakan yang besar.

Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

  • Gempa bumi tektonik

Adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh adanya pergeseran pada lempeng bumi. Gempa ini memiliki kekuatan yang kecil tetapi bisa menjadi besar. Bila gempa tektonik terjadi di daerah perairan atau laut, maka kemungkinan akan menimbulkan bencana tsunami.

Getaran pada gempa bumi ini bisa merambat ke seluruh bagian bumi. Gempa ini disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena adanya pergeseran pada lempeng bumi. Seperti misalnya gelang karet yang ditarik dengan kuat, lalu tiba-tiba dilepas begitu saja.

Gempa tektonik biasanya melanda kawasan yang menempati siklum pasifik dan siklum mediterani. Getaran yang ditimbulkannya bisa mencapai keadaan yang sangat besar.

  • Gempa bumi vulkanik

Gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya pergerakan pada magma yang terdapat pada gunung berapi. Gempa ini biasanya terjadi pada saat gunung sedang dalam keadaan aktif, atau beberapa saat sebelum gunung meletus. Gempa bumi ini terjadi karena adanya tekanan gas yang sangat besar, di bagian sumbatan kawah.

Namun getaran yang dihasilkan oleh gempa vulkanik ini tidak terlalu besar, dan hanya dapat dirasakan oleh penduduk sekitar saja. Gempa ini juga tidak terlalu membahayakan manusia, dan tidak menimbulkan kerusakan. Tetapi abu panas yang ditimbulkan gempa yang berasal dari gunung berapi, sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

  • Gempa bumi terban

Gempa bumi terban atau runtuhan adalah jenis gempa yang getarannya diakibatkan oleh runtuhan terowongan atau lubang yang ada di dalam tanah. Gempa ini biasanya diakibatkan oleh runtuhnya pertambangan yang tak terpakai. Tetapi gempa ini jarang terjadi dan sifatnya lokal.

  • Gempa bumi tumbukan

Faktor utama dari gempa ini adalah adanya meteor dan astroid yang jatuh ke permukaan bumi. Getaran ini disebabkan oleh meteor yang tiba-tiba menabrak bagian permukaan bumi dengan sangat keras. Gempa ini juga jarang ditemui di zaman sekarang.

  • Gempa bumi buatan

Gempa bumi ini tidak disebabkan oleh pengaruh dari alam semesta, atau kondisi lingkungan. Namun terjadi karena ulah tangan manusia, dari sebagian manusia. Biasanya pemicu utama terjadinya gempa ini adalah peledakan dinamit, nuklir, dan bahan peledak lainnya.

Baca Juga :  5 Teori Pembentukan Bumi Berdasarkan Geologi Beserta Gambarnya "Lengkap"

Akibat Dari Gempa Bumi

Segala jenis peristiwa alam yang menimpa bumi  pastinya memiliki sebuah akibat, entah akibatnya baik atau buruk. Sama halnya dengan gempa bumi, setelah terjadi gempa bumi terjadilah akibat yang ditimbulkan olehnya. Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi diantaranya yaitu :

  • Terjadi tanah longsor

Gempa bumi akan mengakibatkan guncangan di permukaan bumi, yang bisa menyebabkan bencana alam lainnya. Getaran tersebut akan mengakibatkan tanah dan batuan keluar yang menyebabngkan tanah longsor. Tetapi hal ini terjadi jika kita hidup di daerah dataran tinggi atau pegunungan.

  • Terjadi bencana tsunami

Gempa bumi bisa menjadi faktor utama terjadinya bencana alam lainnya yaitu tsunami. Gempa ini dapat memicu terjadinya tsunami, yaitu jenis gempa tektonik yang terjadi di laut. Karena getaran yang ditimbulkan oleh gempa tektonik tersebut dapat mencapai keadaan maksimum.

Besar kecilnya bencana tsunami juga ditentukan oleh seberapa besar kekuatan pada getarannya terjadi. Semakin besar kekuatan pada gempa maka akan semakin besar juga kekuatan tsunami tersebut.

  • Terjadinya banjir bandang

Getaran ini dapat menyebabkan keluarnya air waduk, danau atau sungai dalam keadaan yang sangat besar dan mengakibatkan banjir. Karena getaran tersebut maka waduk atau danau akan menjadi rusak, dan tidak dapat menampung air. Maka air akan mengalir memenuhi daerah di sekitarnya yang lebih rendah.

  • Terjadinya kebakaran

Getaran pada saat gempa dapat menyebabkan kebakaran yang diawali dengan robohnya sebuah bangunan. Karena kerusakan yang terjadi pada bangunan akan mengakibatkan putusnya aliran listrik dan kebocoran pada tabung gas. Faktor utama yang menimbulkan kebakaran saat gempa bumi, adalah ledakan yang berasal dari tabung gas.

Selain ledakan dari tabung gas hal yang dapat memicu kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik. Hal itu akan menjadi semakin parah jika material di sekitar lokasi kebakaran merupakan jenis barang yang mudah terbakar. Karena hal itu dapat menjalar ke tempat lainnya yang menyebabkan polusi udara.

  • Terjadi kerusakan lingkungan

Getaran yang dihasilkan oleh gempa bumi bisa merusak keadaan di lingkungan sekitarnya. Seperti misalnya rusaknya rumah warga, gedung dan lain sebagainya. Hal itu juga bisa menyebabkan lapisan tanah yang terkikis, pencemaran tanah dan erosi pada tanah, serta masih banyak lagi yang lainnya.

  • Kerusakan pada bangunan
Baca Juga :  Letak Astronomis, Geografis Dan Geologis Indonesia Lengkap

Bangunan yang ada di atas tanah tentu akan hancur dan roboh akibat dari getaran yang dihasilkan oleh gempa bumi. Besar atau kecilnya akibat dari gempa tersebut dipicu pada seberapa besar kekuatan gempa, dan pada seberapa jauh titik pusat gempa. Semakin besar kekuatan tersebut maka kerusakan tersebut akan menjadi semakin besar juga.

Gelombang yang terjadi pada gempa bisa menimbulkan goyangan pada lapisan bumi dan bangunan, segala hal yang berdiri di atasnya pun akan roboh. Sehingga menyebabkan bangunan menjadi lemah, karena pondasi bangunan menjadi terangkat. Dengan berkembangnya zaman pada negara maju, maka banyak yang sudah membangun kontruksi anti gempa.

  • Munculnya wabah penyakit

Gempa bumi dapat menyebabkan fasilitas yang sudah ada menjadi rusak. Sehingga akan sulit mendapatkan air bersih. Karena beberapa saluran air akan menjadi rusak, dan menyebabkan pencemaran air di sekitar gempa terjadi. Itulah pemicu utama dari tersebarnya beberapa wabah penyakit seperti misalnya TBC, diare, demam berdarah dan lain sebagainya.

  • Terangkatnya mineral ke permukaan bumi

Gempa bumi juga bisa menyebabkan terangkatnya beberapa mineral yang ada di dalam lapisan bumi. Karena ada pergeseran lempeng bumi atau sesar bumi, tetapi tidak semua gempa bisa mengangkut mineral, hanya pada lapisan tanah yang mengandung mineral saja yang akan terangkat.

  • Korban jiwa berjatuhan

Pada saat gempa terjadi maka seseorang memiliki potensi terkena beberapa reruntuhan bangunan yang roboh. Atau bisa terperangkap di dalam sebuah gedung, bahkan bisa terseret arus ketika tsunami tiba. Masih banyak lagi penyebab munculnya korban jiwa karena gempa bumi.

Alat Untuk Mengukur Dan Mencatat Gempa Bumi

Seismeter adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi getaran yang terjadi di permukaan tanah. Seismometer diambil dari bahasa Yunani yaitu seismo artinya gempa bumi, dan metero yang artinya mengukur. Bila digabungkan maka akan menjadi sebuah alat yang digunakan untuk mengukur getaran pada gempa bumi.

Seismometer juga disebut dengan seismograf. Dengan menggunakan alat tersebut maka manusia dapat mendeteksi kekuatan getaran, serta arah yang dilewati oleh getaran itu. Perangkat ini terdiri dari beberapa jenis perangkat yaitu gantungan pemberat, dan ujung lancipnya yang menyerupai pensil.

Sesimometer diperkenalkan pertama kali oleh seorang Matematikawan dari Dinasti Han, yaitu Chang Heng. Di tahun 132 SM. Hasil rekaman yang dikeluarkan oleh sesismometer disebut seismogram.

Kekuatan Pada Gempa Bumi

  • Kekuatan 0,0-3,0 Skala richter disebut dengan gempa mikro.
  • Kekuatan 3,0-3,9 Skala richter disebut dengan gempa minor.
  • Kekuatan 4,0-4,9 Skala richter disebut dengan gempa ringan.
  • Kekuatan 5,0-5,9 Skala richter disebut dengan gempa sedang.
  • Kekuatan 6,0-6,9 Skala richter disebut dengan gempa kuat.
  • Kekuatan 7,0-7,9 Skala richter disebut dengan gempa mayor.
  • Kekuatan diatas 8 Skala richter disebut dengan gempa tinggi.

Demikian penjelasan mengenai gempa bumi, yang dilengkapi dengan penyebab, jenis, akibat, alat untuk mengukur, dan kekuatannya lengkap. Semoga menambah wawasan dan memberi manfaat.

Baca Juga :