Kebijakan Moneter : Pengertian, Jenis dan Fungsinya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Fungsi Kebijakan Moneter Dan Penjelasannya

Fungsi Kebijakan Moneter – Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang dimana tujuannya adalah, untuk mengarahkan kondisi ekonomi makro yang lebih baik lagi. Dengan kondisi ekonomi makro yang lebih baik, maka akan mengindikasikan keinginan mengenai stabilitas harga yang ditunjukkan pada rendahnya sebuah laju inflasi. Dengan perbaikan yang terdapat pada output riil yaitu, pertumbuhan ekonomi dengan banyaknya lapangan kerja yang disediakan untuk para pengangguran.

Kebijakan moneter ini dilaksanakan dengan cara mengatur jumlah uang beredar. Isi dari kebijakan moneter ini diantaranya yaitu, beberapa usaha pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral. Yaitu Bank Indonesia. Dengan tujuan untuk memberi pengaruh pada penawaran uang terhadap perekonomian negara. Peran dari kebijakan moneter tersebut adalah dapat mengubah tingkat suku bunga, yang nantinya akan memberi pengaruh pada pengeluaran agregat.

Pengeluaran agregat itu sendiri adalah, suatu jenis penanaman modal yang dilakukan oleh sektor usaha tertentu. Penanaman modal ini juga memiliki pengaruh pada tingkat suku bunga yang ada. Misalnya saat suku bunga tinggi, maka otomatis sektor usaha pun tidak mau melakukan penanaman modal. Oleh karena itu pemerintah harus menurunkan tingkat suku bunga, yang pada awalnya bertujuan untuk menambah jumlah penawaran uang dengan cara melakukan kebijakan moneter tersebut. kesimpulannya adalah pengertian dari kebijakan moneter adalah, kebijakan pemerintah yang ada di ada di bidang ekonomi yang ada hubungannya dengan peredaran uang.

Baca Juga :  Perusahaan Perseorangan : Pengertian, Syarat dan Ciri-Cirinya Lengkap

Jenis Kebijakan Moneter

Berdasarkan perkembangan ekonomi yang ada di suatu negara, maka kebijakan moneter kemudian dilaksanakan. Kebijakan moneter ini dibagi menjadi 2 macam, diantaranya yaitu :

  • Kebijakan moneter ekspansif – Yang merupakan suatu kebijakan yang dijalankan pada saat kondisi ekonomi sedang berjalan dengan cukup lambat. Usaha yang dilakukan ini adalah untuk mendorong kegiatan ekonomi, dari peningkatan jumlah uang yang telah beredar di masyarakat luas.
  • Kebijakan moneter kontraktif – Adalah kebijakan moneter yang dijalankan atau dilakukan pada saat kondisi ekonomi sedang maju dan berkembang dengan baik. Usaha yang dilakukan adalah dengan cara memperlambat beberapa kegiatan ekonomi dari penurunan jumlah uang, yang beredar di masyarakat luas.

Kebijakan moneter juga dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu kebijakan moneter kuantitatif dan kualitatif. Berikut penjelasan lengkapnya :

1. Kebijakan moneter kuantitatif

Suatu usaha yang dilakukan oleh Bank Sentral, dengan tujuan untuk memberi pengaruh pada jumlah penawaran terhadap uang serta tingkat suku bunga terhadap perekonomian di suatu negara. Kebijakan ini meliputi beberapa hal seperti, operasi pasar terbuka, mengubah suku bunga, mengubah tingkat diskonto, dan juga mengubah tingkat cadangan minimum.

2. Kebijakan moneter kualitatif

Yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh Bank Sentral, dengan tujuan untuk mengawasi segala macam kegiatan dalam peminjaman dan investasi terhadap Bank umum. Kebijakan ini meliputi pengawasan pinjaman yang dilakukan dengan cara selektif, dan adanya pembujukan moral.

Fungsi Kebijakan Moneter

1. Untuk menjaga iklim dalam investasi

Jika ada kebijakan moneter maka otomatis tingkat suku bunga dapat dikendalikan, karena jumlah tingkat suku bunga dipengaruhi oleh penanaman modal atau investasi.

2. Untuk menjaga harga tetap stabil baik barang maupun jasa

Kebijakan moneter ini adalah satu jenis kebijakan dari ekonomi makro. Ekonomi makro terdiri dari masalah inflasi, yang dimana kenaikan barang jasa terjadi secara terus menerus. Jika kebijakan moneter tepat, maka kebijakan tersebut dapat memulihkan harga barang ataupun jasa.

Baca Juga :  Pembangunan Berkelanjutan : Pengertian, Prinsip Dasar dan Contohnya Lengkap

3. Untuk menurunkan laju inflasi

Kebijakan moneter merupakan salah satu kebijakan yang berkaitan langsung dengan peredaran uang. Cara untuk menurunkan inflasi adalah, dengan mengurangi jumlah peredaran uang di masyarakat.

4. Untuk membuka lapangan pekerjaan

Terbatasnya lapangan kerja di Indonesia, menjadi penyebab dari naiknya tingkat pengangguran. Pelaku kebijakan moneter yaitu Bank Sentral, punya wewenang khusus dalam mengubah suku bunga dan tingkat diskonto. Oleh karena itu Bank Sentral bisa meningkatkan kegiatan ekonomi, dengan cara ikut menurunkan tingkat diskonto. Hal itu tentu akan berdampak kepada para pelaku usaha yang mengembangkan sektor usahanya, atau yang baru akan memulai suatu usaha. Maka terciptalah lapangan kerja yang jauh lebih luas.

5. Untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia

Cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi tentu bisa dengan cara menekan laju inflasi. Bank Indonesia yang memiliki peran sebagai Bank Indonesia, memiliki wewenang utuh dalam menentukan kebijakan moneter. Maka Bank Sentral harus selalu berusaha untuk menjaga kestabilan inflasi, agar jangan sampai merusak pertumbuhan ekonomi. Selain itu Bank Indonesia juga memiliki peran dalam mengendalikan kurs mata uang negeri, yaitu rupiah.

6. Untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil

Nilai tukar merupakan suatu harga yang menggambarkan bahwa beberapa mata uang harus ditukarkan untuk mendapat unit dari mata uang lainnya. Hubungan nilai tukar mata uang ini dengan adanya kebijakan moneter adalah, jika nilai tukar rupiah melemah maka hal itu akan membuat lemah juga daya beli dan konsumsi masyarakat. Dan suku bunga akan naik dengan tajam, harga barang impor pun otomatis ikut meningkat. Peran dari kebijakan moneter itu sendiri, adalah untuk menjaga agar nilai mata uang di dalam negeri selalu tetap stabil.

Baca Juga :  Frekuensi Harapan : Pengertian Rumus dan Contohnya Lengkap

7. Untuk meningkatkan neraca pembayaran

Apa yang dimaksud dengan neraca pembayaran? Neraca pembayaran adalah transaksi ekonomi internasional yang dilakukan oleh penduduk dari suatu negara, yang berupa ringkasan arus masuk dan keluar barang ataupun jasa di dalam perekonomian dalam kurun waktu tertentu. Dalam menjaga kestabilan atau meningkatkan neraca pembayaran ini, maka harus diterapkan kebijakan moneter dan fiskal dengan cara yang tepat.

Itulah ulasan singkat mengenai fungsi kebijakan moneter beserta pengertiannya secara umum. Semoga dapat memberi manfaat.

Baca Juga :