Desentralisasi : Pengertian, Tujuan, Ciri dan Dampaknya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Tujuan, Ciri dan Dampak Desentralisasi

Desentralisasi – Adalah sebuah wewenang yang dilimpahkan dari pemerintah pusat, kepada pemerintah daerah agar dapat mengatur segala kegiatan di suatu daerah. Atas dasar asa otonom. Menurut undang-undang No 5 tahun 1974, desentralisasi adalah urusan pemerintahan pusat yang diserahkan kepada pemerintah daerah. Pelimpahan wewenang ini memiliki tujuan yaitu, agar terwujud sebuah pemerintahan yang efektif dan juga efisien.

Hasil dari limpahan wewenang tersebut yaitu dengan terbentuknya suatu daerah otonom atau otonomi suatu daerah. Yang dimana kebebasan pemerintahan di suatu daerah, untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri.

Berikut ini beberapa contoh dalam penerapan sistem desentralisasi, diantaranya yaitu :

  1. Kewenangan Dinas Pendidikan dalam mengatur pola pendidikan.
  2. Kewenangan Dinas Perikanan dalam mengatur potensi perikanan di daerah.
  3. Proses pemilihan kepala daerah.
  4. Pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh DPRD

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

1. Pengertian desentralisasi menurut Prof. Dr. J. Salusu, M. A

adalah sebuah kewenangan yang relatif besar, khususnya dalam membuat segala keputusan yang penting. Yang kemudian didelegasikan dari organisasi tingkat bawah, secara meluas melalui mata rantai komando.

Baca Juga :  Shalat : Pengertian, Syarat dan Rukun Shalat "Lengkap"

2. Pengertian desentralisasi menurut Patrick Sills

adalah wewenang yang diserahkan dari tingkat pemerintahan yang paling tinggi, pada pemerintahan yang paling rendah. Baik yang berkaitan dengan legislatif, yudikatif, maupun administratif.

3. Pengertian desentralisasi menurut ha S.N dan Mathur P.C

adalah kewenangan yang dilimpahkan dari pemerintah pusat, dengan cara dekonsentrasi pendelegasian kantor wilayah. Atau dengan devolusi pada para pejabat daerah ataupun beberapa badan daerah tertentu.

4. Pengertian desentralisasi menurut Henry Maddick (1963)

adalah kekuasaan secara hukum yang diserahkan, agar bisa menangani beberapa bidang atau fungsi kepada suati daerah otonom.

5. Pengertian desentralisasi menurut Irawan Soejipto

adalah kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan pada pihak lainnya, untuk dilakukan/dilaksanakan. Ia juga mengatakan bahwa desentralisasi adalah sebuah sistem yang digunakan di dalam bidang pemerintahan, yang menjadi kebalikan dari sentralisasi.

6. Pengertian desentralisasi menurut Koesoemahatmadja, R. D. H

yaitu terdapat dua buah bentuk desentralisasi, yaitu dekonsentrasi dan desentralisasi dalam ketatanegaraan atau di dalam desentralisasi politik.

Tujuan Desentralisasi

1. Untuk mencegah adanya pemusatan keuangan

Dengan munculnya desentralisasi, maka pemerintah pusat akan melimpahkan segala kewenangan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan pada pemerintah daerah. Maka penganggaran dan realisasi dalam bidang keuangan daerah, bisa dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan umum di daerah itu sendiri.

2. Sebagai bentuk demokrasi pada pemerintah daerah

Sistem desentralisasi juga bisa menjadi bentuk usaha pendemokrasian, pada pemerintah daerah. Yang melibatkan seluruh masyarakat agar turut memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pemerintah.

3. Sebagai perbaikan pada ekonomi sosial di suatu daerah

Desentralisasi mampu membantu pemerintah daerah untuk menyusun berbagai macam program, dalam usaha memperbaiki ekonomi sosial yang ada di tingkat daerah.

Ciri-Ciri Desentralisasi

  1. Terdapat pendelegasian atau pelimpahan suatu wewenang, dari pemerintah pusat pada pemerintah daerah agar bisa melaksanakan fungsinya di dalam pemerintahan.
  2. Terdapat wewenang dari pemerintah daerah dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan, yang tujuannya adalah untuk mengatur dan juga mengurus kepentingan di daerahnya sendiri.
  3. Terdapat wewenang dalam menetapkan dan mengatur segala hal yang berkaitan dengan norma hukum, yang berlaku pada umumnya serta memiliki sifat yang abstrak.
  4. Yang menerima wewenang adalah daerah otonom, yang dimana fungsi yang diserahkannya bisa dirinci atau dengan fungsi yang tersisa.
  5. Terdapat kewenangan dalam menetapkan sebuah norma hukum, yang sifatnya individual dan konkrit.
  6. Daerah otonom ada di luar hirarki organisasi pada pemerintah pusat.
  7. Dapat menunjukkan pola hubungan antar organisasi.
  8. Terciptanya political variety dan diversity of structur, yang ada di dalam sebuah sistem politik.
Baca Juga :  Kasasi : Pengertian, Alasan dan Tata Caranya Lengkap

Dampak Dari Desentralisasi

Di dalam pelaksanaannya tentu ada dampak negatif dan dampak positif dari desentralisasi tersebut, yang nantinya akan berpengaruh pada berbagai bidang kehidupan di suatu daerah. Berikut ini beberapa dampak dari desentralisasi, yang berpengaruh pada segala bidang kehidupan di daerah. Berikut penjelasannya :

1. Dalam bidang sosial dan budaya

  • Terdapat dampak positif di bidang sosial dan budaya, yaitu dengan terbentuknya dan semakin kuatnya ikatan sosial budaya yang ada di setiap daerah. Sehingga pengembangan dari suatu kebudayaan daerah akan semakin baik.
  • Dampak negatifnya yaitu munculnya persaingan antar daerah otonom, yang saling berlomba dengan menonjolkan kebudayaannya masing-masing. Sehingga hal itu dapat melunturkan rasa persatuan dan kesatuan.

2. Dalam bidang politik

  • Dampak positif di bidang politik adalah semakin aktifnya pemerintah daerah, dalam mengelola daerah. Karena mereka memiliki wewenangnya sendiri, dengan membuat dan memutuskan suatu jenis kebijakan.
  • Dampak negatifnya adalah munculnya sikap euforia yang berlebihan, yang membuat kewenangan tersebut berpontensi untuk disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau kelompok tertentu.

3. Dalam bidang ekonomi

  • Dampak positif di bidang ekonomi adalah adanya kewenangan dalam pemerintah untuk mengelola sumber daya alam dengan lebih baik lagi. Sehingga akan meningkatkan pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat.
  • Dampak negatifnya yaitu berpotensi terjadi penyalahgunaan wewenang, oleh pejabat daerah yang bisa menimbulkan praktik KKN.

4. Dalam bidang keamanan

  • Dampak positifnya yaitu munculnya rasa saling memiliki, dan melakukan suatu upaya dalam mempertahankan NKRI dengan kebijakan tertentu yang mampu meredam keinginan, untuk berpisah dari NKRI.
  • Dampak negatifnya adalah muncul konflik antar daerah, saat suatu daerah merasa tak puas dengan sistem yang terkait dengan NKRI.

Demikianlah pembahasan mengenai desentralisasi, lengkap dengan tujuan, ciri dan dampaknya. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :  Kemandirian : Pengertian, Ciri-ciri, Faktor dan Usaha Menumbuhkan Kemandirian

Baca Juga :