Ciri-Ciri Teks Ulasan : Pengertian, Contoh, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Ciri-Ciri Teks Ulasan : Pengertian, Contoh, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya Lengkap

Ciri-Ciri Teks Ulasan – Untuk menjadi orang yang pintar dan cerdas, tentu kita harus banyak membaca buku atau karya ilmiah. Saat membaca suatu buku kita harus mampu mencerna isi dari buku tersebut, kemudian kita juga harus mampu mengkomunikasikan kembali apa yang kita pahami dari dalam buku tersebut. misalnya melalui presentasi, menulis artikel ilmiah, atau menulis tugas akhir, dan lain sebagainya. Maka sebagai seorang siswa kita harus memiliki kemampuan mengulas buku dengan baik.

Contoh Teks Ulasan

Teks ulasan sering juga disebut dengan teks review, yang secara umum dibuat dalam bentuk artikel. Sehingga teks ulasan sering juga disebut dengan artikel ulasan. Ulasan biasanya diambil dari sebuah buku, sehingga sering juga disebut dengan ulasan, resensi atau timbangan buku. Tetapi ulasan ini tidak harus selalu diambil dari buku, tapi bisa juga diambil dari karya lainnya seperti misalnya artikel, karya sastra, atau karya seni.

Ulasan juga dapat dibuat dari sebuah kejadian, misalnya kegiatan olahraga atau kegiatan sosial. Ulasan adalah teks yang fungsinya untuk menimbang, menilai dan mengajukan suatu kritik pada sebuah karya atau kejadian yang diulas tersebut.

Pengertian Teks Ulasan Menurut Para Ahli

Teks ulasan adalah suatu jenis teks yang berupa ulasan, penilaian, atau juga review pada suatu karya tertentu. Misalnya karya yang berbentuk film, drama, atau buku. Teks ulasan ini biasa disebut juga dengan resensi. Saat kita mengulas suatu karya tertentu, maka sebagai pengulas kita harus bersikap kritis agar hasil ulasannya bisa memberi kontribusi untuk kemajuan karya tersebut.

Ulasan juga sering disebut dengan review, yang pada umumnya ditulis dalam bentuk artikel ulasan. Ulasan merupakan suatu jenis teks yang fungsinya untuk menimbang, menilai, dan mengajukan suatu kritik pada sebuah karya atau peristiwa yang telah diulas. Pengertian ulasan tersebut menurut Gerot & Wignell, 1994; Hyland & Diani, 2009.

Tujuan Dari Dibuatnya Teks Ulasan

  1. Untuk menunjukkan suatu pandangan atau penilaian penulis mengenai resensi pada sebuah karya.
  2. Untuk memberi informasi pada publik tentang kelayakan dari suatu karya yang dihasilkan.
  3. Untuk membantu para pembacanya mengenai kelebihan dan kekurangan dari suatu karya yang diulas tersebut.
  4. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan karya yang diulas dengan karya lainnya yang semacamnya.
  5. Untuk memberi informasi yang komprehensif mengenai suatu jenis karya tertentu.
  6. Untuk memberi tahu dan mengajak para pembaca untuk merenung, memikirkan dan mendiskusikan masalah yang ada di dalam karya tersebut.
  7. Untuk memberi suatu pertimbangan pada setiap pembaca apakah karya tersebut memang layak dinikmati atau tidak.
  8. Untuk memudahkan para pembaca dalam memahami hubungan yang terdapat pada suatu karya dan karya lainnya yang semacamnya.
  9. Untuk memberi pertimbangan untuk para pembaca sebelum mulai memutuskan untuk memilih, membeli, dan menikmati suatu jenis karya tertentu.
  10. Untuk mengetahui isi dari suatu jenis karya.

Ciri-Ciri Teks Ulasan

  • Strukturnya terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan juga rangkuman.
  • Di dalamnya terdapat suatu informasi berdasarkan pandangan, atau pendapat dari penulis mengenai suatu karya atau suatu produk.
  • Pendapatnya harus berdasar fakta yang dapat dipresentasikan.
  • Memiliki nama lain yaitu resensi atau review.

Struktur Teks Ulasan

Struktur pada suatu teks ulasan adalah susunan yang membangun sebuah teks ulasan, agar menjadi suatu teks yang utuh. Struktur ulasan ini diantaranya yaitu :

  • Orientasi
Baca Juga :  Contoh Proposal Pengajuan Dana dan Cara Membuatnya Lengkap

Merupakan bagian yang paling pertama yang menjelaskan suatu gambaran secara umum, pada sebuah karya. Baik yang berupa film, drama ataupun buku yang akan diulas. Bagian pada orientasi ini akan memberi penejelasan mengenai apa yang diulas, kepada setiap pembaca.

  • Tafsiran

Yaitu bagian dari ulasan yang berupa penjelasan detail dari sebuah karya yang diulas, contohnya hal-hal yang berisi bagian dari sebuah karya, keunikan, keunggulan dan kualitas dari karya tersebut.

  • Evaluasi

Adalah bagian yang isinya berupa pandangan dari seorang pengulas, tentang hasil karya yang ditulis. Evaluasi ini dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran pada hasil karya tersebut. di bagian evaluasi ini disebutkan bagian yang nilai dan kelebihan karya tersebut. atau bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya itu sendiri.

  • Rangkuman

Adalah bagian yang isinya kesimpulan dari ulasan itu sendiri, pada suatu karya tertentu. Selain itu di dalam bagian ini juga terdapat komentar dari penulis, apakah karya yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, atau tidak untuk ditonton atau dibaca.

Kaidah Kebahasaan Pada Teks Ulasan

Untuk membuat teks ulasan yang baik maka penyusunannya pun harus baik, dan harus sesuai dengan struktur teks dengan menggunakan kaidah kebahasaan dan kaidan ejaan. Berikut ini contoh kaidah kebahasaan pada ulasan teks film atau drama :

1. Istilah

Yaitu suatu kata atau gabungan kata yang mengungkapkan makna untuk konsep, proses, keadaan, atau sifatnya yang khas dalam suatu bidang tertentu. Istilah khusus merupakan istilah yang digunakan pada bidang tertentu, dan pemakaiannya pun harus dipahami oleh orang yang terjun ke dalam bidang tersebut. contoh pada istilah umum yaitu film, ikan dan juga bunga. Sedangkan contoh pada istilah khusus yaitu komedi, gurame, dan mawar.

2. Sinonim dan antonim

  • Sinonim adalah persamaan kata yang memiliki bentuk yang berbeda, namun memiliki arti atau makna yang mirip atau bahkan sama. Contohnya “ Percakapan kedua orang itu mirip dengan dialog yang ada di film Romeo dan Juliet.”
  • Antonim adalah lawan kata antara kata yang satu dengan kata lainnya, contohnya “ Besar ataupun kecil tetap bukan jaminan suatu barang itu berharga atau tidak.

3. Nomina

Adalah kata benda atau kelas kata yang menyatakan nama dari orang, tempat, atau seluruh benda yang dibedakan. Kata benda dibagi menjadi 2 macam yaitu kata benda konkret seperti misalnya meja, buku atau bola. Dan kata benda abtrak seperti misalnya pikiran atau angin. Nomina dibedakan kembali menjadi 2 macam yaitu nomina dasar dan nomina turunan.

Contohnya :

  • Nomina dasar : rumah atau jalan
  • Nomina turunan : perumahan atau jalanan
  • Imbuhan : pe dan an

4. Verba atau kata kerja

  • Verba aktif adalah jenis verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau yang menunjukkan tindakan atau perbuatan. Contohnya : Raja memelihara ikan gurame.
  • Verba pasif merupakan jenis verba yang subjeknya berperan sebagai seorang penderita, sasaran pada tindakan, dan hasil. Contohnya : Film horor sekarang banyak sekali ditayangkan di televisi.

5. Pronomina

Adalah kata ganti yang merupakan jenis kata yang menggantikan nomina, atau frasa nomina. Contohnya :

  • Kata ganti orang seperti saudara, bapak, ibu, nyonya, tuan, ia, dia.
  • Kata ganti pemilik seperti ku, mu, nya.
  • Kata ganti petunjuk seperti ini dan itu.
  • Kata ganti penghubung seperti yang.
  • Kata ganti tak tentu seperti siapa, barang siapa, sesuatu, masing-masing.

6. Konjungsi

Adalah kata tugas atau kata penghubung yang berguna untuk menghubungkan 2 buah klausa, kalimat dan paragraf. Konjungsi juga sering digunakan pada sebuah ulasan film atau drama pada umumnya, misalnya yang berupa :

  • Konjungsi koordinatif seperti dan, atau, tetapi.
  • Konjungsi subordinatif seperti jika, agar, meskipun, alih-alih, sebagai, sebab, karena, maka, sesudah, sebelum, sementara.
  • Konjungsi korelatif seperti baik, maupun, bukan, melainkan, tidak hanya, tetapi.
  • Konjungsi antarkalimat seperti sebaliknya, disamping itu, selanjutnya.

Preposisi

Merupakan sebuah kata tugas yang berguna sebagai unsur pembentuk dari frasa preposisional. Contohnya di, ke, dari, pada, daripada, dengan, secara, tanpa, bagi.

7. Artikel

Adalah kata tugas yang membatasi makna pada jumlah nomina yang ada. Contohnya si dan sang.

Kalimat simpleks dan kalimat kompleks

  • Kalimat simpleks adalah kalimat yang memiliki verba utama. Contohnya “ Sinetron pangerang banyak disukai oleh para kawula muda.”
  • Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki 2 verba utama atau bisa juga lebih. Contohnya “ Sci-fi adalah jenis film imajinasi dan pengetahuan yang dikembangkan kembali, untuk mendapat dasar pembuatan alur film yang menitikberatkan pada penelitian dan juga penemuan biologi.”
Baca Juga :  Frasa Adjektiva : Pengertian dan Contohnya Lengkap

8. Menggunakan ungkapan perbandingan misalnya persamaan atau berbedaan.

Contohnya daripada, sebagaimana, sedemikian halnya, berbeda dengan, seperti, seperti halnya, serupa dengan, dan sebagainya.

9. Menggunakan kata kerja material dan kata kerja yang relasional

  • Kata kerja material merupakan jenis kata kerja yang menyatakan suatu kegiatan fisik atau proses. Contohnya seperti makan dan minum, membawa, berbicara, melamun, bertepuk tangan, mendengarkan, menunggu dan lain sebagainya.
  • Kata kerja relasional adalah jenis kata kerja yang fungsinya untuk membentuk predikat nominal, atau kata-kata kopulatif yang juga dapat membantu memperjelas suatu predikat di dalam kata kerja bantu.
  • Contoh kata kerja relasional sebagai kopulatif : bernama, disebut, jadi atau menjadi, merupakan, adalah, ialah dan lain sebagainya.
  • Contoh kata kerja relasional sebagai kata bantu : pasti, harus, perlu, wajib, jadi, mungkin, boleh, bisa dan sebagainya.

Jenis Teks Ulasan

1. Teks ulasan informatif

Teks ini berisi suatu gambaran singkat, padat, dan umum di dalam suatu karya. Jenis resensi ini biasanya menyampaikan isi karya secara keseluruhan, tetapi hanya memaparkan bagian yang pentingnya saja. Serta lebih menekankan pada kelebihan dan kekurangan karya tersebut.

2. Teks ulasan deskriptif

Jenis teks yang berisi suatu gambaran detail dari suatu karya. Teks ini biasanya dibuat pada karya fiksi untuk mendapat gambaran yang jelas tentang manfaat, pentingnya suatu informasi, serta kekuatan dari argumentatif yang dituangkan oleh penulis di dalam sebuah karya.

3. Teks ulasan kritis

Jenis resensi yang isinya berupa ulasan dari karya yang terperinci yang mengacu pada metode pada pendekatan suatu ilmu pengetahuan. Teks ulasan ini ditulis dengan cara objektif dan kritis, dan bukan berdasarkan pada pandangan yang subjektif dari seorang penulis resensi. Contohnya resensi novel yang menggunakan pendekatan sosiologi.

Contoh Teks Ulasan Film

Tenggelamnya Kapal Van Der Djik

Orientasi :

Film yang disingkat menjadi TKVDW ini adalah sebuah film adaptasi dari sebuah roman karya Buya Hamka yang lalu diangkat menjadi film. Film ini dibintangi oleh beberapa artis ternama seperti Pevita Pearce, Herjunot Ali, Reza Rahadian, dan lain-lain. Film ini dirilis pada tanggal 19 Desember 2013, yang bisa langsung ditonton di bioskop-bioskop. Film ini disutradarai oleh Sunil Soraya, yang kemudian menjadi salah satu film yang laris di tahun 2013.

Tafsiran :

Dikisahkan tentang seorang lelaki yang bernama Zainudin yang hidup di tahun 1930, yang diperankan oleh Herjunot Ali. Ia berlayar dari tanah kelahirannya yaitu Makassar ke Batipuh Padang Panjang, yang merupakan tempat kelahiran ayahnya. Di sana ia bertemu dengan Hayati yang dipernkan oleh Pevita Pearce. Yang saat itu menjadi bunga persukuan pada adat Minangkabau. Zainuddin langsung jatuh hati pada Hayati, yang kemudian ia memberikan kata-kata yang dapat membuat setiap wanita terbawa pada setiap rangkaian katanya. Yang dirangkai sendiri oleh Zainudin.

Jika melihat alur romantis dari film TKVDW ini, penonton akan mulai melihat beberapa konflik yang muncul. Misalnya saat hubungan Zainudin dan Hayati yang tidak disetujui para Nini dan Mamak dan juga tetua suku, yang merasa bahwa Zainudin belum mapan dan tidak memiliki darah Minang.

Sebelum Zainudin meninggalkan Batipuh, mereka menuliskan ikrar setia bahwa suatu saat nanti akan menjalani hidup bersama. Namun kenyataannya saat Zainudin datang kembali di sebuah pertunjukan opera, ia harus melihat Hayati dengan Suaminya yang bernama Azis. Di situlah cobaan yang harus mereka lalui semakin berat.

Evaluasi :

Film ini berdurasi sekitar 2,5 jam lamanya, film ini juga memperlihatkan artistik dan properti kehidupan di tahun 1930an. Tetapi terlihat kurang meyakinkan jika peristiwa itu sebenarnya terjadi di tahun sebelumnya. Hal yang paling terasa adalah saat alur cerita yang lambat, dan terdapat bagian-bagian yang kurang menarik di dalamnya. Misalnya saat tokoh Zainudin dan Hayati sedang melakukan surat menyurat. Maka konflik pun kurang menarik, hanya beberapa bagian yang naik tapi kemudian datar kembali. Penggunaan lagu Nidji sebagai backsound dari film ini, juga dirasa kurang pas. Karena film ini bersetting tahun 1930an, sedangkan Nidji adalah lagu modern.

Baca Juga :  Teks Anekdot : Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Tujuan Dan Kaidah Kebahasaan Lengkap

Selain itu spesial efect pada saat kapal mulai tenggelam pun dirasa biasa saja dan terkesan dipaksa. Jika anda ingat Film Titanic yang juga bercerita kapal tenggelam, yang saat itu diakibatkan karena kapal menabrak arang. Namun saat kapal Van Der Wijk ini tenggelam, tidak jelas penyebanya apa.

Rangkuman

Jika kita kesampingkan dulu beberapa kekurangan dari Film ini, maka secara keseluruhan Film ini tetap menarik untuk ditonton. Penggunaan katanya pas, dan kostum yang dibuat oleh Samuel Wattimena membuat Film ini menjadi salah satu Film terbaik di tahun 2013. Penggunaan kalimatnya juga cenderung puitis, yang membuat Film ini terlihat menarik dan cocok ditonton bersama keluarga.

Contoh Teks Ulasan Novel Karang Setan

Judul                     : Karang Setan

Penulis                  : Enid Blyton

Jenis Buku          : Fiksi

Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan XIV       : Desember 2011

Tebal                     : 192 hal

 

Karang Setan

  1. Novel Karang Setan adalah novel yang ke-19 dari seri petualangan 5 sekawan karya Enid Blyton. Seorang penulis yang berkebangsaan Inggris. Novel ini bercerita tentang kisah petualangan dari 5 sekawan yang berlibur di sebuah mercu suar tua milik si Utik. Yang berada di atas Karang Setan. Menurut dongeng ada harta karun yang tersembunyi di sana. Sehingga 5 sekawan pun memutuskan untuk menyelidiki sekeliling gua tersebut. 5 sekawan ini terdiri dari dari Julian, Dick, George, Anne dan seekor anjing bernama Timmy. Petualangan mereka kali ini semakin seru dengan munculnya si Utik dan monyetnya, si Iseng.
  2. Di bab pertama buku ini Enid Blyton bercerita bahwa teman dari Pak Quentin, yaitu Ayah George, berkunjung ke Pondok Kirrin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kedua sarjana tersebut adalah orang-orang yang menyukai kesenian saat bekerja. Padahal di waktu yang sama, 5 sekawan akan datang ke sana untuk berlibur. Maka Pondok Kirrin pun akan ramai dengan anak-anak, ditambah dengan teman Pak Quentin yang juga membawa anaknya yang bernama Si Utik dan monyetnya Si Iseng. Agar tidak mengganggu pekerjaan ayahnya, maka mereka memutuskan untuk berlibut di mercusuar milik Si Utik yang merupakan hadiah ulang tahun dari ayahnya. Ternyata dahulu mercusuar tersebut digunakan pencoleng ulung untuk menyesatkan para kapal. Dua keturunan mereka sampai saat ini masih mencari tempat persembunyian harta rampasan para pencoleng. Mereka pun merasa terganggu dengan kedatangan 5 sekawan, Si Utik dan Si Iseng. Jadi semua anak itu dikurung di dalam mercusuar.
  3. Di bab berikutnya pembaca akan dibuat kagum oleh beragam petualangan dan tantangan, yang dihadapi oleh 5 sekawan dan Si Utik di Karang Setan. Di setiap babnya dari awal sampai akhir, isi buku ini saling berkaitan dan memiliki hubungan erat yang utuh satu dan lainnya.
  4. Novel ini juga disajikan dengan bahasa yang apik dan menarik, yang akan membuat para pembaca seakan-akan ikut berpetualang dengan 5 sekawan di Karang Setan. Kekonyolan Iseng si monyet dan Timmy si Anjing semakin membuat ceritanya seru. Kekurangan dari buku ini adalah, penyelesaian masalahnya yang kurang mengesankan. Tetapi cara penyampaian si penulis membuat pembaca terhanyut di dalam setiap ceritanya. Sehingga kekurangannya bisa dianggap angin lalu.
  5. Walaupun disebut sebagai novel ke-19 dari Enyd Blyton, namun cerita di novel ini tidak ada kaitannya pada buku yang sebelumnya. Setiap serinya memiliki cerita dan tempat yang berbeda-beda. Novel tersebut hanya memiliki kesamaan yaitu tokonya adalah 5 sekawan.
  6. Dengan mengesampingkan dahulu kekurangan yang terdapat di dalam cerita, novel ini tetap menjadi novel yang menarik untuk dibaca. Gambaran dari cerita buku ini adalah petualangan yang dipenuhi dengan rintangan. Buku ini juga mengajarkan tentang semangat, kerja keras dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang ciri-ciri teks ulasan, yang ditambah dengan pengertian, tujua, jenis, struktur dan kaidah kebahasaannya. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat dan menambah wawasan kita.

Baca Juga :