Bentuk – Bentuk Pasar : Pengertian, Ciri dan Contohnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian, Jenis, Ciri dan Contoh Pasar

Pasar merupakan sarana kegiatan ekonomi yang paling penting. Bentuk-bentuk pasar dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

bentuk-bentuk pasar

Bentuk Pasar menurut Sifat/Wujud Barang dan Cara Penyerahannya

Berdasarkan sifat barang dan cara penyerahannya, pasar dibedakan menjadi:

Pasar konkret

Pasar konkret, yaitu pasar di mana barang yang diperjual belikan benar-benar ada dan penjual dan pembeli bertemu langsung.

Ciri-ciri pasar konkret:

  • transaksi dilakukan secara tunai,
  • barang dapat dibawa/diambil saat itu juga,
  • barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata,
  • penjual dan pembeli bertemu langsung.

Pasar abstrak

Pasar abstrak, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung dan antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung.

Ciri-ciri pasar abstrak:

  • penjual dan pembeli berada di tempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya,
  • transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya,
  • barang yang diperjualbelikan tidak tersedia, hanya contoh saja.
  • transaksi dilakukan dalam partai besar.
Baca Juga :  Masyarakat Pada Masa Hindu-Buddha di Indonesia : Pemerintahan, Perkembangan dan Kebudayaan Lengkap

Contoh pasar abstrak yang lagi trend terutama bagi masyarakat kalangan atas sekarang ini adalah belanja barang secara online lewat internet.

Bentuk PaSar menurut Luas Wilayah Kegiatannya

Berdasarkan luas wilayah kegiatannya, pasar dapat dibedakan menjadi:

Pasar regional

Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada wilayah tertentu. Pasar ini biasanya di bawah naungan wadah kerja sama regional, misalnya di kawasan Asia Tenggara dibentuk AFTA.

Pasar internasional

Pasar internasional adala pasar yang daerah pemasarannya mencakup seluruh kawasan dunia. Pasar ini juga disebut pasar dunia, karena menjual produk-produk yang dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia, misalnya pasar kopi di Brasil, pasar wol di Sidney, Australia.

Pasar lokal

Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, dan pada umumnya menawarkan barang yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya. Misalnya Pasar Kiewer di Solo yang menyediakan berbagai jenis kain batik, karena masyarakat di Solo dan sekitarnya banyak yang mengenakan batik.

Pasar nasional

Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara. Pasar ini menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat negara tersebut.

Bentuk Pasar menurut OrganiSaSi Pasar atau Hubungan antara Pembeli dan Penjual

Berdasarkan organisasi pasar, pasar dapat dibedakan menjadi:

Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)

Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli.

  • penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan,
  • pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna,
  • penjual dan pembeli banyak,
  • barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.

Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market)

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar dimana jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut.

  • terdapat hambatan untuk memasuki pasar,
  • pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas,
  • jumlah penjual sedikit,
  • barang yang diperjualbelikan bermacam-macam.
Baca Juga :  Pengertian Atlas Berdasarkan Wilayah : Tujuan dan Isinya Lengkap

Bentuk pasar yang termasuk pasar persaingan tidak sempurna , di antaranya :

Pasar monopoli

Pasar monopoli ialah pasar yang dikuasai sepenuhnya oleh penjual. Penjual mempunyai kekuasaan yang mampu memaksakan kemauannya, baik dalam bentuk harga, volume, tempat, maupun waktu pembelian barang yang akan dijualnya. Karena penjual dalam pasar monopoli tidak mempunyai pesaing, ia dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara mengubah jumlah barang yang ditawarkan. Contoh: PLN menguasai listrik di Indonesia, PT Pos Indonesia memonopoli penjualan benda-benda pos di Indonesia.

Ciri-ciri pasar monopoli, antara lain:

  • terdapat satu penjual dan banyak pembeli,
  • harga ditentukan secara sepihak oleh penjual,
  • tidak ada barang lain yang dapat menggantikan barang yang dijualbelikan dengan sempurna,
  • ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar.

Hambatan-hambatan yang sering terjadi pada pasar monopoli antara lain:

  • penetapan harga serendah mungkin,
  • adanya kepemilikan terhadap hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif,
  • pengawasan yang ketat terhadap agen pemasaran dan distributor,
  • adanya skala ekonomis yang sangat besar,
  • memiliki sumber daya yang unik.

Penyebab timbulnya pasar monopoli antara lain:

  • ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang,
  • penggabungan dan berbagai perusahaan,
  • adanya hak cipta atau hak paten atas hasil karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan.

Pasar duopoli

Pasar duopoli, yaitu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan. Contoh: penawaran minyak pelumas yang dikuasai oleh Caltex dan Pertamina.

Ciri-ciri pasar duopoli, yaitu:

  • terdapat dua penjual dan banyak pembeli,
  • harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan kesepakatan atau tidak.

Pasar oligopoli

Pasar oligopoli ialah pasar di mana beberapa perusahaan menguasai penawaran satu jenis barang. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar mi saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan satu perusahaan harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam mengubah harga, mengubah desain produk atau mengubah teknik produksi. Contoh: penawaran sepeda bermotor yang dikuasai oleh beberapa perusahaan di antaranya Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki.

Baca Juga :  Fisik Atmosfer Bumi : Pengertian dan Sifat Beserta Manfaatnya Bagi Manusia

Ciri-ciri pasar oligopoli :

  • terdapat hanyak pembeli di pasar,
  • hanya ada beberapa penjual,
  • produk yang dijual bersifat homogen dan bisa juga berbeda namun memenuhi standar mutu,
  • terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru,
  • adanya saling ketergantungan,
  • penggunaan ikian sangat intensif.

Baca Juga :