Bela Negara : Pengertian, Unsur, Fungsi, Tujuuan, Dan Manfaatnya Lengkap

5 (100%) 1 vote

 PengertianBela Negara, Unsur, Fungsi, Tujuuan, Dan Manfaatnya

Bela negara – Mungkin kita sering mendengar kata bela negara, tetapi belum paham apa yang dimaksud dengan bela negara. Bela negara merupakan suatu konsep yang telah disusun oleh perangkat dari undang-undang, dan juga petinggi dari suatu negara. Yang didalamnya mengandung sikap patriotisme seseorang, kelompok, atau yang lebih luas lagi yaitu komponen seluruh negara. Yang di dalamnya terdapat kepentingan dalam mempertahankan eksistensi di dalam suatu negara.

Setiap orang yang merupakan warga negara tentu memiliki kewajiban yang sama, di dalam membela negaranya. Hal itu menjadi wujud cinta seorang warga negara pada tanah airnya, yang selama ini telah memberi kehidupan padanya. Kehidupan yang diberikan tentu sejak seseorang itu lahir, tumbuh dan dewasa di dalam kehidupannya di negara tersebut.

Jika dilihat dari segi fisik, maka bela negara dapat berarti sebuah usaha dalam mempertahankan adanya serangan fisik atau agresi. Yang berasal dari pihak-pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut. sedangkan jika dilihat dari segi non fisik, maka bela negara bisa berarti upaya seseorang dalam memajukan bangsa dan negaranya. Melalui beberapa bidang seperti pendidikan, moral, sosial, ataupun dalam meningkatkan kesejahteraan setiap orang yang menyusun suatu bangsa.

Di dalam pelaksanaannya, bela negara dapat dilakukan secara fisik maupun non fisik. Pembelaan secara fisik dapat dilakukan dengan berjuang dan mengangkat senjata, jika muncul serangan asing pada kedaulatan bangsa. Untuk pembelaan negara non fisik, dapat dilihat dari upaya seseorang dalam menjaga kedaulatan bangsa dengan meningkatkan rasa nasionalisme.

Sikap nasionalisme adalah kecintaan dan kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan adanya upaya dalam meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Bela negara juga dapat dilakukan dengan cara berperan aktif, dalam memajukan bangsa dan negara.

Landasan konsep yang terdapat pada bela negara adalah adanya wajib militer di suatu negara. Subjek dari konsep tersebut adalah, para tentara dan perangkat lainnya. Baik yang termasuk pada pekerjaan yang dipilih, maupun akibat dari rancangan wajib militer. Di beberapa negara seperti di Iran, Israel, dan Singapura telah memberlakukan wajib militer bagi warganya yang telah memenuhi syarat. Kecuali bagi mereka yang mendapat dispensasi seperti misalnya memiliki gangguan fisik, mental atau dalam keyakinan beragama. Di suatu bangsa biasanya memiliki relawan yang kebanyakannya militer, biasanya tidak akan memerlukan pelayanan wajib militer bagi warganya. Kecuali jika memang dihadapkan pada krisis perekrutan pada saat perang berlangsung.

Baca Juga :  Ciri Kearifan Lokal : Pengertian Dan Contohnya

Untuk beberapa negara lainnya seperti Amerika, Jerman, Spanyol dan Inggris pembelaan negara ini dilakukan dengan melakukan pelatihan militer. Biasanya dilakukan dalam 1 minggu dalam setiap bulannya. Mereka dapat melakukan pelatihan tersebut sebagai individu, atau bisa juga sebagai anggota resimen. Misalnya saja Tentara Teritorial Britania Raya. Untuk beberapa kasus, terdapat bagian dari pasukan cadangan militer seperti Amerika Serikat National Guard.

Di negara-negara seperti Republik Cina atau Taiwan, Republik Korea, dan juga Israel, biasanya wajib melakukan wajib militer selama beberapa tahun setelah mereka menyelesaikan dinas nasional. Pada pasukan cadangan militer biasanya berbeda pada pembentukan cadangannya, terkadang disebut cadangan militer. Yang termasuk pada kelompok/unit personel militer yang tidak memiliki komitmen dalam pertempuran yang dilakukan oleh Komandan mereka. Sehingga mereka memang tersedia khusus untuk menangani suatu kasus yang tidak terduga. Untuk memperkuat pertahanan negaranya masing-masing.

Pengertian Bela Negara Yang Ada Di Indonesia

Bela negara merupakan suatu sikap dan perilaku dari warga negara, yang di dalamnya terdapat rasa cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang berdasar pada Pancasila dan juga Undang-undang Dasar 1945. Dalam menjalin kelangsungan hidup suatu bangsa dan negara seutuhnya.

Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam membela negara Indonesia. Persyaratannya telah diatur di dalam Undang-Undang. Pada hakikatnya bela negara adalah kesediaan dalam berbakti pada negara, dan adanya sikap rela berkorban dalam membela negara. Contoh sikap dalam bela negara ini sangat luas, dimulai dari yang paling halus sampai yang paling keras.

Mulai dari hubungan yang baik antar negaranya, dan bersama-sama dalam menangkal ancaman nyata oleh musuh bersenjata. Di dalamnya terdapat sikap dan perbuatan yang baik bagi bangsa dan negara. Proses bela negara ini juga sudah diatur dalam Undang-undang. Salah satunya telah disebutkan dalam pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 khususnya ada di pasal 30. Isi dari pasal 30 itu adalah bela negara adalah suatu kewajiban untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Dengan melaksanakan bela negara, maka hal itu sudah menjadi bukti dan juga proses untuk seluruh warga negara. Yang menunjukan kesediaannya dalam berbakti pada bangsa dan negara. Serta adanya kesadaran penuh dalam mengorbankan diri pada negara. Pemahaman bela negara itu sendiri cukup luas, dari yang paling halus sampai yang paling keras.

Salah satunya yaitu terbinanya hubungan yang baik antar warga negara, adanya proses kerja sama dalam menghadapi ancaman dari pihak asing. Hal tersebut juga menjadi bukti bahwa rasa nasionalisme seorang warga negara, diwujudkan dalam pihak dan perilaku sebagai warga negara. Di dalam konsep suatu bela negara, terdapat falsafah tentang cara bersikap dan juga bertindak dengan sikap yang baik untuk bangsa dan negara.

Baca Juga :  Etnosentrisme : Pengertian, Dampak, Faktor Penyebab Dan Contohnya Lengkap

Unsur Dasar Pada Bela Negara

Ada beberapa hal yang menjadi unsur penting di dalam suatu bela negara. Yang diantaranya yaitu kecintaan pada tanah air dan kesadaran dalam berbangsa dan bernegara, yakin dengan adanya pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban demi bangsa dan negara dan memiliki kemampuan dalam mengawali bela negara.

Contoh Bela Negara Di Indonesia

Salah satu contoh dalam bela negara di Indonesia adalah, melestarikan budaya Indonesia dan belajar dengan rajin. Serta menjadi pribadi yang taat akan hukum, dan aturan negara lainnya. Dari beberapa unsur yang ada tersebut, maka ada beberapa contoh dalam proses bela negara. Diantaranya yaitu adanya kesadaran dalam melestarikan kebudayaan dan kekayaan bangsa Indonesia, khususnya kebudayaan daerah yang sangat beragam.

Sehingga hal tersebut dapat mencegah munculnya pengakuan dari negara lain, mengenai kekayaan asli negara Indonesia sebagai kekayaan negara mereka. Bagi para pelajar sebaiknya diwujudkan dengan rajin belajar setiap hari. Agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, dan juga mampu menyaring beragam informasi dari pihak asing. Masyarakat pun tidak akan mudah terpengaruh dengan masuknya informasi dari pihak asing yang bisa menyesatkan.

Adanya sikap patuh dan taat pada hukum yang berlaku, juga menjadi salah satu wujud dari rasa cinta terhadap negara. Karena dengan taat pada setiap hukum yang berlaku, maka akan tercipta keamanan dan juga ketentraman bagi lingkungan. Dalam rangka mewujudkan keadilan di kehidupan masyarakat. Contoh bela negara lainnya yaitu meninggalkan korupsi. Korupsi sudah menjadi penyakit yang ada di dalam suatu negara, karena telah merampas hak warga negara lainnya dalam mendapatkan kesejahteraan hidup. Selain itu jika kita meninggalkan korupsi, maka kita pun membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.

Dasar Hukum Dari Bela Negara

Ada beberapa dasar hukum yang terdapat pada bela negara ini, diantaranya sebagai berikut :

  1. Tap MPR No VI tahun 1973 mengenai konsep wawasan nusantara dan juga keamanan nasional.
  2. Undang-undang No 29 tahun 1954 mengenai pokok-pokok perlawanan rakyat.
  3. Undang-undang No 20 tahun 1982 mengenai ketentuan pokok pada Hankam Negara RI.
  4. Diubah pada Undang-undang No 1 tahun 1988.
  5. Tap MPR No VI tahun 2000 mengenai pemisahan TNI dan juga POLRI.
  6. Tap MPR No VII tahun 2000 mengenai peranan pada TNI dan POLRI.
  7. Amandemen UUD 45 pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.
  8. Undang-undang No 3 tahun 2002 mengenai pertahanan negara.
  9. Undang-undang No 56 tahun 1999 mengenai rakyat yang telah terlatih.

Dalam mewujudkan kesadaran dan juga menyatukan konsep bela negara dalam kehidupan masyarakat, dapat dilakukan melalui penciptaan lagu kenegaraan yaitu mars bela negara. Mars ini telah diubah oleh salah satu musisi Indonesia yang memiliki sikap nasionalisme, yaitu Dharma Oratmangun.

Baca Juga :  Pengertian Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Maknanya Lengkap

Dalam upaya menjaga kesadaran dalam melakukan bela negara, maka dibuatlah momen untuk memperingati bela negara tersebut. hari bela negara ditetapkan pada tanggal 19 Desember. Penetapan ini dimulai sejak tahun 2006 lalu, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang kemudian dituangkan ke dalam keputusan Presiden Republik Indonesia No 28 tahun 2006.

Fungsi Dan Tujuan Dari Bela Negara

Tujuan dari dilakukannya bela negara diantaranya yaitu :

  1. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup dalam berbangsa dan bernegara.
  2. Melestarikan budaya Indonesia.
  3. Menjalankan nilai-nilai yang terdapat pada pancasila dan juga UUD 1945.
  4. Berbuat baik kepada bangsa dan negara.
  5. Menjaga identitas dan integritas dari bangsa dan negara.

Fungsi dari bela negara itu sendiri diantaranya yaitu :

  1. Mempertahankan negara dari munculnya serangan atau ancaman dalam bentuk apapun.
  2. Untuk menjaga keutuhan setiap wilayah negara di Indonesia.
  3. Menjadi kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia.
  4. Panggilan sejarah dari perjuangan para pahlawan terdahulu.

Manfaat Dari Bela Negara

  1. Untuk membentuk sikap disiplin dalam waktu, aktivitas dan pengaturan lainnya.
  2. Untuk membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama warga negara.
  3. Untuk membentuk mental dan juga fisik yang tangguh.
  4. Untuk menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan patriotisme yang sesuai dengan kemampuan diri.
  5. Untuk melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun suatu kelompok tertentu.
  6. Untuk membentuk keimanan dan ketakwaan yang dianut oleh setiap individu di Indonesia.
  7. Untuk berbakti kepada orang tua, bangsa dan juga agama.
  8. Untuk melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan yang ada.
  9. Untuk menghilangkan sikap negatif seperti misalnya malas, apatis, boros, egois dan tidak disiplin dalam segala hal.
  10. Untuk membentuk perilaku yang jujur, tegas, adil, tepat, dan peduli pada sesama.

Contoh Bela Negara Yang Terdapat Dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Menciptakan suasana yang rukun, damai, dan juga harmonis di dalam lingkungan keluarga.
  2. Membentuk hubungan keluarga yang sadar akan hukum.
  3. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan juga ilmu pengetahuan dan teknologi, di lingkungan sekolah. Serta munculnya kesadaran dalam menaati setiap peraturan yang ada di sekolah.
  4. Menciptakan suasana yang rukun dan damai, serta aman di dalam kehidupan masyarakat.
  5. Menjaga keamanan kampung bersama-sama di lingkungan masyarakat.
  6. Mematuhi segala peraturan hukum yang berlaku di negara Indonesia.
  7. Membayar pajak tepat pada waktunya.

Itulah penjelasan lengkap mengenai bela negara yang meliputi fungsi, manfaat, tujuan dan contoh dalam bela negara. Semoga artikel ini bermanfaat dan membuat kita semua memiliki kesadaran yang utuh dalam membela negara.

Baca Juga :