Kasasi : Pengertian, Alasan dan Tata Caranya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian Kasasi, Alasan Dan Tata Caranya

Kasasi – Pada dasarnya pertimbangan atas kasasi dilihat dari terjadinya penerapan hukum, atau ketika hakim sudah melampaui kekuasaan kehakimannya. Kasasi adalah salah satu upaya hukum pada putusan banding yang sudah dijatuhkan oleh pengadilan banding atau tinggi.

Pengertian Kasasi

Kasasi berasal dari kata caesar yang artinya memecah. Lembaga kasasi awalnya di Perancis, pada saat putusan hakim dibatalkan demi tercapainya kesatuan peradilan. Pada mulanya kewenangan tersebut ada di tangan raja dengan dewannya, yang disebut dengan conseil du Roi. Setelah revolusi meruntuhkan Kerajaan Perancis, maka terbentuklah suatu badan khusus yang dimana tugasnya adalah menjaga kesatuan pada penafsiran hukum. Yang menjadi badan diantara yang menjembatani pembuat undang-undang, dengan kekuasaan kehakiman saat itu.

Pengertian dari kasasi adalah pembatalan atas putusan dari beberapa pengadilan lain yang dilakukan di tingkat peradilan terakhir, yang juga menetapkan perbuatan pengadilan lainnya dan hakim yang bertentangan dengan hukum. Kecuali pada putusan pengadilan dalam perkara pidana yang mengandung pembebasan terdakwa atas segala tuduhan. Hal tersebut ditentukan di dalam Pasal 16 UU No. 1 Tahun 1950 jo. Pasal 244 UU No. 8 Tahun 1981 dan UU No. 14 Tahun 1985 jo. UU No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

Kasasi lebih diartikan sebagai naik banding, dibandingkan dengan banding. Jika anda tak puas dengan vonis dari pengadilan negeri, maka anda bisa mengajukan kasasi ke pengadilan tinggi. Dan bila masih belum puas dengan vonis dari pengadilan tinggi, maka anda dapat mengajukan lagi ke mahkamah agung sebagai badan terakhir dalam mendapatkan keadilan.

Baca Juga :  5 Peran Badan Usaha Dalam Perekonomian Nasional

Tujuan dari kasasi ini adalah untuk menciptakan kesatuan penerapan hukum, dengan membatalkan putusan yang bertentangan dengan undang-undang. Atau yang keliru saat menerapkan hukum.

Beberapa Alasan Kasasi

MA akan memutuskan permohonan kasasi terhadap putusan dari pengadilan tingkat banding, atau tingkat terakhir dari seluruh lingkungan pengadilan. Pembatalan putusan atau penetapan dari seluru lingkungan peradilan oleh MA, dilakukan dengan beberapa alasan berikut ini :

  1. Tidak memiliki wewenang atau melebihi batas wewenang.
  2. Salah dalam menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku.
  3. Lalai ketika memenuhi syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, yang mengancam kelalaian dengan batalnya putusan yang bersangkutan.

Tata Cara Kasasi

1. Tingkat Pengadilan Negeri (PN)

  1. Pemohon kasasi menyatakan keinginannya pada kepaniteraan PN yang berkaitan dengan masa tenggang waktu kasasi, semenjak putusan diberitahukan pada yang bersangkutan.
  2. Pemohon menghadap ke meja I yang akan menjelaskan dan menaksir berapa biaya kasasi. Lalu dituangkan ke dalam Surat Kuasa Untuk Membayar atau SKUM.
  3. Membayar panjar kepada kasir yang sesuai dengan yang tercantum di dalam SKUM. Kemudian kasir akan menandatangani SKUM dan memberi tanda lunas, serta akan mencatatnya ke dalam jurnal permohonan kasasi.
  4. Sesudah biaya dibayarkan, di hari yang sama Panitera akan membuat Akta Permohonan Kasasi. Kemudian oleh meja II dicatat ke dalam register induk perkara yang berkaitan di dalam register permohonan kasasi. Setelah didaftarkan, pemohon kasasi akan diberi lembaran pertama SKUM serta satu salinan Akta Permohonan Kasasi. Dan oleh meja III akan dilakukan penyelesaian administrasi permohonan kasasi tersebut.

Berikut penjelasan lengkapnya :

  • Selambat-lambatnya dalam waktu tujuh hari, Panitera wajib memberitahukan pihak lawan dan menyerahkan salinan dari Akta Permohonan Kasasi. Dalam waktu selambat-lambatnya 14 hari, setelah permohonan kasasi tersebut dicatat maka pemohon wajib menyampaikan memori kasasi. Bila tidak dilakukan maka Panitera membuat surat keterangan bahwa pemohon tidak mengajukan surat memori kasasi.
  • Selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari, setelah diserahkannya memori kasasi meja III wajib memberitahukan pihak lawan melalui juru sita atau pengganti dalam menyerahkan salinan memori kasasi tersebut.
  • Pihak lawan juga memiliki hak dalam mengajukan jawaban mengenai kontra memori kasasi, paling lambat 14 hari sejak diterimanya memori kasasi tersebut. meja III harus memberitahu pemohon kasasi, melalui juru sita atau pengganti dengan menyerahkan salinan kontra memori kasasi.
  • Tanggal pemberitahuan kasasi, dan tanggal penerimaan memori dan kontra memori kasasi akan dicatat di dalam register permohonan kasasi.
  • Meja III juga akan memberitahukan seluruh pihak yaitu pemohon dan termohon kasasi, dalam waktu 14 hari agar dapat melihat, membaca, dan mempelajari berkas dari kasasi itu sendiri.
  • Meja III juga harus segera meminutasi dan menjahit berkas tersebut serta disegel dan disegel sebagai bendel B yang nantinya akan menjadi arsip di MA sebelum hari inzage tiba.
Baca Juga :  5 Kedudukan Badan Usaha dan Perusahaan

2. Tingkat MA (Mahkamah Agung)

  1. Panitera MA akan mencatat permohonan kasasi ke dalam buku daftar dengan memasukkan nomor urut, yang sesuai dengan tanggal penerimaannya, dan membuat catatan singkat mengenai isinya. Kemudian melaporkan semuanya kepada ketua MA.
  2. Ketua MA pun akan menetapkan majelis hakim untuk memeriksa semua perkara kasasi, yang dibantu oleh panitera sidang.
  3. MA akan memutus permohonan kasasi pada putusan pengadilan tingkat banding dan tingkat terakhir dari seluruh lingkungan pengadilan.
  4. MA akan memeriksa dan juga memutuskan minimal tiga orang hakim.
  5. Pemeriksaan kasasi ini akan dilakukan oleh MA, berdasarkan beberapa surat dan hanya bila perlu saja, MA akan mendengar sendiri pihak atau saksi. Atau bahkan memerintahkan pengadilan tingkat pertama atau tingkat banding, yang memutuskan perkara itu mendengar para pihak atau saksi.
  6. Jika MA membatalkan putusan pengadilan, dan mengadili perkara itu maka akan digunakan hukum pembuktian yang berlaku bagi pengadilan tingkat pertama.
  7. Mengenai MA yang mengabulkan permohonan kasasi berdasarkan alasan yang tidak berwenang, maka MA akan menyerahkan perkara itu ke pengadilan lain yang lebih berwenang. Dalam memeriksa dan memutuskan suatu perkara. MA mengabulkan berdasar alasan yang salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku, atau alasan lainnya yang memenuhi syarat UU. MA pun memutuskan sendiri perkara yang dimohonkan oleh kasasi tersebut.
  8. Dalam mengambil putusan, MA tidak terikat dengan beberapa alasan yang diajukan dan bisa menggunakan alasan hukum lainnya.
  9. Putusan MA akan diucapkan pada sidang yang terbuka untuk umum.
  10. Salinan putusan tersebut akan dikirim pada ketua pengadilan tingkat pertama.

Itulah ulasan mengenai pengertian kasasi, alasan dan juga tata caranya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan memberi manfaat.

Baca Juga :  50 Pengertian Hubungan Internasional Menurut Para Ahli Beserta Manfaatnya Lengkap

Baca Juga :