Sejarah Kerajaan Kutai : Pendiri Dan Peninggalannya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote

Sejarah Kerajaan Kutai : Pendiri Dan Peninggalannya Lengkap

Kerajaan Kutai – Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu kita harus menghargai sejarah dan para pahlawan terdahulu. Kalimat tersebut harus menjadi pendorong untuk generasi masa kini agar mereka mengetahui sejarah bangsa Indonesia. Agar mereka tak lengah dan rajin belajar, dengan cara selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang kaya akan budayanya. Indonesia memiliki ribuan cerita sejarah yang harus menjadi teladan bagi kita semua. Salah satunya adalah pergerakan awal di masa Kerajaan Kutai, dan perjuangan lainnya yang dilakukan oleh para pahlawan sampai Indonesia merdeka. Perjuangan itulah yang membawa kita ke kemerdekaan yang hari ini kita nikmati.

Sayangnya banyak sekali generasi muda yang malas belajar sejarah, atau perjuangan pahlawan terdahulu. Padahal dengan mengetahui sejarah perjuangan pahlawan, maka kita menjadi tahu besarnya pengorbanan para pahlawan di masa itu. Dengan begitu kita pun tidak akan sempat bermalas-malasan dalam hal apapun.

Mari kita bahas lebih lengkap lagi mengenai Kerajaan Kutai di Indonesia, yang letaknya berada di Kalimantan Timur. Kerajaan ini menjadi kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Yang memiliki banyak sekali peninggalan dan budaya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Sejarah Munculnya Kerajaan Kutai Di Indonesia

Anda pasti pernah belajar pelajaran sejarah mengenai beberapa kerajaan yang ada di Indonesia di zaman dahulu. Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu yang paling tua di Indonesia. Kerajaan ini diperkirakan telah muncul sekitar abad ke-5, atau sekitar tahun 400 M. bukti bahwa Kerajaan Kutai ini dibangun pada abad tersebut adalah, dengan ditemukannya 7 buah prasasti Yupa.

Letak Kerajaan Kutai ini di Muara Kaman Kalimantan Timur, atau dekat dengan Kota Tenggarong di sekitar Sungai Mahakam. Sayangnya informasi lengkap mengenai Kerajaan Kutai ini tidak banyak ditemukan. Namun sumber utamanya yaitu 7 buah prasasti tersebut. penggunaan nama Kutai pada kerajaan di Kalimantan Timur ini, diambil dari ditemukannya prasasti yupa di daerah Kutai Kalimantan Timur.

Ada 7 buah batu tulis yang disebut dengan Yupa, yang ditulis dalam huruf pallawa dengan bahasa sansekerta yang telah disusun dalam bentuk syair. Prasasti Yupa tersebut adalah jenis prasasti tertua di Indonesia. Di dalamnya terdapat pernyataan bahwa di sana telah berdiri kerajaan Hindu tertua yang bernama Kerajaan Kutai.

Yupa adalah sebuah tugu, yang digunakan juga sebagai tugu peringatan yang pada saat itu dibuat oleh para Brahmana. Tugu tersebut dibuat atas kedermawanan Raja Mulawarman. Tertulis di Yupa tersebut bahwa Raja Mulawarman adalah raja yang baik dan juga kuat. Raja Mulawarman adalah anak dari Aswawarman, dan cucu dari Raja Kudungga. Yang dimana Raja tersebut telah memberi 2000 ekor sapi kepada para Brahmana pada masa itu.

Salah satu Yupa yang ditemukan itu kini berada di Museum Nasional Republik Indonesia Jakarta. Kerajaan Kutai didirikan pertama kali oleh Raja Kudungga, lalu dilanjutkan oleh Aswawarman, dan mengalami puncak kejayaannya saat dipimpin oleh Raja Mulawarman. Hal itu tertulis di dalam Yupa tersebut. dan Raja yang saat itu berkuasa di Kerajaan Kutai adalah Raja Aswawarman, ayah dari Raja Mulawarman.

Baca Juga :   Tri Koro Darmo : Pengertian, Sejarah, Tujuan dan Tokohnya Lengkap

Siapa Pendiri Kerajaan Kutai?

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa pendiri dari kerajaan tersebut adalah Raja Kudungga. Yaitu raja yang mendapat gelar Wangsakerta, yang artinya adalah pembentuk keluarga raja. Raja Kudungga juga mendapat julukan yaitu Dewa Ansuman dan Dewa Matahari.

Pemberian gelar tersebut juga disebutkan di stupa peninggalan Kerajaan Kutai. Namun ada juga cerita yang menyebutkan, bahwa sebenarnya pendiri Kerajaan Kutai itu adalah Raja Aswawarman. Memang tidak ada bukti otentik mengenai siapa pendiri pasti Kerajaan Kutai.

Silsilah Keluarga Yang Ada Di Kerajaan Kutai

Kudungga adalah Raja pertama yang memimpin di Kerajaan Kutai, yang dimana Beliau memiliki Putra bernama Aswawarman. Aswawarman pun memiliki Putra yang diberi nama Mulawarman. Setelah Raja Aswawarman memimpin Kutai, kerajaan tersebut dipimpin oleh anaknya yaitu Mulawarman. Menurut cerita sejarahnya, Raja Mulawarman ini merupakan raja yang mulia dan memiliki budi baik. Berikut ini silsilah lengkap dari Kerajaan Kutai :

  • Maharaja Kudungga memiliki gelar Anumerta Dewawarman

Jika dilihat dari namanya maka nama Kudungga tersebut, adalah nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama India. Kedudukan Raja Kudungga ini awalnya hanya sebagai Kepala Suku. Dengan masuknya pengaruh agama Hindu, maka Raja Kudungga pun mengubah struktur pemerintahan menjadi sebuah kerajaan.

Setelah itu barulah ia mengangkat dirinya sendiri menjadi seorang raja. Selanjutnya pergantian raja ini terjadi secara turun temurun.

  • Maharaja Aswawarman memiliki gelar Wangsakerta dan Dewa Ansuman

Pada prasasti Yupa tersebut diceritakan juga bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang sangat cakap dan juga kuat. Saat pemerintahannya ia memperluas wilayah Kerajaan Kutai. Terbukti dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masa itu.

Upacara tersebut juga pernah dilakukan oleh masyarakat India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta. Pada acara itu dilakukan juga sebuah pelepasan kuda yaitu untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai.

  • Maharaja Mulawarman ( anak dari Aswawarman )

Raja Mulawarman adalah anak dari Raja Aswawarman, yang juga menjadi raja terbesar di Kerajaan Kutai. Di masa pemerintahannya Raja Mulawarman ini membawa Kerajaan Kutai pada masa kejayaannya.

Di masa itu pula, rakyat hidup dengan tentram dan juga sejahtera. Sehingga Raja Mulawarman pun melaksanakan upacara kurban emas yang jumlahnya sangat melimpah.

Selanjutnya nama-nama raja pengganti Raja Mulawarman, diantaranya sebagai berikut :

  1. Maharaja Marawijaya Warman
  2. Maharaja Gajayana Warman
  3. Maharaja Tungga Warman
  4. Maharaja Jayanaga Warman
  5. Maharaja Nalasinga Warman
  6. Maharaja Nala Parana Tungga Warman
  7. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  8. Maharaja Indra Warman Dewa
  9. Maharaja Candrawarman
  10. Maharaja Sri Langka Dewa Warman
  11. Maharaja Guna Parana Dewa Warman
  12. Maharaja Wijaya Warman
  13. Maharaja Sri Aji Dewa Warman
  14. Maharaja Mulia Putera Warman
  15. Maharaja Nala Pandita Warman
  16. Maharaja Indra Paruta Dewa Warman
  17. Maharaja Dharma Setia Warman

Letak Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai letaknya berada di tepi Sungai Mahakam. Lebih tepatnya di kecamatan Muarakaman, Kutai Kalimantan Timur. Wilayah dari Kerajaan Kutai ini memang sangat luas. Bahkan hampir menguasai seluruh daerah di Kalimantan.

Masa-Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Kehidupan dari Kerajaan Kutai ini terbilang sangat makmur dan sejahtera. Terbukti dengan ditemukannya Prasasti Yupa tersebut di Muara Kaman. Masa kejayaan tersebut berada di masa pemerintahan Raja Mulawarman. Sayangnya kerajaan ini meredup saat masa pemerintahan Dinasti Kudungga. Meredupnya Kerajaan Kutai terjadi saat Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Singosari sedang mengalami masa-masa gemilang.

Sejak itulah Kerajaan Kutai yang saat itu berada di bawah pemerintahan Dinasti Kudungga tidak terlihat lagi. Kudungga itu sendiri berasal dari Kerajaan Campa yang berada di Kamboja. Aswawarman adalah anak dari Raja Kudungga, yang dipercaya sebagai raja pertama yang memimpin Kerajaan Kutai. Yang memiliki sebutan Wangsakerta. Tetapi di beberapa sejarah tersebut ada yang menganggap bahwa Raja Kudungga menjadi raja pertama di Kerajaan Kutai.

Baca Juga :   10 Tokoh Pergerakan Nasional Indonesia Terlengkap

Berikut ini masa kejayaan Kerajaan Kutai di beberapa bidang, diantaranya yaitu :

  • Bidang politik

Di dalam prasasti yang ditemukan di Kutai, terdapat satu prasasti yang di dalamnya tertulis Sang Maharaja Kudungga yang sangat mulia memiliki putra yang mahsyur. Putranya itu bernama Sang Aswawarman, seperti Sang Ansuman atau Dewa Matahari yang menumbuhkan keluarga yang mulia.

Sang Aswawarman ini memiliki 3 orang putra yang menyerupai 3 api yang suci. Dan yang paling dikenal dari ketiga putranya adalah Mulawarman. Raja yang memiliki peradaban yang baik, kuat dan juga sangat kuasa. Sang Mulawarman ini telah mengadakan selamatan emas yang jumlahnya sangat banyak. tugu batu tersebut didirikan untuk peringatan kenduri, oleh para Brahmana.

Dari Prasasti Yupa tersebut juga, diketahui ada beberapa nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai. Raja yang pertama bernama Raja Kudungga, yang memiliki nama asli Indonesia. Yang dimana Beliau memiliki putra bernama Aswawarman yang menjadi pendiri dinasti sekaligus pembentuk keluarga atau Wangsakerta.

Prasasti Yupa itu juga membuktikan bahwa raja-raja yang memerintah Kerajaan Kutai adalah orang-orang asli Indonesia yang beragama Hindu.

  • Bidang ekonomi

Jika dilihat secara geografis Kerajaan Kutai terletak di jalur perdagangan diantara Cina dan India. Letak Kerajaan Kutai ini memang merupakan tempat yang menarik, yang disinggahi oleh para pedagang pasa masa itu. Hal itu terbukti dari kegiatan perdagangannya yang telah menjadi bagian dari Kerajaan Kutai selain di bidang pertanian.

Di keterangan tersebut juga tertulis di Prasasti, bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan 2000 ekor sapi kepada para Brahmana. Pertanian dan peternakan diperkirakan menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kutai saat itu.

Letak kerajaan ini yang berada di tepi Sungai Mahakam, membuat kerajaan tersebut digunakan sebagai jalur transportasi di laut. Yang membuat perdagangan di Kutai berjalan dengan ramai. Bagi para pedagang yang berada di luar Kutai dan ingin berjualan di sekitar wilayah Kutai, maka harus memberi hadiah pada raja sebagai bentuk izin untuk berdagang.

Pemberian hadian tersebut biasanya berupa barang dagangan yang harganya mahal, pemberian tersebut akan dianggap sebagai pajak untuk pihak kerajaan.

  • Bidang agama

Kebudayaan masyarakat Kutai saat itu masih erat kaitannya dengan kepercayaan yang mereka anut. Yupa adalah salah satu hasil kebudayaan dari masyarakat Kutai. Yupa merupakan tugu batu yang menjadi warisan dari nenek moyang Indonesia, yang sudah ada sejak zaman Megalitikum.

Salah satu Yupa tersebut menyebutkan juga bahwa terdapat tempat suci yang bernama Waprakeswara, yang merupakan tempat pemujaan pada Dewa Siwa. Maka dari itu disimpulkan bahwa masyarakat Kutai adalah penganut agama Hindu Siwa. Namun masyarakat Kutai juga masih menjalankan adat istiadat dan kepercayaan asli mereka.

  • Bidang sosial dan budaya

Kebanyakan masyarakat Kutai memang memeluk agama Hindu, tak heran jika mereka telah menerima pengaruh agama Hindu. Dan kehidupan agama mereka juga sudah lebih maju. Misalnya terdapat upacara pemberkatan bagi seseorang yang memeluk agama Hindu, yang disebut dengan Vratyastoma.

Upacara tersebut telah dilaksanakan sejak masa pemerintahan Aswawarman, yang dipimpin oleh para pendeta yang berasal dari India. Di masa pemerintahan Mulawarman, barulah upacara tersebut dipimpin oleh para Brahmana yang berasal dari Indonesia. Dilihat dari hal itu, disimpulkan juga bahwa kaum Brahmana yang berasal dari Indonesia, telah memiliki tingkat intelektual yang tinggi yang mampu menguasai bahasa sansekerta.

Bahasa sansakerta telah menjadi bahasa resmi Kaum Brahmana untuk hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan. Dengan masuknya budaya India ke Nusantara Indonesia, maka kebudayaan Indonesia pun memiliki perubahan. Perubahan yang paling menonjol adalah, ketika sistem pemerintahan dikepalai oleh Raja. Sebelum budaya India masuk, sistem pemerintahan dikepalai oleh seorang Kepala Suku.

Budaya lainnya yang ada di masa itu adalah, kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia yang membuat tugu batu. Bangsa Indonesia telah menyesuaikan unsur kebudayaan asing, dengan kebudayaan asli yang dimiliki oleh bangsa Indonesia itu sendiri.

Baca Juga :   Sejarah Pergerakan Kebangsaan : GAPI (Gabungan Politik Indonesia)

Beberapa Barang Peninggalan Kerajaan Kutai

Ketopong Sultan Kutai

Ketopong sultan adalah sebuah mahkota raja yang berasal dari Kerajaan Kutai. Mahkota tersebut dibuat dari bahan-bahan emas, yang memiliki berat sekitar 1,98 kg. hingga saat ini mahkota raja tersebut masih disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Kalung Uncal Kerajaan Kutai

Peninggalan lainnya dari Kerajaan Kutai adalah Kalung Uncal Kerajaan Kutai, yang juga merupakan kalung emas dengan berat sekitar 170 gr. Yang dihiasi oleh liontin dengan relief Kisah Ramayana. Kalung Uncal tersebut adalah salah satu atribut yang berasal dari Kerajaan Kutai, yang juga pernah dikenakan oleh Sultan Kutai Kartanegara.

Menurut para ahli, Kalung Uncal tersebut diperkirakan berasal dari India. Hingga saat ini hanya ada 2 Kalung Uncal di dunia. Yang pertama yang berasal dari India, dan yang kedua yang kini berada di Museum Mulawarman Kota Tenggarong.

Kalung Ciwa

Kalung Ciwa juga menjadi salah satu barang peninggalan dari Kerajaan Kutai, yang dinilai bersejarah. Kalung itu ditemukan di masa pemerintahan Sultan Sultan Aji Muhamad Sulaiman, dan ditemukan di sekitar Danau Lipan Muara Kaman pada tahun 1890. Sampai saat ini kalung tersebut masih digunakan sebagai perhiasan kerajaan, yang digunakan oleh para raja ketika ada acara pengangkatan raja baru.

Pedang Sultan Kutai

Pedang Sultan Kutai juga dibuah dari bahan emas yang cukup padat. Pada bagian gagang terdapat ukiran berbentuk binatang harimau, yang siap-siap akan menerkam musuhnya. Di bagian ujung sarung pedang, terdapat hiasan ukiran berbentuk buaya. Pedang Sultan Kutai ini juga disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Kura-Kura Emas

Peninggalan Kerajaan Kutai yang satu ini disimpan di Museum Malawarman, benda berbentuk kura-kura ini ukurannya hanya setengah kepalan tangan. Kura-Kura Emas ditemukan di Lohn Lalang, tepatnya di Hulu Sungai Mahakam.

Kelambu Kuning

Ada banyak peninggalan Kerajaan Kutai yang dipercaya memiliki kekuatan magis, yang kemudian barang peninggalan tersebut akan disimpan di dalam sebuah kelambu berwarna kuning. Yang tujuannya adalah untuk menghindari bala atau bencana yang bisa ditimbulkan dari benda tersebut.

Keris Bukit Kang

Peninggalan yang satu ini dikenakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, atau Permaisuri dari Sultan Kutai Kertanegara yang paling pertama. Keris tersebut disebut dengan nama Keris Bukit Kang.

Tali Juwita

Tali Juwita adalah sebuah tali yang dibuat dari benang yang jumlahnya ada 21 helai. Tali ini biasanya digunakan pada saat upacara adat bepelas dilangsungkan. Tali Juwita memiliki simbol 7 muara dan 3 anak sungai. Sungai tersebut adalah Sungai Kelinjau, Sungai Kedang Pahu, dan juga Sungai Belayan.

Tempat Duduk Raja

Tempat Duduk Raja juga menjadi salah satu barang peninggalan Kerajaan Kutai, yang sampai saat ini masih disimpan di Museum Malawarman.

Runtuhnya Kerajaan Kutai

Setelah mengalami masa-masa puncak kejayaan, akhirnya Kerajaan Kutai juga harus mengalami keruntuhan. Keruntuhan tersebut terjadi di masa pemerintahan Raja Maharaja Dharma Setia, yang tewas saat berperang. Ia tewas di tangan Raja Kutai yang ke-13 yaitu Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

Perlu anda ketahui bahwa Kutai Martadipura dan Kutai Kartanegara adalah 2 wilayah Kutai yang berbeda. Kerajaan Kutai Kartanegara adalah Ibukota Kutai Lama yang pertama kali. Dalam sastra Jawa, Kutai Kartanegara ini disebut dengan Negarakertagama. Kutai Negara kemudian menjadi kerajaan islam yang disebut dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Itulah penjelasan dan ulasan lengkap mengenai Kerajaan Kutai, dimulai dari cerita sejarahnya dan keruntuhannya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua, dan semoga bermanfaat.

Baca Juga :